Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:21 WIB. Nasional - BNPT terus bina mantan jaringan teroris.
  • 22:20 WIB. Industri - Menperin: Industri manufaktur konsisten beri dampak perekonomian.
  • 22:20 WIB. Nasional - SBY hadiri perayaan kemerdekaan Indonesia di Singapura.
  • 22:20 WIB. Nasional - Veteran, Yacob: 73 tahun merdeka, Papua banyak berubah.
  • 22:19 WIB. Nasional - Panglima TNI menargetkan alutsista berbasis digital.
  • 21:00 WIB. REI - REI NTT optimistis relaksasi LTV dari BI berpotensi menaikkan bisnis properti di kawasan timur Indonesia.
  • 20:48 WIB. Ford - Ford Motor Company merayakan produksi Mustang yang ke-10 juta di AS.
  • 20:41 WIB. TMC - Toyota Motor Corp akan memproduksi 120.000 lebih mobil per tahun di Tianjin, China.
  • 20:40 WIB. GEMS - Golden Energy Mines menargetkan volume produksi batu bara sebesar 21,8 juta ton pada 2018.
  • 20:39 WIB. GEMS - Golden Energy Mines mencatat produksi batu bara sebesar 9,09 juta ton pada semester I-2018. 
  • 20:38 WIB. GEMS - Golden Energy Mines mencatat pendapatan naik 71,77% menjadi US$480,74 juta per Juni 2018.
  • 20:38 WIB. GEMS - Golden Energy Mines membukukan kenaikan laba bersih 32,33% pada semester I-2018.
  • 20:35 WIB. Tiphone - Fitch Ratings menaikkan peringkat Tiphone Mobile Indonesia dari B+ menjadi BB-.
  • 20:34 WIB. Jetstar - Jetstar Asia menambah delapan penerbangan pulang-pergi antara Singapura dan Jakarta.
  • 20:31 WIB. Australia - Australia berharap menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia dan Hong Kong pada akhir 2018.

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Kisaran 5,4-5,8 Persen

Foto Berita Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Kisaran 5,4-5,8 Persen
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan berada di kisaran 5,4-5,8 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di depan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terkait Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (26/3/2018).

"Pertumbuhan ekonomi pada 2018 sebagaimana dalam APBN 2018 ditargetkan 5,4 persen. Untuk 2019, kami masih memakai rentang 5,4-5,8 persen," ujar Bambang.

Bambang menuturkan, investasi dan konsumsi Rumah Tangga (RT) diharapkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran. Untuk konsumsi rumah tangga, Bappenas memprediksi bisa mencapai 5-5,1 persen pada 2019 mendatang.

Pada 2017 lalu, konsumsi RT tumbuh 4,95 persen. Untuk tahun ini, konsumsi RT ditargetkan mencapai 5 persen.

"Kita berharap di 2019 konsumsi bisa di sekitaran lima persen, kembali pada pola yang seharusnya untuk Indonesia," katanya.

Sedangkan untuk konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang pada 2018 ditargetkan mencapai 9,3 persen, Bappenas memprediksi konsumsi LNPRT dapat mencapai 9,2-11,1 persen.

"Terkait tahun politik, tahun ini ada pilkada dan tahun depan pileg dan pilpres. Ini yang diperkirakan bisa mendorong konsumsi LNPRT tumbuh sebesar 9,2-11,1 persen," ujar Bambang.

Untuk konsumsi pemerintah sendiri diperkirakan akan tumbuh 2,8-3,7 persen, lebih rendah dibandingkan target tahun ini 5,4 persen. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi diperkirakan mencapai 7,5-8,3 persen, lebih tinggi dibandingkan target 2018 7,1 persen.

Ekspor dan impor pada 2019 diprediksi masing-masing mencapai 6-7,3 persen dan 6,3-7,6 persen, lebih tinggi dibandingkan target ekspor dan impor pada 2018 4 persen dan 4,8 persen.

Bambang mengatakan, membaiknya ekspor saat ini karena didukung membaiknya harga komoditas. Kendati demikian, pemerintah berharap kinerja ekspor ke depan bisa lebih baik sehingga dapat menyumbang lebih banyak dolar AS.

Dukungan membaiknya indikator makro, lanjutnya, diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih tinggi dibandingkan saat ini yang masih berkutat di kisaran lima persen.

"Tentunya kita berharap pertumbuhan ekonomi semakin lama semakin membaik. Bagaimanapun kita butuh pertumbuhan ekonomi untuk bisa mengatasi masalah seperti kemiskinan dan juga ketimpangan," kata Bambang.

Tag: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, Ekonomi Indonesia

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Muhammad Iqbal

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading