Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:18 WIB. Tri - Tri akui ada kartu perdana aktif dijual ke konsumen.
  • 07:12 WIB. Grab - Grab bakal rambah bisnis travel dan jasa kesehatan.
  • 07:08 WIB. Telkomsel - Telkomsel luncurkan mBanking, integrasikan banyak bank.
  • 07:05 WIB. Apple - Apple hadapi tudingan monopoli di Mesir.
  • 23:15 WIB. Indra Karya - Indra Karya memperkirakan meraih laba sebesar Rp11,2 miliar tahun ini.
  • 23:14 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah menyalurkan pembiayaan sindikasi jalan tol sebesar Rp1,4 triliun sepanjang 2018.
  • 23:14 WIB. BUMN - Utang BUMN kini menembus Rp5,271 triliun.
  • 21:50 WIB. Mandiri - Hadapi Nataru 2019, Mandiri siapkan uang tunai Rp13,73 triliun.
  • 21:50 WIB. WIKA - Profil finansial WIKA dianggap masih dapat diimbangi penghasilan arus kas yang lebih baik.

Australia Boikot Piala Dunia 2018 Rusia, Ini Alasannya

Foto Berita Australia Boikot Piala Dunia 2018 Rusia, Ini Alasannya
Warta Ekonomi.co.id, Sydney -

Australia mengatakan pada hari Selasa (27/3/2018) akan mengusir dua diplomat Rusia sebagai tanggapan atas serangan racun saraf terhadap mata-mata Rusia di Inggris di mana pemerintah Inggris langsung menyalahkan Moskow atas insiden tersebut dan mengisyaratkan kemungkinan boikot keikutsertaannya di Piala Dunia.

Amerika Serikat juga mengatakan pada hari Senin (26/3/2018) akan mengusir 60 diplomat Rusia, bergabung dengan pemerintah di seluruh Eropa dalam menghukum Kremlin. Secara total, 100 diplomat Rusia telah dipulangkan, upaya tersebut merupakan upaya pengusiran Barat terbesar terhadap para diplomat Rusia sejak puncak Perang Dingin.

"Bersama dengan Inggris, sekutu dan mitra lainnya, Australia mengambil tindakan sebagai tanggapan terhadap serangan racun saraf baru-baru ini di Salisbury, Inggris," Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengumumkan dalam sebuah pernyataan.

"Dua diplomat Rusia yang diidentifikasi sebagai petugas intelijen yang tidak dideklarasikan akan diusir oleh pemerintah Australia karena tindakannya tidak konsisten dengan status mereka, sesuai dengan Konvensi Wina," tambahnya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (27/3/2018).

Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan ada kemungkinan tindakan lain, seperti Australia memboikot Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Ada berbagai pilihan tindakan lebih lanjut yang bisa diambil. Boikot Piala Dunia adalah salah satu tindakan lebih lanjut yang bisa diambil terkait dengan masalah ini,” tutur Menlu Julie Bishop kepada wartawan di Canberra.

Badan pengatur sepakbola Australia mengatakan bahwa sejauh yang dikhawatirkan, Piala Dunia akan berjalan seperti yang direncanakan.

"Ketika semuanya berjalan, semua tim yang memenuhi syarat, termasuk tim Inggris, akan mengambil bagian dalam acara FIFA ini dan itu terus menjadi niat kami," tutur Federasi Sepakbola Australia dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email.

Australia telah memberlakukan serangkaian sanksi terhadap Rusia setelah menundukkan Malaysia Airlines Flight MH17 dan pencaplokan Rusia atas bagian-bagian Ukraina pada tahun 2014. Perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, Penerbangan MH17 ditembak jatuh pada tahun 2014, dengan menewaskan 298 penumpang termasuk awak kabin. Sebagian besar korban adalah warga Belanda dan 28 orang Australia.

Jaksa internasional menyimpulkan pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal yang ditembakkan dari peluncur yang dibawa ke Ukraina dari Rusia dan terletak di sebuah desa yang dikuasai oleh pemberontak pro-Rusia, bertentangan dengan pernyataan Moskow bahwa militer Ukraina yang telah menembak jatuh pesawat tersebut.

Tag: Pesawat MH370, Inggris, Australia, Rusia, Piala Dunia 2018, 2018 FIFA World Cup, Vladimir Vladimirovich Putin, Malcolm Turnbull, Julie Bishop, Sergei Lavrov, Sergei Skripal, Racun Saraf

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Via Thanhnie News

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40