Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:15 WIB. Wuling - Diler Wuling mulai buka pesanan Almaz.
  • 06:13 WIB. Ovo - Ovo sebut uang tunai jadi saingan terbesar bisnis fintech.
  • 21:20 WIB. Pelindo III - Arus peti kemas domestik Pelindo III naik 8% dengan total 3 juta TEUs.
  • 21:19 WIB. Pelindo III - Arus peti kemas sepanjang 2018 di pelabuhan yang dikelola Pelindo III naik 8,5%.
  • 20:04 WIB. Joglosemarkerto - Okupansi kereta Joglosemarkerto mencapai 186%.
  • 19:41 WIB. Garuda - Garuda Indonesia resmi mengoperasikan penerbangan langsung London–Denpasar.
  • 19:31 WIB. BUMN Karya - BUMN juga didorong untuk mengoptimalkan kembali pasar modal dalam negeri.
  • 19:31 WIB. BUMN Karya - Kementerian BUMN mengungkapkan rencana capex total seluruh BUMN karya mencapai Rp108 triliun pada 2019.
  • 19:30 WIB. BRI Agro - BRI Agro tercatat menyalurkan KUR selama 2018 senilai Rp33,6 miliar, 23,51% dari target.
  • 19:30 WIB. PLN - Ganjar menekankan agar PLN mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi terbarukan.
  • 19:29 WIB. PLN - Potensi PLTP Gunung Ungaran direncanakan mampu menghasilkan 55 MW.
  • 19:29 WIB. PLN - PLN akan menggarap pembangkit listrik tenaga panas bumi Gunung Ungaran.
  • 19:28 WIB. PEP - Total produksi minyak dan gas Pertamina EP adalah 255 mboepd atau 101% dari target 253 mboepd
  • 19:28 WIB. PEP - Produksi gas Pertamina EP adalah 1.017 mmscfd atau 103% dari target 986 mmscfd.
  • 19:28 WIB. PEP - Produksi minyak PEP pada 2018 adalah 79.690 bopd atau 96% dari target 83.000 bopd.

Kunjungi Lokasi Kebakaran, Putin: Kenapa Ini Bisa Terjadi?

Foto Berita Kunjungi Lokasi Kebakaran, Putin: Kenapa Ini Bisa Terjadi?
Warta Ekonomi.co.id, Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (27/3/2018) mengunjungi lokasi kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan yang menewaskan sedikitnya 64 orang, dan mengecam "kelalaian" yang Putin katakan harus disalahkan atas tingginya korban tewas.

Para penyelidik yang melihat ke tempat kejadian perkara, menyatakan kebakaran tersebut salah satu yang paling mematikan di Rusia sejak pecahnya Uni Soviet, dan juga mengatakan bahwa pintu-pintu api di mal telah diblokir secara ilegal dan sistem alarm kebakaran tidak berfungsi dengan baik.

Api menyambar lantai atas pusat perbelanjaan Winter Cherry di kota Kemerovo, di mana kompleks bioskop dan tempat bermain anak-anak berada, pada hari Minggu sore.

Puluhan anak-anak telah menjadi korban tewas dalam tragedi di Kemerovo, wilayah penghasil batubara sekitar 3.600 km (2.200 mil) timur Moskow. Kebakaran tersebut telah memicu kemarahan publik tentang kegagalan nyata dalam standar keselamatan kebakaran di mal Rusia.

Putin, yang notabene terpilih kembali akhir pekan lalu sebagai pemimpin Rusia, tiba di tempat kejadian pada hari Selasa dan meletakkan karangan bunga di upacara peringatan untuk para korban kebakaran.

"Apa yang sedang terjadi disini? Ini bukan perang, itu bukan ledakan metana spontan. Orang-orang datang untuk bersantai, anak-anak. Kami berbicara tentang demografi dan kehilangan banyak orang,” tutur Putin dalam pertemuan dengan para menteri di Kemerovo, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (27/3/2018).

"Mengapa? Karena beberapa kelalaian kriminal, karena kecerobohan. Bagaimana ini bisa terjadi?," Putin bertanya.

Kepala Komite Investigasi Rusia, yang menangani kejahatan besar, mengatakan bahwa sistem alarm kebakaran di mal telah rusak sejak 19 Maret dan seorang penjaga keamanan tidak menyalakan sistem alamat umum untuk memperingatkan orang-orang agar mengevakuasi diri dari bangunan tersebut.

Tag: Rusia, Vladimir Vladimirovich Putin, Kebakaran, Moscow, Sergei Lavrov

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6468.562 17.728 627
2 Agriculture 1647.872 5.750 21
3 Mining 1863.738 -32.436 47
4 Basic Industry and Chemicals 902.800 12.599 71
5 Miscellanous Industry 1405.622 -17.950 46
6 Consumer Goods 2618.712 19.207 51
7 Cons., Property & Real Estate 468.741 3.232 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.740 -1.055 71
9 Finance 1244.267 5.060 91
10 Trade & Service 795.018 0.193 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 382 476 94 24.61
2 OCAP 212 264 52 24.53
3 MLPT 850 1,030 180 21.18
4 DART 272 328 56 20.59
5 MREI 5,800 6,800 1,000 17.24
6 TIRA 260 300 40 15.38
7 PLIN 3,040 3,500 460 15.13
8 APEX 1,215 1,395 180 14.81
9 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
10 SIMA 240 270 30 12.50
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 476 358 -118 -24.79
2 INCF 328 264 -64 -19.51
3 PADI 920 760 -160 -17.39
4 HEXA 3,600 3,100 -500 -13.89
5 SDMU 61 53 -8 -13.11
6 HDTX 146 127 -19 -13.01
7 KIOS 1,790 1,580 -210 -11.73
8 CINT 280 250 -30 -10.71
9 KBLI 340 306 -34 -10.00
10 YPAS 710 645 -65 -9.15
No Code Prev Close Change %
1 HOME 144 142 -2 -1.39
2 ERAA 2,240 2,410 170 7.59
3 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
4 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
5 UNTR 26,850 26,100 -750 -2.79
6 TLKM 4,030 4,000 -30 -0.74
7 BNLI 855 900 45 5.26
8 KPAS 200 185 -15 -7.50
9 ADRO 1,470 1,410 -60 -4.08
10 ESTI 91 89 -2 -2.20