Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:52 WIB. HMD Global - Nokia X5 meluncur dengan Android 8.1 Oreo.
  • 19:50 WIB. Spotify - Spotify belum mau luncurkan fitur blokir.
  • 19:49 WIB. Honor - Honor bakal umumkan smartphone baru, Honor Note 10, di tanah kelahirannya, Tiongkok, pada 31 Juli 2018.
  • 19:46 WIB. Startup - Platform kuis digital asli Indonesia, Kuismilioner.com, kantongi 20 ribu member baru per bulan.
  • 19:44 WIB. HMD Global - Situs web Mobile Magazine Hong Kong sebut Nokia 6.1 Plus akan dijual seharga HKD2288 atau sekitar Rp4,2 juta.
  • 19:43 WIB. Aqua Japan - Aqua Japan optimistis capai target market 32% tahun ini.
  • 19:41 WIB. HMD Global - Nokia 6.1 Plus dijual di China dengan nama Nokia X6.
  • 19:39 WIB. Instagram - Terungkap, 95 juta dari satu miliar akun Instagram ternyata adalah bot alias program komputer.
  • 19:05 WIB. China - Presiden China Xi Jinping menawarkan hibah dana kepada Sri Lanka sebesar US$295 juta.
  • 19:05 WIB. Asoka Mas - Asuransi Asoka Mas menargetkan asuransi pengakutan tumbuh hingga 20% pada tahun ini.
  • 19:04 WIB. Asoka Mas - Asuransi Asoka Mas mencatat premi naik 6% menjadi Rp457 miliar per Juni 2018.
  • 18:50 WIB. Xiaomi - Di Eropa, Mi A2 Lite dibanderol mulai sekitar Rp3,4 juta hingga sekitar Rp4,1 juta.
  • 18:49 WIB. Xiaomi - Di Eropa, Xiaomi membanderol Mi A2 mulai dari sekitar Rp4,6 juta hingga sekitar Rp5,1 juta.
  • 18:46 WIB. Microsoft - Pendapatan Microsoft untuk bisnis gaming-nya di tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni lalu mencapai US$10,35 miliar.
  • 18:43 WIB. HMD Global - Hong Kong dipilih HMD Global jadi tempat diperkenalkannya Nokia 6.1 Plus.

Versi Bank Dunia, 2018-2020 Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Besar

Foto Berita Versi Bank Dunia, 2018-2020 Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Besar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Dunia, dalam laporan ekonomi triwulan terbarunya, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2018-2020 berada pada kisaran 5,3 persen atau lebih tinggi dari pencapaian 2017 sebesar 5,1 persen.

"Rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3 persen pada periode 2018-2020," kata Direktur Wilayah Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves dalam pemaparan laporan ekonomi triwulanan terbaru di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Rodrigo mengatakan proyeksi itu adalah perkiraan terdekat yang bisa dicapai Indonesia dalam kondisi perekonomian global yang saat ini sedang mengalami pemulihan.

"Pertumbuhan di atas lima persen ini sudah termasuk tiga besar di antara negara-negara G20, tapi masih ada kesempatan untuk improve, karena pertumbuhan ekonomi potensial Indonesia bisa mencapai 5,6 persen," kata Rodrigo.

Menurut dia, proyeksi ini lebih realistis tercapai karena saat ini banyak risiko yang bisa menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti melambatnya perdagangan global, volatilitas kurs dan menurunnya konsumsi rumah tangga.

Namun, sangat penting bagi Indonesia untuk terus memperbaiki kinerja perekonomian untuk tumbuh lebih optimal, salah satunya dengan mendorong kinerja investasi melalui konsistensi perbaikan kemudahan berusaha seperti sudah dilakukan pemerintah.

"Indonesia harus memberikan pesan yang jelas bahwa modal masuk seperti FDI tidak hanya diundang namun juga disambut dengan baik," kata Rodrigo.

Selain itu, kualitas kebijakan fiskal harus ditingkatkan untuk mempercepat pembangunan dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan penerimaan pajak serta penyerapan belanja yang lebih efisien untuk infrastruktur dan sumber daya manusia.

Bank Dunia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan positif hingga periode 2020, meski dihadapkan sejumlah risiko eksternal dan domestik yang dapat muncul mengganggu proyeksi ini.

Bank Dunia menyatakan inflasi yang rendah didukung oleh peningkatan pengeluaran menjelang Pemilu dan membaiknya harga komoditas bisa menjadi pemicu pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam periode ini.

Defisit anggaran diperkirakan tetap terjaga dalam kisaran 2,3 persen terhadap PDB pada 2018, atau sedikit lebih baik dari periode 2017 sebesar 2,4 persen terhadap PDB, yang didukung oleh membaiknya penerimaan karena meningkatnya harga komoditas dan berjalannya reformasi perpajakan.

Defisit neraca transaksi berjalan diperkirakan melebar pada kisaran 1,9 persen terhadap PDB pada 2018, lebih tinggi dari 2017 sebesar 1,7 persen, seiring dengan penguatan permintaan dalam negeri dan pelemahan nilai tukar perdagangan.

Proyeksi ini menghadapi risiko kemungkinan meningkatnya proteksionisme global yang bisa membebani pertumbuhan ekonomi dan harga komoditas serta arus modal keluar sebagai dampak kebijakan normalisasi moneter Federal Reserve.

Tag: Rodrigo Chaves, Joko Widodo (Jokowi), World Bank (Bank Dunia), Ekonomi Indonesia

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10