Portal Berita Ekonomi Kamis, 26 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:54 WIB. MKPI - Metropolitan Kentjana menyiapkan belanja modal sebesar Rp500 miliar untuk mengakuisisi lahan.
  • 18:40 WIB. Gas Kimia - OPCW mulai kumpulkan sampel terkait dengan serangan gas di Douma.
  • 18:39 WIB. Hukuman Mati¬†- Lembaga HAM internasional kritik hukuman mati di Arab Saudi.
  • 18:37 WIB. Australia¬†- Di Australia, meminjam uang bisa lewat mesin ATM.
  • 18:36 WIB. Palestina - Hamas minta faksi Suriah hindari serang pengungsi Palestina.
  • 18:35 WIB. China - Kim Jong-Un meminta maaf ke China atas insiden kecelakaan bus di Korea Utara.
  • 18:34 WIB. Suriah - Qatar: Suriah bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
  • 18:33 WIB. NATO - Slovakia kerahkan 152 tentara untuk gabung NATO di Baltik.
  • 18:32 WIB. Turki - Otoritas Turki jebloskan 13 jurnalis ke penjara.
  • 18:31 WIB. Palestina - Jenazah ilmuwan Palestina yang ditembak tiba di Kairo.
  • 18:01 WIB. Politik - Rizal Ramli minta debat terbuka dengan Sri Mulyani soal utang negara.
  • 18:00 WIB. Pilpres - Fadli Zon dan Amien Rais berembuk cari penantang Jokowi.
  • 18:00 WIB. Pilpres - PDIP tunggu tafsiran MK soal peluang JK jadi Cawapres.
  • 17:59 WIB. Pilpres - Amien Rais tetap prediksi Jokowi lawan Prabowo.
  • 17:59 WIB. Politik - Mendagri minta ceramah di rumah ibadah merujuk kitab suci.

Bagaimana Nasib Driver Uber Pasca-aksi Akuisisi?

Foto Berita Bagaimana Nasib Driver Uber Pasca-aksi Akuisisi?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sebagian pengemudi Uber mengaku belum menentukan sikap usai perusahaan penyedia layanan teknologi pemesanan transportasi daring itu diakuisisi Grab.

Wempy, salah satunya. Pengemudi yang tinggal di kawasan Bekasi itu sebenarnya tak keberatan jika harus pindah ke perusahaan layanan lain. Namun, dia mengeluhkan adanya aturan registrasi ulang yang menurutnya tak perlu.

"Memang menyarankan untuk pindah ke Grab, tetapi itu semua tergantung kami. Kami hanya mitra. Soalnya di Grab sistemnya daftar ulang kembali seperti driver baru. Harusnya enggak boleh begitu," katanya di kawasan Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Menurut Wempy, seharusnya pihak perusahaan memfasilitasi pengemudi agar tak perlu melakukan registrasi ulang sendiri layaknya pengemudi baru.

"Harusnya dari pihak Uber ini memberi jalan agar mempermudah (driver) bergabung dengan Grab, bukannya meminta daftar ulang," kata dia.

Keluhan senada dilontarkan pengemudi Uber lain, Maulana dan Andri.

"Akuisisinya harus ke Grab ya, tetapi harus daftar ulang yang saya bingung. Harusnya langsung saja berjalan apa adanya. Saya hanya tahu untuk daftar ulang, yang lainnya saya enggak tahu," tutur Maulana.

Di sisi lain, Andri mengaku baru mengetahui aturan registrasi ulang melalui surat elektronik yang dia terima. Namun dia belum memutuskan akan melakukan registrasi ulang karena masih menunggu keputusan rekan-rekannya.

"Diharuskan registrasi ulang ke Grab. Karena, yang saya dengar Grab sama Uber sudah gabung. Saya baru tahu infonya kemarin. Dikirimin formulirnya juga via email," kata dia yang baru bergabung dengan Uber tiga pekan lalu itu.

Merasa Diterlantarkan

Proses registrasi ulang saat ingin melakukan migrasi ke Grab membuat beberapa mitra pengemudi merasa diterlantarkan. Suwardi (56) menanyakan masa depan kemitraan dengan perusahaan tersebut ke kantor operasional Uber di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, namun tampak lesu saat keluar dari kantor.

Pria yang sudah dua tahun bergabung dengan Uber itu mengusap peluh di keningnya dengan tangan yang masih dibalut sarung tangan kain hitam. Teman-temannya yang baru datang menyambutnya, menantikan informasi yang akan dia sampaikan.

"Saya rasanya kok seperti ditelantarkan ya," katanya pada rekan-rekan yang berkumpul di halaman depan kantor Uber.

"Tadi saya menanyakan nasib kita ini bagaimana di dalam sana, tapi malah disodorkan kertas daftar alamat kantor Grab. Tanya ke Grab saja pak, ini alamatnya. Yang paling dekat di Srengseng', seperti itu katanya," lanjut Suwardi, memicu banyak tanya dari rekan-rekannya.

Setelah kesepakatan akuisisi Uber oleh Grab, Uber akan memiliki 27,5 persen saham di Grab dan Dara Khosrowshahi selaku CEO Uber akan bergabung dengan dewan direksi Grab. Namun, nasib para karyawan perusahaan dan pengemudi yang menjadi mitra mereka belum jelas.

"Namanya dibeli, ini sepertinya cuma pembelaan saja. Kalau memang dibeli kan kita harusnya diistimewakan. Saya maunya kalau nanti ke Grab, saya langsung dikasih atribut saja, tak perlu daftar ulang," kata Suwardi.

Selama masa transisi setelah pengumuman akuisisi, Grab dan Uber akan bekerja sama dalam proses migrasi mitra pengemudi dan penumpang Uber maupun rekanan pengantaran Uber Eats ke platform Grab. Meski demikian, Suwardi dan rekan-rekan mitra lain khawatir tidak masuk kualifikasi perekrutan Grab yang salah satunya mensyaratkan usia pengemudi maksimal 55 tahun.

"Takutnya nanti di sana dites lagi," kata mitra Uber lain, Joko Santoso.

Aplikasi Uber akan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan untuk memastikan stabilitas para mitra Uber di mana mereka dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan pendaftaran mitra Grab secara daring. Adapun, Uber Eats akan tetap beroperasi hingga akhir Mei, sampai rekanan pengantaran dan restoran Uber pindah ke platform GrabFood.

Tag: Uber Indonesia, Grab

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Reuters/Beawiharta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5909.198 -170.652 575
2 Agriculture 1649.379 -41.632 19
3 Mining 1812.460 -64.886 44
4 Basic Industry and Chemicals 771.685 -9.748 70
5 Miscellanous Industry 1224.866 -17.897 44
6 Consumer Goods 2411.714 -76.729 45
7 Cons., Property & Real Estate 477.256 -14.532 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1039.703 -33.358 64
9 Finance 1040.444 -34.277 90
10 Trade & Service 909.909 -23.532 134
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 520 650 130 25.00
2 OASA 334 416 82 24.55
3 MREI 4,900 5,975 1,075 21.94
4 CSIS 462 560 98 21.21
5 AKSI 270 310 40 14.81
6 LCGP 70 79 9 12.86
7 BBRM 100 110 10 10.00
8 INAF 4,380 4,800 420 9.59
9 NIKL 3,890 4,200 310 7.97
10 MARI 1,400 1,500 100 7.14
No Code Prev Close Change %
1 JECC 6,200 4,960 -1,240 -20.00
2 MTSM 324 266 -58 -17.90
3 BIMA 102 84 -18 -17.65
4 INDR 1,430 1,205 -225 -15.73
5 CEKA 1,280 1,090 -190 -14.84
6 MBSS 735 635 -100 -13.61
7 SHID 1,550 1,350 -200 -12.90
8 IMAS 2,450 2,150 -300 -12.24
9 RIGS 248 218 -30 -12.10
10 HDFA 212 188 -24 -11.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,310 3,140 -170 -5.14
2 BMRI 7,150 6,775 -375 -5.24
3 TLKM 3,780 3,650 -130 -3.44
4 BBCA 21,750 21,350 -400 -1.84
5 UNVR 46,000 45,000 -1,000 -2.17
6 INKP 12,725 12,450 -275 -2.16
7 PTBA 3,270 3,060 -210 -6.42
8 ADRO 2,120 1,995 -125 -5.90
9 BBTN 3,560 3,190 -370 -10.39
10 TKIM 9,600 9,550 -50 -0.52