Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.

Harga Minyak Turun Setelah Persediaan AS Meningkat

Foto Berita Harga Minyak Turun Setelah Persediaan AS Meningkat
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak turun sekitar satu persen pada akhir perdagangan Kamis (29/3/2018) pagi WIB, setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat secara tak terduga meningkat 1,6 juta barel pekan lalu, sehingga menekan sentimen pasar.

Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Juni ditutup 70 sen lebih rendah pada 68,76 dolar AS per barel, sedangkan untuk penyerahan Mei yang berakhir pada Kamis, turun 58 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di 69,53 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 87 sen atau 1,3 persen, menjadi menetap di 64,38 dolar AS per barel.

Persediaan minyak mentah AS meningkat karena impor bersih melonjak 1,1 juta barel per hari, menurut data dari Badan Informasi Energi AS (EIA).

Stok di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, untuk minyak mentah berjangka AS juga naik 1,8 juta barel, kata EIA.

"Pasokan minyak di Cushing, Oklahoma mulai terisi kembali, yang `bearish` untuk harga, tetapi mereka telah jauh mendekati tingkat pasokan normal," kata John Kilduff, mitra di hedge fund energi Again Capital LLC di New York.

Produksi minyak mentah AS juga naik tipis minggu lalu ke rekor tertinggi baru di 10,433 juta barel per hari. Produksi telah meningkat hampir 25 persen dalam dua tahun terakhir menjadi lebih dari 10 juta barel per hari, mengalahkan eksportir utama Arab Saudi dan dalam jangkauan produsen terbesar, Rusia, yang memompa sekitar 11 juta barel per hari.

Diskon minyak mentah AS terhdap Brent melebar hingga 5,22 dolar AS, terbesar sejak 24 Januari.

"Biaya di AS semakin sedikit lebih murah untuk pengeboran dan itu salah satu aspek yang berpotensi mendorong selisih harga antara Brent dan WTI," Mark Watkins, ahli strategi investasi regional di US Bank Wealth Management mengatakan dari Salt Lake City, Utah.

Harga impas rata-rata untuk mengebor sumur baru di AS berkisar antara 47 dolar AS hingga 55 dolar AS per barel tergantung pada wilayahnya, menurut survei dari Federal Reserve Bank of Dallas pada Rabu (28/3).

Harga Brent telah meningkat dalam tujuh dari sembilan bulan terakhir dan telah meningkat lebih dari empat persen sepanjang tahun ini. Harga juga telah naik selama tiga kuartal berturut-turut, kenaikan terpanjang sejak akhir 2010 dan awal 2011, setelah pembatasan produksi yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sejak tahun lalu.

Penurunan harga pada Rabu (28/3) terjadi meskipun Arab Saudi mengatakan pihaknya sedang bekerja dengan Rusia tentang pakta jangka panjang yang dapat memperpanjang kontrol atas pasokan minyak mentah dunia oleh para eksportir utama selama bertahun-tahun.

Putera Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman, mengatakan kepada Reuters, Selasa (27/3), Riyadh dan Moskow sedang mempertimbangkan memperluas aliansi jangka pendek pada pembatasan minyak yang dimulai Januari 2017 setelah jatuhnya harga minyak, dengan kemitraan untuk mengelola pasokan yang berpotensi meningkat ke perjanjian 10 hingga 20 tahun.

Tag: Minyak, The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00