Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:58 WIB. Facebook - Tingkatkan keamanan, Facebook Messenger siapkan fitur cegah peretas.
  • 12:55 WIB. Google - Kena denda Rp72,8 triliun, Google ancam Android tak lagi gratis.
  • 12:53 WIB. Teknologi - AS melarang Facebook dan Google taati hukum keamanan siber Vietnam.
  • 12:41 WIB. Google - Android dianggap memonopoli pasar sistem mobile, di Eropa Google didenda Rp72,8 triliun.
  • 12:37 WIB. Line - Line akhirnya punya fitur 'Reply'.
  • 12:02 WIB. Sony - Sony dikabarkan akan rilis ponsel flagship terbaru bertajuk Xperia XZ3 pada perhelatan IFA 2018.
  • 11:59 WIB. Microsoft - Skype versi 8.0 hadirkan fitur yang mungkinkan pengguna lakukan video call dengan 24 orang sekaligus dengan resolusi 1.080 p.
  • 11:58 WIB. Siber - Kementerian Komunikasi dan Informatika bakal terbitkan Peraturan Menteri (Permen) khusus yang mengatur konten ilegal. 
  • 11:57 WIB. Oppo - Lewat Find X, Oppo ingin naik kelas.
  • 09:54 WIB. JSMR - JSMR menarget 1.000 km jalan tol siap dioperasikan hingga awal tahun 2019.
  • 09:44 WIB. Politik - Demokrat pastikan tak ada sanksi TGB karena dukung Jokowi.
  • 09:43 WIB. Daerah - Kemendagri cap Anies terapkan sistem pencopotan paksa di DKI.
  • 09:43 WIB. Pemilu - PDIP sebut pengacara Rizieq punya rekam jejak baik jadi Caleg.
  • 09:42 WIB. Politik - Sekjen PDIP Tegaskan Hubungan Megawati-SBY Berjalan Baik.
  • 09:42 WIB. Pilpres - Golkar sebut Gerindra berpeluang gabung koalisi Jokowi.

Ridwan Kamil Beri Solusi Ketimpangan Ekonomi di Jabar

Foto Berita Ridwan Kamil Beri Solusi Ketimpangan Ekonomi di Jabar
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Calon Gubernur Jawa Barat  Ridwan Kamil dibuat kagum dengan produk-produk buatan masyarakat di Kabupaten Kuningan.

Kekaguman ini muncul saat Ridwan Kamil mengunjungi Kantor Asosiasi Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Kabupaten Kuningan.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini disuguhkan berbagai produk asli buatan warga di desa-desa yang tersebar di seantero Kabupaten Kuningan. Produk-produk itu sejak makanan hingga ragam kerajinan tangan. Beragam produk ini merupakan karya beragam usaha kecil yang dikelola warga di berbagai tempat di Kab. Kuningan, yang mampu memberi tambahan mata pencaharian bagi masyarakat. 

Menurut Emil, kreatifitas warga dengan membuat beragam produk makanan dan keranjinan, merupakan solusi untuk masalah ketimpangan ekonomi dan mampu menekan arus urbanisasi yang selama ini terjadi.

“Ini sesuai dengan program saya satu desa satu perusahaan, sudah luar biasa (Kabupaten) Kuningan ini, tinggal dibuat keren dan promosinya semakin digencarkan,” kata Emil kepada wartawan, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya, jika pendapatan warga bisa setara dengan Upah Minimun Regional (UMR) maka itulah solusi yang paling tepat untuk masalah ketimpangan ekonomi, dengan begitu warga desa tidak lagi harus urbanisasi ke kota. 

"Ini kalau bisa terjadi akan menjadi revolusi ekonomi di Jawa Barat selama lima tahun kedepan, dan itu telah menjadi komitmen saya,” tegas Emil.

Menurut peraih penghargaan Walikota Terbaik 2017 dari Kemendagri ini, Kabupaten Kuningan dapat menjadi contoh bagi BumDes lain di Jawa Barat, yang produk UKM desanya belum terintegrasi dengan baik. Jika pola seperti yang ada di Kabupaten Kuningan ini bisa dijalankan secara luas, Kang Emil optimis cita-cita Jabar Juara bisa terwujud.

“Karena kesuksesan ini belum terjadi di daerah lain, apalagi dikombinasi dengan potensi pariwisata dan BIJB yang sebentar lagi beres. Kuningan dalam lima tahun harus optimis semakin tumbuh, apalagi ditambah orang-orangnya kreatif,” tutur Emil.

Emil menambahkan program Satu desa satu perusahaan ini harus jadi. Ditambah dengan kredit tanpa agunan tanpa bunga berbasis masjid (kredit Mesra), itu akan menguatkan permodalan. 

"Visi saya, harusnya kombinasi itu berhasil dalam mengatasi ketimpangan, Insya Allah berhasil,” kata Emil.

Emil memberi sedikit masukan dan saran untuk BumDes Kuningan. Menurut dia, meskipun pola promosi dan etalasenya sudah berjalan baik, masih perlu ada peningkatan di sisi desain dan kemasan. Menurut Kang Emil seringkali terjadi di banyak daerah, produknya sudah bagus tapi dari sisi penampilan kurang memerhatikan selera pasar.

“Kita bisa buat tapi enggak tahu selera pasar. Itu ada ilmunya, tugas gubernur nanti yang tim marketing produk dan mengawinkan dengan desain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Bumdes Kabupaten Kuningan Haerun mengatakan, dari 361 desa yang ada di Kuningan baru separuhnya yang memiliki Bumdes. Kendala yang terjadi selama ini selain masih terbatasnya sumber daya manusia yang bisa mengelola bisnis, selain permodalan di tiap desa juga berbeda.

“Ada yang Rp5 juta, Rp10 juta bahkan Rp200 juta. Tiap desa kan beda-beda. Tapi intinya, kita bisa kalau bekerjasama dan tugasnya asosiasi menjadi holding dari Bumdes-Bumdes ini,” kata Haerun.

Selama ini Asosiasi Bumdes telah mengelola enam unit usaha yakni Gedung Olah Raga, Unit Pengelolaan Ikan Rakyat, Kios Desa, Waserda, Wisata, dan Pengolahan Sampah. Menurut dia selama ini pengelolaan bisnis masyarakat desa berasal dari ide masyarakatnya sendiri. Hal ini terjadi karena potensi desa yang berbeda-beda.

“Di Tambak saya misalnya pengolahan ikan lele dari mulai ternak sampai diolah seperti pengasapan, kerupuk tulang lele, itu ada. Babakan Reuma bikin gemblong yang dikemas berbagai rasa, Desa Gunung Keling bikin busur panah dari yang miniatur sampai yang asli, sudah sering dikirim ke Jakarta. Jadi kami sedang menggali potensi ini,” ucap dia.

Berkembangnya UKM di sejumlah desa di Kabupaten Kuningan pun diakui Haerun berdampak positif menurunkan tren urbanisasi. Menurut dia jika selama ini kaum muda desa di Kuningan sering hijrah ke Semarang atau Yogyakarta, kini banyak yang memilih tinggal di desa dan bergabung dengan kelompok usaha.

“Karena di sini ada yang dikerjakan. Upahnya sekitar Rp1,5 juta sampai Rp3 jutaan per bulan,” pungkasnya.

Tag: Ridwan Kamil, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5890.731 29.223 597
2 Agriculture 1448.636 18.709 19
3 Mining 2030.948 37.402 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.836 3.799 70
5 Miscellanous Industry 1171.537 6.552 45
6 Consumer Goods 2430.300 5.099 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.579 -0.369 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1090.068 16.401 70
9 Finance 1026.304 6.533 91
10 Trade & Service 871.072 -8.720 143
No Code Prev Close Change %
1 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
2 TCPI 1,090 1,290 200 18.35
3 DSSA 20,525 24,000 3,475 16.93
4 BTON 240 278 38 15.83
5 BNBR 70 81 11 15.71
6 NUSA 254 292 38 14.96
7 POLL 1,305 1,500 195 14.94
8 CSIS 444 505 61 13.74
9 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
10 MGRO 338 372 34 10.06
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 1,890 1,420 -470 -24.87
2 MFMI 845 640 -205 -24.26
3 OKAS 334 280 -54 -16.17
4 FORU 146 124 -22 -15.07
5 TRUK 496 424 -72 -14.52
6 RODA 580 505 -75 -12.93
7 PEGE 150 133 -17 -11.33
8 GSMF 126 112 -14 -11.11
9 CEKA 1,100 985 -115 -10.45
10 TIRA 157 141 -16 -10.19
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,850 -20 -0.70
2 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
3 PGAS 1,725 1,720 -5 -0.29
4 GSMF 126 112 -14 -11.11
5 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
6 TLKM 3,940 4,010 70 1.78
7 BKSL 107 105 -2 -1.87
8 WSKT 2,030 2,030 0 0.00
9 ADRO 1,760 1,865 105 5.97
10 PTBA 4,380 4,330 -50 -1.14