Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:19 WIB. Danamon - Bank Danamon mencatat penurunan laba bersih 1% menjadi Rp1,04 triliun pada kuartal I-2018.
  • 21:12 WIB. Kemenag - Kementerian agama menargetkan pendapatan zakat secara nasional dapat mencapai Rp8 triliun pada 2018.
  • 21:09 WIB. Korut - Korea Utara mengatakan akan segera menangguhkan percobaan nuklir dan misil.
  • 21:08 WIB. AAUI - AAUI berencana meluncurkan sertifikasi agen secara digital pada April 2018.
  • 21:08 WIB. TOD - BPTJ mendorong pihak swasta untuk ikut mendukung realisasi transit oriented devolepment di lingkungan Jabodetabek.
  • 21:06 WIB. IPO - Coco Mart memastikan akan melantai di bursa saham pada tahun 2019 mendatang.
  • 21:05 WIB. UOB - Bank UOB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia naik menjadi 5,3% pada periode April-Juni 2018.
  • 21:04 WIB. SIM - Suzuki Indomobil Motor memulai produksi kendaraan pertama All New Eriga di Pabrik Cikarang.
  • 21:04 WIB. UOB - UOB meminta pemerintah dan otoritas moneter berhati-hati dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
  • 21:03 WIB. UOB - Bank UOB memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada kuartal I-2018.
  • 20:59 WIB. Vietnam - Vietnam akan mendirikan pusat perjudian di Hoiana senilai US$4 miliar.

Go-Jek Ancam Driver yang Tak Hapus Tuyul

Foto Berita Go-Jek Ancam Driver yang Tak Hapus Tuyul
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Manajemen Go-Jek kembali mengingatkan mitra pengemudinya yang masih menggunakan aplikasi GPS palsu untuk segera menghapus aplikasi yang biasa disebut "tuyul" jika tidak ingin terkena sanksi, karena perangkat lunak tersebut dianggap mencurangi.

"Kebijakan ini menjawab aspirasi mitra driver terkait dengan masalah yang sering mereka hadapi dalam mendapatkan order dari pelanggan. Diharapkan dengan penerapan kebijakan ini, mitra bisa bekerja lebih nyaman demi keluarga mereka," papar VP Corporate Communications Go-Jek Michael Reza Say, di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/3/2018).

Menurut dia, mitra merupakan tulang punggung bagi Go-Jek. Sebab, mereka bekerja keras siang dan malam demi membantu jutaan warga Indonesia setiap harinya. Untuk itu, kenyamanan mitra dalam bekerja dan mendapatkan order juga merupakan salah satu prioritas utama.

"Kami mendengar aspirasi mereka, dan penggunaan aplikasi tuyul termasuk hal yang meresahkan mitra kami. Kami memahami hal ini dan mengembangkan sistem untuk mendeteksi keberadaan aplikasi tuyul atau GPS palsu di ponsel penggunaan aplikasi," ujar Michel saat temu wartawan

Penggunaan aplikasi GPS palsu, kata dia, merupakan tindakan curang yang akan merugikan mitra itu sendiri dan juga mitra lainnya yang bekerja dengan jujur. Beberapa oknum mitra menggunakan aplikasi tuyul untuk mendapatkan keuntungan dengan cara tidak adil.

Padahal, dengan menggunakan GPS palsu di aplikasi Go-Jek justru akan membahayakan data dari akun mitra tersebut. Cara kerja dari GPS palsu ini menggunakan aplikasi tertentu sehingga konsumen merasa pengemudi yang dipesan sudah dekat padahal jaraknya cukup jauh.

"Pengunaan aplikasi ini membuat ponsel mitra rentan terhadap program-program jahat yang bisa dibawa oleh aplikasi Tuyul. Kami di Go-Jek selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kami berharap para mitra driver juga dapat senantiasa jujur serta menghargai keadilan dan kesetaraan itu," harapnya.

"Kami sudah menjalankan sistem pendeteksi GPS palsu, ada sekitar 50 persen saat ini sudah terdeteksi dan telah diberikan pemberitahuan. Saat ini ada satu juta lebih mitra Go-Jek yang terdaftar dan sebanyak 70 juta unduhan aplikasi Go-Jek juga tercacat," tambahnya

Sementara Strategic Regional Go-Jek Kalimantan Sulawesi, Anandita Danaatmadja, pada kesempatan itu menjelaskan, sebelum melakukan implementasi kebijakan #HapusTuyul, Go-Jek akan mengirimkan notifikasi atau pemberitahuan kepada mitra yang terdeteksi menggunakan aplikasi tuyul.

Bagi yang kedapatan akan diberikan notifikasi berlaku selama tujuh hari. Bila tidak menghapus GPS tuyul selama batas ditentukan akan dikenai sanksi bertahap yakni menghapus perolehan poin dan bonus-bonus. Bila tetap tidak mengikuti kebijakan maka di-suspend, atau dikeluarkan.

"Kepada para mitra untuk kembali bekerja dengan jujur. Kami sadar mungkin beberapa mitra tidak paham bahwa pemanfaatan aplikasi Tuyul ini termasuk tindakan curang yang tidak diperbolehkan di Go-Jek," sebutnya.

Anandita menambahkan melalui kebijakan ini, pihaknya tidak serta merta menjatuhkan sanksi bagi para mitra yang memiliki GPS palsu. Namun tetap memberi kesempatan kepada mereka untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan dalam lingkungan kerja.

"Bagi mitra driver yang masih memasang dan memanfaatkan aplikasi Tuyul setelah masa sosialisasi, akan mendapatkan sanksi dengan kode etik yang berlaku," tegas dia.

Tag: PT Go-Jek Indonesia, Ojek Online

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28

Recommended Reading

Sabtu, 21/04/2018 13:39 WIB

DPR Sebut Manajemen Telkom Bobrok, Kenapa Ya?

Sabtu, 21/04/2018 08:59 WIB

Kemenkominfo Kembali Surati Facebook

Sabtu, 21/04/2018 06:06 WIB

AFS: Habis Turun, Terbitlah Kenaikan Laba

Jum'at, 20/04/2018 20:00 WIB

10 Manfaat Internet Marketing bagi Bisnis

Jum'at, 20/04/2018 18:42 WIB

Ini Daftar Nama Direksi Pertamina yang Dicopot

Jum'at, 20/04/2018 14:49 WIB

5 Peluang Bisnis Kecil yang Menjanjikan