Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:22 WIB. Politik - Partai Demokrat sebut TGB segera mundur dari kader.
  • 22:22 WIB. Jakarta - Anies : 206 sekolah di Jakarta terdampak Asian Games.
  • 22:22 WIB. Jakarta - Anies : Perluasan ganjil-genap menurunkan kadar CO.
  • 21:53 WIB. DILD - Intiland Development meraih pendapatan pemasaran sebesar Rp1,3 triliun pada semester I-2018.
  • 21:52 WIB. SMGR - Semen Indonesia mengatakan akan mengerek penjualan ekspor di tengah kondisi oversupply di pasar domestik.
  • 21:49 WIB. PTBA - Bukit Asam membukukan pendapatan usaha senilai Rp10,53 triliun pada semester I-2018.
  • 21:48 WIB. Vasanta - Sirius Surya Sentosa kembali melepas menara kedua, yaitu menara Botan di kawasan Vasanta Innopark Cikarang.
  • 21:46 WIB. Makro - Pemerintah memperkirakan defisit anggaran sepanjang semester II-2018 sebesar Rp203,7 triliun atau 1,38% dari PDB.
  • 21:45 WIB. MARI - Mahaka Radio Integra membukukan pendapatan sebesar Rp66,91 miliar selama semester I-2018.
  • 21:43 WIB. LINK - Link Net mencatat pendapatan sebesar Rp1,85 triliun selama semester I-2018. 
  • 21:42 WIB. Kemenperin - Kemenperin mengusulkan pembangunan laboratorium rujukan kimia berstandar internasional di Indonesia.
  • 21:41 WIB. BEST - Bekasi Fajar Industrial Estate mencatat masih memiliki cadangan lahan tersisa seluas 700 ha.
  • 21:40 WIB. Bank Mantap - Bank Mandiri Taspen tengah menyiapkan aplikasi digital Mantap Mobile yang akan dirilis pada tahun ini.
  • 21:39 WIB. HRTA - Hartadinata Abadi mencatat pembukaan sembilan gerai baru hingga Mei 2018.
  • 20:06 WIB. iTunes - Akun pengguna iTunes di Singapura dibobol Rp70 juta.

Begini Kondisi Bisnis Laundry di Indonesia

Foto Berita Begini Kondisi Bisnis Laundry di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pertumbuhan manusia yang kian pesat karena pertumbuhannya yang cepat dan fenomena dimana suami dan istri bekerja mengakibatkan profesi ibu rumah tangga menjadi semakin minim di Indonesia. Lalu, siapa yang akan mencuci ketika semua orang semakin sibuk?

Teddy Tjoegito, Sekretaris General Asosiasi Pengusaha Laundry Indonesia (APLI) mengatakan bahwa sekarang eranya para ibu tidak menjadi ibu rumah tangga, melainkan wanita karier atau bekerja dengan profesinya di luar rumah.

"Artinya, di rumah itu tidak akan ada yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kemudian, mencari asisten rumah tangga juga semakin sulit. Tren ke depan ya laundry semakin besar. Contohnya untuk kelas bawah, laundry kiloan kini menjamur. Naik level lebih tinggi, laundry per pcs. Itu untuk orang-orang kantoran yang membutuhkan penampilan lebih rapi. Kemudian, wisatawan asing juga semakin banyak maka laundry hotel juga semakin berkembang. Laundry rumah sakit juga karena program kesehatan dari pemerintah tinggi, rumah sakit swasta juga di mana-mana. Nah, itu semua butuh laundry. Dunia laundry ini semakin besar," ungkap Teddy kepada Warta Ekonomi, Kamis (29/3/2018) di Jakarta.

Bahkan, menurut Teddy, industri food and beverage juga membutuhkan keberadaan laundry karena para pekerja atau pelayanan di dunia food and beverage tentu membutuhkan pakaian dengan standar higiene.

Bicara soal keuntungan, Teddy menyampaikan untuk jangan takut dengan keuntungan di dalam bisnis laundry. Menurutnya, jalani saja bisnis sebaik mungkin karena laundry merupakan bisnis jangka panjang yang keuntungannya sudah pasti jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.

"Jangan mencari untung sebesar mungkin. Karena itu akan membuat cost kita menjadi minim dan akibatnya adalah kualitas yang menurun. Siapa yang dirugikan, ya konsumen kita. Tetapi, kalau kita mendapatkan untung yang wajar, konsumen bisa mendapatkan kualitas yang bagus," tegasnya.

Namun, menurut Teddy, kalau hanya ingin bisnis jangka pendek, silakan mencari keuntungan sebesar-besarnya. "Tetapi, ini bisnis jangka panjang. Bisnis yang bisa mendatangkan pelanggan berulang-ulang. Bukan setahun sekali datang," tambahnya.

Selain itu, yang masih membutuhkan perhatian khusus hingga saat ini ialah industri mesin laundry. Teddy mengatakan bahwa industri mesin laundry di Indonesia merupakan problem yang besar. Hal itu menurutnya, karena pemerintah di Indonesia seringkali kurang mendukung produksi dalam negeri.

"Indonesia memiliki kekurangan di bahan logam dasar. Karena kita mau punya regulasi untuk bagaimana industri dalam negeri berkembang," ujarnya.

Tag: Teddy Tjoegito, Laundry, Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI), Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5915.796 43.012 597
2 Agriculture 1462.841 6.526 19
3 Mining 2021.162 3.200 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.397 -3.397 70
5 Miscellanous Industry 1171.956 0.529 45
6 Consumer Goods 2451.513 35.743 46
7 Cons., Property & Real Estate 449.734 1.384 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1106.201 16.801 70
9 Finance 1037.096 10.081 91
10 Trade & Service 853.507 -1.919 143
No Code Prev Close Change %
1 TCPI 1,380 1,650 270 19.57
2 MICE 418 470 52 12.44
3 NIPS 356 396 40 11.24
4 MITI 84 93 9 10.71
5 JPFA 2,000 2,210 210 10.50
6 MAMI 66 72 6 9.09
7 DSSA 21,100 22,900 1,800 8.53
8 CMNP 1,310 1,420 110 8.40
9 ERTX 125 135 10 8.00
10 BSIM 580 625 45 7.76
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 800 605 -195 -24.38
2 TIRA 169 135 -34 -20.12
3 GOLD 462 410 -52 -11.26
4 NUSA 296 266 -30 -10.14
5 SAFE 160 146 -14 -8.75
6 TKIM 14,350 13,150 -1,200 -8.36
7 RODA 500 460 -40 -8.00
8 TALF 316 292 -24 -7.59
9 INKP 19,750 18,275 -1,475 -7.47
10 PBSA 615 570 -45 -7.32
No Code Prev Close Change %
1 BKSL 127 125 -2 -1.57
2 TKIM 14,350 13,150 -1,200 -8.36
3 WAPO 95 98 3 3.16
4 BBTN 2,250 2,310 60 2.67
5 BBRI 2,980 3,040 60 2.01
6 INKP 19,750 18,275 -1,475 -7.47
7 PTBA 4,260 4,310 50 1.17
8 TLKM 3,990 4,060 70 1.75
9 TNCA 159 170 11 6.92
10 MABA 730 740 10 1.37