Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Jatim - Gubernur Jatim luncurkan buku liberalisasi ekonomi.

Begini Kondisi Bisnis Laundry di Indonesia

Foto Berita Begini Kondisi Bisnis Laundry di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pertumbuhan manusia yang kian pesat karena pertumbuhannya yang cepat dan fenomena dimana suami dan istri bekerja mengakibatkan profesi ibu rumah tangga menjadi semakin minim di Indonesia. Lalu, siapa yang akan mencuci ketika semua orang semakin sibuk?

Teddy Tjoegito, Sekretaris General Asosiasi Pengusaha Laundry Indonesia (APLI) mengatakan bahwa sekarang eranya para ibu tidak menjadi ibu rumah tangga, melainkan wanita karier atau bekerja dengan profesinya di luar rumah.

"Artinya, di rumah itu tidak akan ada yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Kemudian, mencari asisten rumah tangga juga semakin sulit. Tren ke depan ya laundry semakin besar. Contohnya untuk kelas bawah, laundry kiloan kini menjamur. Naik level lebih tinggi, laundry per pcs. Itu untuk orang-orang kantoran yang membutuhkan penampilan lebih rapi. Kemudian, wisatawan asing juga semakin banyak maka laundry hotel juga semakin berkembang. Laundry rumah sakit juga karena program kesehatan dari pemerintah tinggi, rumah sakit swasta juga di mana-mana. Nah, itu semua butuh laundry. Dunia laundry ini semakin besar," ungkap Teddy kepada Warta Ekonomi, Kamis (29/3/2018) di Jakarta.

Bahkan, menurut Teddy, industri food and beverage juga membutuhkan keberadaan laundry karena para pekerja atau pelayanan di dunia food and beverage tentu membutuhkan pakaian dengan standar higiene.

Bicara soal keuntungan, Teddy menyampaikan untuk jangan takut dengan keuntungan di dalam bisnis laundry. Menurutnya, jalani saja bisnis sebaik mungkin karena laundry merupakan bisnis jangka panjang yang keuntungannya sudah pasti jika dijalankan dengan sungguh-sungguh.

"Jangan mencari untung sebesar mungkin. Karena itu akan membuat cost kita menjadi minim dan akibatnya adalah kualitas yang menurun. Siapa yang dirugikan, ya konsumen kita. Tetapi, kalau kita mendapatkan untung yang wajar, konsumen bisa mendapatkan kualitas yang bagus," tegasnya.

Namun, menurut Teddy, kalau hanya ingin bisnis jangka pendek, silakan mencari keuntungan sebesar-besarnya. "Tetapi, ini bisnis jangka panjang. Bisnis yang bisa mendatangkan pelanggan berulang-ulang. Bukan setahun sekali datang," tambahnya.

Selain itu, yang masih membutuhkan perhatian khusus hingga saat ini ialah industri mesin laundry. Teddy mengatakan bahwa industri mesin laundry di Indonesia merupakan problem yang besar. Hal itu menurutnya, karena pemerintah di Indonesia seringkali kurang mendukung produksi dalam negeri.

"Indonesia memiliki kekurangan di bahan logam dasar. Karena kita mau punya regulasi untuk bagaimana industri dalam negeri berkembang," ujarnya.

Tag: Teddy Tjoegito, Laundry, Asosiasi Profesi Laundry Indonesia (APLI), Entrepreneur

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46