Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:03 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,41% ke level 6.140,88 pada perdagangan Kamis (13/12/2018). 
  • 07:18 WIB. Tri - Tri akui ada kartu perdana aktif dijual ke konsumen.
  • 07:12 WIB. Grab - Grab bakal rambah bisnis travel dan jasa kesehatan.
  • 07:08 WIB. Telkomsel - Telkomsel luncurkan mBanking, integrasikan banyak bank.
  • 07:05 WIB. Apple - Apple hadapi tudingan monopoli di Mesir.

Hubungan Rusia-AS Memburuk, Sekjen PBB Peringatkan Bakal Adanya Perang Dingin Baru

Foto Berita Hubungan Rusia-AS Memburuk, Sekjen PBB Peringatkan Bakal Adanya Perang Dingin Baru
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Kamis (29/3/2018) memperingatkan bahwa hubungan Rusia dengan Amerika Serikat sedang memburuk ke situasi yang 'agak sama dengan yang berlangsung saat Perang Dingin'.

Ia menyerukan agar hubungan dijaga.

Hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat mengumumkan akan mengusir 12 diplomat Rusia di PBB terkait serangan racun syaraf di Inggris, Guterres mendesak Washington dan Moskow untuk membangun kembali saluran komunikasi untuk mencegah agar ketegangan tidak meningkat.

"Pada Perang Dingin, ada mekanisme komunikasi dan pengendalian untuk menjaga peningkatan insiden, untuk memastikan bahwa keadaan tidak lepas kendali ketika ketegangan meningkat. Mekanisme-mekanisme itu sudah dibongkar," kata Guterres.

"... Saya percaya bahwa mekanisme-mekanisme ini kembali penting," katanya kepada para wartawan.

Perang Dingin, yang berlangsung selama empat dasawarsa setelah Perang Dunia Kedua ditandai dengan ketegangan geopolitik Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Baratnya di satu sisi dengan Uni Soviet dan negara-negara lain blok timur.

Amerika Serikat mengatakan pada Senin bahwa Washington akan mengusir 60 diplomat Rusia, termasuk 12 di antaranya yang ditempatkan di misi Rusia untuk PBB di New York. Pengusiran oleh AS itu merupakan langkah hukuman yang juga diambil negara-negara di Eropa terhadap Kremlin atas serangan racun saraf yang dialami mantan mata-mata Rusia di Inggris yang mereka tuduhkan dilakukan oleh Moskow.

Rusia membantah memiliki keterlibatan apa pun dalam serangan 4 Maret itu.

Pada Kamis (29/3/2018), Moskow mengumumkan pihaknya juga akan mengusir 60 diplomat Amerika Serikat serta menutup konsulat AS di St Petersburg.

Washington dan Moskow sebelumnya sudah terlibat dalam serangkaian perselisihan, yaitu terkait pencaplokan Krimea di Ukraina oleh Rusia, perang di Suriah serta dugaan-dugaan bahwa Rusia mencampuri pemilihan presiden AS 2016.

Rusia juga khawatir bahwa Presiden AS Donald Trump sedang merencanakan tindakan militer terhadap pemerintah Suriah atas tuduhan penggunaan senjata kimia dalam konflik yang telah berlangsung lama di Suriah.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Washington 'tetap siap bertindak jika diharuskan', seperti yang dilakukannya pada April tahun lalu ketika AS mengebom sebuah pangkalan udara pemerintah Suriah, yang dikatakannya digunakan sebagai tempat untuk melancarkan serangan gas beracun maut.

Guterres menekankan bahwa perbedaan kunci antara situasi saat ini dan Perang Dingin adalah bahwa sekarang ada 'banyak aktor yang relatif independen yang memiliki peranan penting di banyak konflik yang kita saksikan sekarang, dengan risiko peningkatan (ketegangan) yang bisa diketahui'. (FNH/Ant)

Tag: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, Rusia, Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Un.org

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40