Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,90% ke level 6.114,45 pada akhir perdagangan sesi II, Senin (17/12/2018). 
  • 15:42 WIB. Produksi - TPIA targetkan produksi polyethylene meningkat menjadi 736 KTA.
  • 15:42 WIB. Kredit - TPIA terima kredit US$380 juta dari The Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan BNP Paribas (cabang Tokyo).
  • 15:03 WIB. Perusahaan - IMA memuji kinerja sektor pertambangan yang berperan atas PNBP sebesar Rp42 triliun.
  • 15:00 WIB. Ikan - KKP: angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2018 telah melampaui target.
  • 15:00 WIB. Rupiah - Pukul 15.00 WIB, rupiah bangkit menguat 0,16% ke Rp14.583 per dolar AS. 
  • 14:59 WIB. Ikan - KKP: realisasi investasi perikanan mengalami peningkatan setiap tahun dan umumnya terkonsentrasi di Pulau Jawa.
  • 14:54 WIB. Tani - Upah nominal harian buruh tani naik 0.24 persen, menjadi Rp52.955.
  • 14:52 WIB. Perikanan - Pihak Menteri Susi menekankan pentingnya melesatkan produksi perikanan yang berkelanjutan.
  • 14:52 WIB. Kredit - Merdeka Copper Gold dan Bumi Suksesindo sepakat ubah batas kredit jadi US$100 juta.
  • 14:51 WIB. Delisting - Entitas anak usaha BYAN resmi di-delisting dari Australian Securities Exchange (ASX). 
  • 14:50 WIB. Ekspor - Ekspor industri pengolahan mencapai 10,68 miliar dolar AS pada November 2018.
  • 14:48 WIB. IKM - Menperin berikan apresiasi kepada pelaku IKM sektor batik di Jambi.
  • 14:46 WIB. Obligasi - TAXI restrukturasi pokok obligasi Rp1 trilun dengan cara konversi Rp400 miliar jadi saham TAXI  dan Rp600 miliar jadi obligasi konversi tanpa bunga.
  • 14:45 WIB. Makanan - BPOM DiY lakukan pengecekan 10 jenis makanan yang diduga mengandung pewarna teksti.

Urai Kemacetan, Pemerintah Diminta Tiru Model Smart City Taiwan

Foto Berita Urai Kemacetan, Pemerintah Diminta Tiru Model Smart City Taiwan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Deputy Executive Director of Strategic Marketing Department of TAITRA, Tony Lin menyebut pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah kemacetan di beberapa kota itu salah satunya bisa menggunakan teknologi Electronic Toll Collection (ETC) yang digunakan di Taiwan.

Teknologi seperti itu kini telah menjadi kebutuhan bagi kota-kota pintar atau smart city, agar bisa mengurai masalah kemacetan yang sering terjadi di kota-kota besar.

"Karena dengan ETC itu setiap kendaraan masuk tol tak perlu lagi berhenti. Karena sistem itu sudah secara otomatis membayar dengan berkurangnya pulsa di alat tersebut. Sehingga tak perlu melakukan tap kartu segala," kata Tony di acara seminar Taiwan Excellence Smart Transportation, di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Pasalnya, kata dia, jika harus berhenti untuk melakukan penempelan (tap) uang elektronik itu lama-lama akan membuat antrian panjang. Cara masuk tol tanpa tap dan menggunakan teknologi ETC ini sudah marak digunakan di Taiwan.

Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha TIK Nasional-Indonesia (APTIKNAS), Soegiharto Santoso menyebut, kemajuan besar dalam pengembangan ECT di beberapa tahun terakhir menjadi dampak positif bagi berkembangnya industri ECT.

"Kami sambut baik inisiatif Taiwan ini sebagai mitra terpenting bagi kami di ECT. Apalagi Taiwan ini terdepan dalam pengembangan smart city, kemampuan teknologi dan implementasi yang diterapkan di Taiwan patut ditiru. Karena jadi role model," katanya.

Saat ini, salah satu permasalahan di Indonesia adalah kamacetan lalu lintas. Sehingga tantangan ke depan itu adalah memecahkan kepadatan lalu lintas di kota.

"Kami ingin jadikan kota di indonesia layak huni, kami ingin kejar teknologi terbaru dan memiliki keperacayaan di industri transportasi. Makanya konsep smart city Taiwan dengan teknologi transportasinya itu bisa diterapkan di indonesia," ungkap Soegiharto.

Smart Parking

Selain penggunaan ETC, smart city di Taiwan juga menerapkan teknologi transportasi cerdas, termasuk menciptakan sistem parkir cerdas yang terkoneksi dengan teknologi informasi.

"Lewat smart parking, Anda tidak perlu susah-susah mencari tempat parkir. Jadi tidak buang-buang waktu dan biaya,” kata Jopson Li, Presiden Direktur PT Atop Indonesia Technologies.

Dalam penggarapan parkir pintar itu, Atop Technologies sendiri punya peran di bidang sistem parkir. Mereka dan Advantech bisa berbagi teknologi untuk memanfaatkan internet of things, sistem penerapan transportasi pintar.

Parkir pintar tidak lain adalah merupakan sistem yang menginformasikan slot-slot kosong di area parkir sebuah gedung. Nantinya, informasi itu bisa dilihat di layar gadget, mana slot-slot yang sudah terisi, dan mana yang masih kosong.

DiTaiwan sendiri, sistem ini diujicobakan di 53 tempat parkir khusus di dalam kota. Informasi real-time akan dikirimkan ke pengguna untuk mengecek ketersediaan tempat parkir.

Dengan kemiripan kebutuhan ini, Jopson Li mengatakan bahwa Indonesia seharusnya juga bisa menerapkan sistem yang sama. Sistem ini, katanya, sudah diadopsi di kota-kota besar dunia, seperti Los Angeles, Amerika Serikat.

"Sudah di coba di Jakarta, yang lain di bandara Djuanda Surabaya. Ke depan ingin ekspansi di kota besar lainnya seperti Medan, Makassar, Balikpapan, Batam," kata Jopson Li.

Tag: transportasi, smart city, Taiwan, Taiwan External Trade Development Council (Taitra)

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00