Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Perang Dagang - Tiongkok ajukan keluhan ke WTO soal kebijakan perdagangan AS.
  • 16:07 WIB. Kenya - Eks Presiden AS, Barack Obama, kunjungi Kenya.
  • 16:07 WIB. Afrika Selatan - Kebakaran tambang tembaga Afrika Selatan tewaskan 6 orang.
  • 16:06 WIB. Irak - Irak buka Bandara Kirkuk untuk penerbangan sipil pada Agustus.
  • 16:05 WIB. Haji - Indonesia lepas kloter pertama jemaah haji.
  • 16:04 WIB. Utang - Utang luar negeri Indonesia hingga Mei USD358 miliar.
  • 16:03 WIB. Pengungsi - Kanada akan gelar pertemuan darurat bahas pengungsi ilegal.
  • 16:03 WIB. Kuwait - Kuwait kirim bantuan USD56 juta untuk anak-anak korban perang Yaman.
  • 16:02 WIB. Yaman - 35.000 keluarga mengungsi dari Al Hudaydah, Yaman.
  • 16:01 WIB. Alibaba - BI: UMKM Indonesia berpotensi lampaui Alibaba.
  • 15:23 WIB. BNI - BNI turut biayai Proyek Jalan Tol Ruas Manado-Bitung sebesar maksimum Rp623,56 miliar. 
  • 15:02 WIB. BPJSTK - Sebanyak 5.317 perusahaan di Batam daftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJSTK.
  • 15:00 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan Pontianak sebut kepesertaan dari badan usaha di wilayah kerjanya capai 2.500 perusahaan.
  • 14:59 WIB. BPJSTK - Sebanyak 144 perusahaan di Gresik belum daftarkan pegawainya dalam program jaminan pensiun ke BPJSTK setempat.
  • 14:57 WIB. Pertamina - Pertamina MOR I tingkatkan pasokan Avtur hingga 93,8% di Bandara Internasional Minangkabau.

Masyarakat Merapi Tekuni Ternak Sapi meski "Volcano Tour" Sedang Berkembang

Foto Berita Masyarakat Merapi Tekuni Ternak Sapi meski
Warta Ekonomi.co.id, Sleman -

Masyarakat di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menekuni ternak sapi perah meskipun saat ini sektor pariwisata "volcano tour" sedang booming berkembang di wilayah setempat.

Anggota Koperasi Susu sapi Barokah, Maryono, mengungkapkan jumlah peternak sapi perah lereng Merapi sudah pulih seperti sebelum bencana erupsi besar 2010. Masyarakat yang dulu sebelum erupsi merupakan peternak sapi perah, sekarang sudah beternak meskipun mereka juga disibukkan dengan kegiatan pariwisata 'volcano tour'.

"Masyarakat lereng Merapi yang sebelum bencana besar lalu beternak, kini sudah kembali memiliki sejumlah sapi perah lagi untuk usaha ekonomi utama keluarga," ujar Maryono di Dusun Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sabtu (31/3/2018).

Dalam beternak sapi, ada masyarakat yang menggunakan sistem "nggaduh" (bagi hasil dengan pemilik sapi), ada juga yang membeli. Saat ini, keadaan lereng Gunung Merapi juga sudah pulih sehingga masyarakat tidak kesulitan mencari pakan sapi dari tumbuhan hijau dan rumput.

"Pakan sudah ada banyak sekarang, kawasan yang dulu terdampak erupsi sudah kembali hijau dan banyak ditumbuhi rumput," katanya.

Maryono mengatakan bahwa setiap harinya, di Koperasi Barokah Cangkringan ini, mampu menjual sebanyak 400 liter susu sapi perah dari warga peternak yang berjumlah sekitar 30 orang.

Peternak lain, Tukinem, mengatakan pascaerupsi Merapi 2010, di daerah Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan memang berubah menjadi tempat wisata, berupa "volcano tour", berupa menjelajah tempat-tempat bekas terkena lahar panas, memakai Jip ataupun motor trail yang telah disediakan oleh para pelaku wisata untuk disewakan.

"Saat erupsi Merapi 2010, sapi perah peliharaan pada mati. Sekarang sudah beli dan mulai beternak lagi. Ada tiga ekor," kata Tukiyem.

Ia mengaku tak bisa lepas dari profesi beternak sapi perah yang sudah turun temurun ini. Meski penghasilan dari suaminya sebagai pelaku wisata sudah mencukupi.

"Suami saya yang fokus di wisata lava tour Merapi," katanya.

Tag: Sapi, Peternakan Sapi, Koperasi Barokah Cangkringan, Maryono

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5905.158 -38.916 597
2 Agriculture 1428.601 -13.698 19
3 Mining 2009.628 -15.994 46
4 Basic Industry and Chemicals 772.710 -8.697 70
5 Miscellanous Industry 1174.590 -16.209 45
6 Consumer Goods 2447.240 -28.240 46
7 Cons., Property & Real Estate 444.098 -5.640 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1068.450 -15.987 70
9 Finance 1035.648 1.145 91
10 Trade & Service 883.943 2.056 143
No Code Prev Close Change %
1 UNIT 248 310 62 25.00
2 TCPI 700 875 175 25.00
3 DYAN 64 78 14 21.88
4 AIMS 202 246 44 21.78
5 OKAS 222 270 48 21.62
6 SRSN 59 70 11 18.64
7 RBMS 141 164 23 16.31
8 DPNS 350 396 46 13.14
9 GEMA 276 310 34 12.32
10 CNTX 530 590 60 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MLPT 910 690 -220 -24.18
2 YPAS 725 605 -120 -16.55
3 PEGE 173 149 -24 -13.87
4 SKYB 310 270 -40 -12.90
5 INCF 146 129 -17 -11.64
6 MGRO 422 380 -42 -9.95
7 NICK 141 127 -14 -9.93
8 TOPS 955 865 -90 -9.42
9 KBLV 515 470 -45 -8.74
10 TNCA 186 170 -16 -8.60
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 705 660 -45 -6.38
2 MSIN 505 490 -15 -2.97
3 BBRI 2,970 2,970 0 0.00
4 RBMS 141 164 23 16.31
5 IMAS 2,960 2,880 -80 -2.70
6 TLKM 4,020 3,940 -80 -1.99
7 KREN 725 715 -10 -1.38
8 INKP 19,900 19,525 -375 -1.88
9 PGAS 1,685 1,640 -45 -2.67
10 DYAN 64 78 14 21.88