Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:42 WIB. BPPT - BPPT ingatkan desain teknologi LRT perlu uji coba lapangan. 
  • 18:29 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo akan uji coba 700 Mhz untuk mitigasi bencana alam.
  • 18:27 WIB. Twitter - Twitter catat 1,3 juta cuitan saat Debat Pilpres 2019.
  • 18:25 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis gim pesaing PUBG dan Fortnite.
  • 18:24 WIB. Asus - Asus tunda penjualan smartphone gaming ROG di Indonesia.
  • 18:23 WIB. Oppo - Oppo R17 pro sudah bisa pakai fitur kamera 3D.
  • 14:28 WIB. KIMA - Kemenperin dorong perluasan kawasan industri Makassar hingga 1.000 ha.
  • 14:27 WIB. Pajak - Babel terapkan pembayaran pajak melalui aplikasi Bukalapak.com.

Pemkot Mataram Segera Cabut Moratorium Pendirian Retail Modern

Foto Berita Pemkot Mataram Segera Cabut Moratorium Pendirian Retail Modern
Warta Ekonomi.co.id, Mataram -

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mencabut kebijakan moratorium pendirian retail modern yang telah diberlakukan sejak 2017.

Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menuturkan bahwa berdasarkan kajian dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), retail modern masih dimungkinkan untuk dibuka pada beberapa titik.

Namun demikian, Mohan yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Mataram belum dapat merinci secara pasti, titik mana saja yang masih memungkinkan untuk diberikan izin operasional retail modern.

"Untuk rincian pastinya, saya belum mendapatkan laporan tertulis dari Balitbag," ujarnya di Mataram, Sabtu (31/3/2018).

Akan tetapi, sambungnya, ketentuan terhadap izin operasional retail modern tetap berpegang pada komitmen aturan awal, yakni tidak boleh masuk ke jalan-jalan lingkungan serta memiliki jarak minimal 100 meter dari pasar tradisional.

"Tujuannya agar keberadaan retail modern tidak mematikan usaha kecil di sekitarnya ataupun pedagang yang ada di pasar tradisional," katanya.

Menurutnya, ketentuan tersebut bukan berarti pemerintah kota ingin mematikan pembangunan investasi di Kota Mataram, melainkan mengatur agar tercipta persaingan usaha yang sehat.

"Kami ingin menata investor agar bisa berinventasi dengan aman dan nyaman, tanpa ada protes dari warga sekitar," katanya.

Di sisi lain, Mohan juga mengingatkan kepada para investor agar dalam berinvestasi dapat mengurus dan memenuhi berbagai persyaratan sebelum membangun maupun mulai beroperasional.

Jangan sampai terjadi sebaliknya, beroperasional terlebih dahulu kemudian mengurus persyaratan serta izin usaha dan lainnya. Hal itu dimaksudkan juga agar pengeluaran izin retail modern sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang ada.

"Jika terjadi sebaliknya, kami tidak akan tolerir sebab semua harus sesuai dengan standar dan atuan," katanya.

Tag: Mohan Roliskana, retail, moratorium retail

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56