Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:01 WIB. IHSG - Akhiri sesi II, IHSG menguat 0,27% ke level 6.468,56. 
  • 15:38 WIB. HIM - Darmin sarankan Hari Indonesia Menabung jatuh di setiap awal bulan. 
  • 15:35 WIB. Garam - Kurangnya kemampuan petani garam dalam penuhi kebutuhan industri jadi alasan tingginya angka impor garam ke Indonesia. 
  • 15:34 WIB. Fintech - Hingga tahun 2018, OJK dan Kemenkominfo sudah menutup ratusan fintech bermasalah. 
  • 15:31 WIB. HIM - Pemerintah bersama Bank Indonesia dan OJK akan inisiasikan Hari Indonesia Menabung. 
  • 15:29 WIB. Jamkrindo Syariah - Jamkrindo Syariah menargetkan pendapatan penjaminan langsung naik 50%.
  • 15:29 WIB. DTA - Inalum tanam pohon melalui program rehabilitasi lahan kritis di daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba. 
  • 15:28 WIB. PGE - Pertamina Geothermal Energy menargetkan kapasitas terpasang panas bumi 1.057 MW di 2025.
  • 15:27 WIB. Pertamina Internasional EP - Pertamina Internasional menargetkan pendapatan hingga US$1,4 miliar dengan EBITDA sebesar US$698 juta.
  • 15:27 WIB. Pertamina Internasional EP - Pertamina Internasional EP menyiapkan investasi US$174 juta.
  • 15:26 WIB. Limbah - Biaya pengolahan limbah B3 sepanjang tahun 2018 mencapai US$4,23 juta. 
  • 15:26 WIB. Inflasi - Pengamat prediksi inflasi di NTT pada triwulan II belum stabil.
  • 15:25 WIB. Charcoal - Sulbar ekspor 8.500 metrik ton Charcoal atau cangkang sawit ke Jepang.
  • 15:23 WIB. Ekonomi - BI khawatir mahalnya tarif pesawat ganggu perkembangan ekonomi Riau.
  • 15:22 WIB. Ekspor - Buah manggis asal Pandeglang siap diekspor ke China.

Pemprov Jabar Hibahkan 33 Hektar Lahan untuk Unpad Pangandaran

Foto Berita Pemprov Jabar Hibahkan 33 Hektar Lahan untuk Unpad Pangandaran
Warta Ekonomi.co.id, Pangandaran -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran menghibahkan lahan seluas 33 hektar untuk dijadikan kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran. 

Gunernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan pemberian hibah lahan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi perguruan tinggi di Jawa Barat. Pasalnya, selama ini di tatar pasundan sudah memiliki beberapa kampus berstandar internasional (World Class University) seperti Unpad, ITB dan IPB sehingga perguruan tinggi di jabar menjadi rebutan di Indonesia. 

"Jarang oramg Jabar mencari kampus di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Tapi seliruh masyarakat Indonesia mencari kampus di Jabar," kata Ahmad Heryawan kepada wartawan usai melakukan peletakan batu pertama kampus Unpad Pangandaran di Desa Cinta Ratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, Sabtu (31/3/2018)

Aher menjelaskan tingginya minat masyarakat di Indonesia untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Jawa Barat berdampak pada perebutan kursi kampus yang lebih ketat dibandingkan dengan beberapa provinsi lainnya sehingga secara tidak langsumg sedikit memggangu angka partisipasi pendidikan masyarakat Jabar.

Untuk itu, sebelumnya dibuatlah kebijakan merubah status perguruan tingi swasta menjadi negeri seperti Unsil Tasikmalaya, Unsika Karawang. 

Aher menyebutkan pada proses selanjutnya ada perubahan rencana yakni unuk perubahan status swasta menjadi negeri dihentikan terlebih dahulu dengan memunculkan program Pergurun Tinggi Di Luar Domisili (PDD) yang dirancang untuk 3 kampus diantaranya ITB di Cirebon, IPB (Sukabumi) dan Unpad (Pangandaran). 

"Perbedaannya lahan Unpad Pangandaran disediakan langsung oleh Pemkab pangandaran. Sedangkan, untuk proses pembangunan fisiknya ternyata IPB lebih dulu," ujarnya.

Gubernur Jabar menilai pembangunan Kampus Unpad di Pangandaran ini akan membuka peluang lebih terbuka bagi masyarakat. Pasalnya, pembangunan kampus tersebut terdapat campur tangan Pemerintah Daerah bersama dengan program Unpad Nyaah ka Jabar.

"Ada kuota afirmatif dari kampus Unpad sehingga wajar kalau kemudian masyarakat Jawa Barat lebih menikmati kampus Unpad tersebut," tutur Aher.

Pemprov Jabar secara masif akan terus membantu proses pembangunan kampus tersebut. Meskipun secara tanggung jawab pemdannaanya menjadi kewenangan pemerintah pusat dengan menggunakan dana APBN.

Selain pendanaan, Pemprov Jabar pun akan izin amdal khusus artinya perizinan tersebut berbeda dengan lainnya karena bangunan kampus Unpad Pangandaran ini didirikan di atas lahan gamping. Sehingga ke depanya setelah keluar izin amdal khusus maka proses pembangunan akan berlangsung cepat.

"Secara stimulan kita memgalokasikan dari Pemprov Jabar ke Pemkab Pangandaran mudah-mudahan ke depannya akan difalisitasi lebih lengkap lagi," ujar Aher.

Aher pun menrestui jika kedepannya ada usulan kampus tersebut berubah nama menjadi Universitas Pangandaran asalkan menempuh proses yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Saya kira setuju saja. Boleh jadi nanti konsepnya di spin off. Jadi sekarang dikelola dulu oleh kampus induknya yakni Unpad setelah bisa berdiri sendiri. Maka mereka bisa menjadi kampus mandiri," pungkasnya.

Tag: Ahmad Heryawan (Aher), Universitas Padjadjaran (Unpad)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29