Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:47 WIB. InSight - Pesawat antariksa InSight rekam hembusan angin di Mars. 

AP II Dorong Pendapatan dari Bisnis Digital

Foto Berita AP II Dorong Pendapatan dari Bisnis Digital
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Angkasa Pura II (Persero) mendorong sumber pendapatan (revenue streams) dari bisnis digital. AP II menargetkan lini bisnis baru tersebut memberi kontribusi sebesar 1% terhadap total pendapatan perseroan pada tahun ini.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menjelaskan pihaknya memiliki lima strategi untuk memperoleh pendapatan dari bisnis digital, yakni airport big data, airport e-commerce, airport e-payment, airport e-advertising, dan airport community. Ia optimis kelima strategi tersebut akan menjadi aliran pendapatan baru mengingat perseroan memiliki modal 105 juta lalu lintas penumpang (traffic passanger) per tahun.

"Bayangkan, kontribusi sebesar 1% dari target pendapatan sebesar Rp9,4 triliun pada tahun ini. Ini jumlah yang cukup besar. Apalagi, sebelumnya AP II tidak memiliki pendapatan sama sekali dari lini bisnis digital," katanya kepada Warta Ekonomi di Kantor AP II, beberapa waktu lalu.

Awaluddin menjelaskan airport big data berupaya untuk memonetasi big data yang dimiliki oleh perseroan. Adapun, airport e-commerce sangat potensial untuk dikembangkan karena terdapat sekitar 800 tenant yang berada di bandara-bandara kelolaan AP II. Ke-800 tenant tersebut mencakup tenant dalam kategori food and beverage, ritel, hingga duty free.

"Saya berikan contoh tenant Bakmi GM di Terminal 3 Bandara Soetta yang seharusnya di-unlock sehingga orang di Terminal 2 bisa makan siang Bakmi GM yang ada di Terminal 3. Jangan lupa, tenaga kerja di Bandara Soetta ini hampir 50.000 orang per hari. Di bandara ada banyak sekali tenaga kerja karena airport never sleep. Jadi, kita harus meng-unlock potensi airport e-commerce," paparnya.

Saat ini AP II telah melakukan kolaborasi dengan beberapa pelaku e-commerce dan perusahaan startup untuk mengoptimalkan potensi airport e-commerce tersebut. Beberapa perusahaan yang sudah diajak berkolaborasi seperti Go-Jek dan Grab.

Pria yang pernah menjabat posisi Direktur Enterprise & Business Service di Telkom Indonesia ini mengatakan pihaknya berupaya mentransformasi transaksi di bandara menjadi noncash transaction seperti e-money dan QR code. Saat ini tercatat transaksi di bandara masih didominasi oleh transaksi tunai. Kemudian ia akan memanfaatkan platform multiscreen untuk mendorong potensi airport e-advertising.

"Advertising di bandara saat ini cuma single screen, padahal kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghadirkan advertising di medium multiscreen," ujarnya.

Terakhir, ia sedang mengembangkan airport community lewat program Airport ID. Ia mengatakan akan menggabungkan data membership dan komunitas berbasis maskapai dan memberikan ID kepada penumpang berbasiskan airport.

Perlu diketahui, pada tahun 2018 AP II menargetkan pendapatan sebesar Rp9,4 triliun atau tumbuh 17,6% apabila dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,2 triliun. Selain itu, perseroan membidik jumlah lalu lintas penumpang sebanyak 119 juta orang pada tahun ini.

Tag: PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21