Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Prabowo - Jangan sampai pembakaran bendera tauhid disuruh kelompok tertentu.
  • 16:07 WIB. BBMD - Bank Mestika selenggarakan edukasi keuangan bagi guru YP Tarbiyatul. 
  • 16:06 WIB. BFIN - APT menuntut BFIN berikan deviden senilai Rp1,2 triliun.
  • 15:56 WIB. Bursa - Obligasi SMFP04ACN2 milik SMF dengan nilai emisi Rp327 miliar jatuh tempo pada 23/10/2018. 
  • 15:56 WIB. Bursa - Efek PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk akan resmi tercatat di BEI pada 31/10/2018 dengan kode emiten CAKK.
  • 15:50 WIB. Bursa - SBSN seri PBS-02O mulai diperdagangkan di BEI hari ini.
  • 15:45 WIB. BDMN - RUPST nyatakan Dadi Budiana telah efektif menjabat sebagai Direktur BDMN.
  • 15:28 WIB. Kadin - Kadin apresiasi kerja sama ekonomi Papua-Madang.
  • 15:27 WIB. Ayam - Harga daging ayam di Jayapura Rp60 ribu/ekor.
  • 15:26 WIB. Pariwisata - Menpar: pertumbuhan pariwisata RI tertinggi ke-9 di dunia.
  • 15:24 WIB. KEK - Pemprov Sumsel terus maksimalkan pembangunan KEK dan Pelabuhan Samudera Tanjung Api-Api.
  • 15:22 WIB. Udang - Pemkab Situbondo dorong masyarakat membudidayakan udang vaname skala rumah tangga.
  • 15:21 WIB. Sembako - Harga sembako di Kabupaten Sleman relatif stabil dan tidak terdampak oleh kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
  • 15:19 WIB. Ekspor - Kemendag menggenjot berbagai perjanjian perdagangan dengan negara lain sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja ekspor.
  • 15:18 WIB. Garam - Produksi garam di Kabupaten Probolinggo melimpah akibat musim kemarau panjang pada tahun 2018.

F5 Luncurkan Program Pelatihan bagi Profesional TI Lewat Metodologi DevOps

Foto Berita F5 Luncurkan Program Pelatihan bagi Profesional TI Lewat Metodologi DevOps
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

F5 Networks telah mengumumkan inisiatif Super-NetOps, yaitu sebuah program pelatihan pertama di Asia Pasifik yang bertujuan membantu perusahaan dan industri IT yang lebih luas agar lebih efektif menerapkan otomatisasi, meningkatkan kinerja, mengurangi kesenjangan keterampilan, dan membantu para profesional IT dalam menyampaikan fungsi operasi jaringan yang penting melalui metodologi DevOps.

Perkembangan lansekap ancaman dan lingkungan multicloud telah mendorong peningkatan permintaan akan layanan aplikasi untuk dihadirkan dengan cara yang lebih otomatis. Kebutuhan akan efisiensi yang lebih besar di dalam infrastruktur IT ini telah menciptakan kesenjangan di antara para profesional yang ahli di bidang teknologi fundamental dan teknologi baru. Hal utama inilah yang telah diidentifikasi oleh perusahaan sebagai penghambat menuju kesuksesan.

"Ketika berbicara dengan banyak pelanggan kami, ada satu kesamaan yang nyata, yaitu kesenjangan dalam hal praktik kerja dan kolaborasi antara tim NetOps dan DevOps," ujar Adam Judd, Senior Vice President, Asia Pasifik, Cina, dan Jepang, F5 Networks.

Adam menjelaskan karena kebutuhan akan layanan IT melampaui kemampuan pendekatan manual yang berbasis fungsi, F5 berkomitmen untuk menjawab tantangan ini secara langsung, dan membantu industri bertumbuh dengan tool dan skill (SDM) yang tepat.

Program global Super-NetOps F5 bertujuan memberikan kombinasi antara keterampilan jaringan esensial dan jaringan baru kepada para peserta. Tujuannya untuk mentransformasi komunitas operasi jaringan (NetOps) agar memfasilitasi kolaborasi yang lebih kuat dengan para pengembang (DevOps) dan mendorong peralihan dari praktik-praktik manual yang berbasis tugas untuk mencapai tingkat otomatisasi yang lebih baik, perbaikan yang berkesinambungan, dan pengembalian investasi bisnis.

Telah diuji coba dengan ratusan pelanggan F5, kursus ini telah terstruktur secara khusus untuk mengatasi permasalahan silo operasional dan mengurangi waktu ke layanan dari hitungan hari ke hitungan menit, sekaligus memastikan bahwa aplikasi memenuhi standar kepatuhan (compliance), kebijakan, dan kinerja yang dibutuhkan.

Program Super-NetOps dari F5 disampaikan melalui suatu kombinasi antara pembelajaran video dan sesi-sesi praktik lab secara langsung. Program pelatihan ini hadir di Asia Pasifik dengan pendekatan lokal yang disesuaikan dengan keunikan budaya dari masing-masing wilayah.

Inisiatif tersebut hadir seiring pemerintah di seluruh wilayah Asia Pasifik tengah menerapkan kebijakan untuk mengurangi kesenjangan dalam beberapa bidang keterampilan tertentu. Misalnya, ketika anggaran pendidikan pemerintah Indonesia meningkat dua kali lipat pada 2018 menjadi Rp444,1 triliun dari Rp208 triliun pada 2009. Peningkatan ini karena pemerintah terus mengupayakan agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia kompeten pada hard dan soft skill.

Dalam beberapa bulan mendatang, F5 akan meluncurkan kurikulum yang diperluas, termasuk berbagai metodologi penerapan otomatis yang berfokus pada keamanan untuk peran DevSecOps yang tengah berkembang. Topik-topik lain yang akan dibahas mencakup kerangka bahasa aplikasi dan perangkat bantu toolchain otomatisasi dari pihak ketiga.

"Ketika mayoritas perusahaan di Asia Pasifik berniat memperluas penawaran produk dan layanan digital mereka hingga tahun 2020, keahlian operasi jaringan menjadi semakin penting daripada sebelumnya, terutama karena perusahaan mencari aplikasi-aplikasi yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih aman," kata Judd.

"Kondisi masa depan akan serba otomatis dan tidak ada sosok yang lebih tepat untuk mengotomatisasi jaringan selain para insinyur dan arsitek yang mengatahui bagaimana menjaga laju ekonomi internet," kata Judd lagi.

Tag: F5 Networks, Adam Judd

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: F5 Networks

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,074.00 4,032.94
British Pound GBP 1.00 19,818.76 19,620.15
China Yuan CNY 1.00 2,204.27 2,182.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,284.00 15,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,804.26 10,693.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,949.96 1,930.55
Dolar Singapura SGD 1.00 11,068.95 10,958.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,521.58 17,341.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.92 3,634.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,578.54 13,439.91

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5840.435 3.144 610
2 Agriculture 1570.332 -4.068 20
3 Mining 1918.413 8.447 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.577 0.126 70
5 Miscellanous Industry 1252.288 -2.704 45
6 Consumer Goods 2470.043 -1.914 49
7 Cons., Property & Real Estate 411.035 1.920 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1064.616 17.661 70
9 Finance 1050.751 -3.316 91
10 Trade & Service 788.480 -4.485 147
No Code Prev Close Change %
1 MINA 472 585 113 23.94
2 MPRO 254 314 60 23.62
3 IBFN 324 400 76 23.46
4 BCAP 135 159 24 17.78
5 DART 250 294 44 17.60
6 UNIC 3,400 3,930 530 15.59
7 SKYB 138 159 21 15.22
8 LPGI 3,550 4,050 500 14.08
9 SHIP 950 1,065 115 12.11
10 MYTX 126 138 12 9.52
No Code Prev Close Change %
1 NICK 159 140 -19 -11.95
2 MAYA 8,150 7,275 -875 -10.74
3 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
4 PBSA 770 690 -80 -10.39
5 INCF 125 114 -11 -8.80
6 JKON 505 466 -39 -7.72
7 BMAS 368 340 -28 -7.61
8 MMLP 530 490 -40 -7.55
9 INCI 610 565 -45 -7.38
10 VINS 96 89 -7 -7.29
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 362 18 5.23
2 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
3 KPIG 135 138 3 2.22
4 PGAS 2,270 2,340 70 3.08
5 ISAT 2,680 2,840 160 5.97
6 PTBA 4,540 4,610 70 1.54
7 PNLF 286 288 2 0.70
8 FREN 99 105 6 6.06
9 BBCA 23,375 23,150 -225 -0.96
10 WSKT 1,540 1,600 60 3.90