Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:10 WIB. Pertamina - Dalam rangka hari Kartini, Pertamina beri diskon elpiji jenis bright gas. 
  • 18:26 WIB. Cawapres - Sandiaga jalani pemeriksaan darah dan urine. 
  • 18:25 WIB. BMW - Ratusan ribu mobil di China ditarik oleh produsennya, BMW. 
  • 14:51 WIB. Lenovo - Lenovo Z6 Pro bisa motret foto 100 MP.
  • 14:49 WIB. Indosat - Indosat sebar internet pakai infrastruktur langit.
  • 14:48 WIB. Xiaomi - Xiami siapkan smartphone bertenanga Snapdragon 855 dengan kamera pop-up yang akan dirilis akhir tahun.
  • 14:47 WIB. Huawei - Huawei resmi pasarkan P30 di Indonesia.
  • 14:47 WIB. Hoaks - Hoaks serang KPU meningkat pascapemilu.
  • 14:46 WIB. Pemilu 2019 - KPU salah input, netizen teriak #SaveOurDemocracy.

Tekanan Inflasi di Sumut Karena Bahan Makanan

Tekanan Inflasi di Sumut Karena Bahan Makanan - Warta Ekonomi
WE Online, Medan -

Kepala Bank Indonesia Wilayah Sumut, Arief Budi Santoso mengatakan, pada Maret 2018, inflasi Sumatera Utara tercatat sebesar 0,56% (mtm). Realisasi ini tercatat lebih tinggi dibandingkan historis inflasi pada bulan Maret selama 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar 0,22% (mtm) dan lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Nasional sebesar 0,20% (mtm). 

"Tekanan terhadap inflasi Sumatera Utara terutama berasal dari komoditas bahan makanan. Secara spesial, inflasi terjadi di seluruh kota sampel IHK di Sumatera Utara," katanya, Selasa (3/4/2018). 

Dikatakannya, inflasi tertinggi tercatat di kota Sibolga sebesar 0,79% (mtm), disusul oleh kota Medan, Padangsidimpuan dan Pematangsiantar yang masing-masing sebesar 0,61% (mtm), 0,33% (mtm) dan 0,17% (mtm). Berdasarkan realisasi tersebut, inflasi tahun kalender Sumatera Utara tercatat sebesar 0,36% (ytd) sementara inflasi tahunan tercatat sebesar 3,91% (yoy).

"Sumber tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok volatile food (VF) yang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,23% (mtm) dan memberikan andil inflasi sebesar 0,42%. Realisasi inflasi VF ini jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 3,44% (mtm) dan rata-rata historis selama 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar -0,49% (mtm)," ujarnya.

Inflasi komoditas VF terutama didorong oleh komoditas cabai merah dengan inflasi 20,91% mtm dan andil inflasi 0,59% (mtm). Meskipun mengalami surplus produksi, namun sebagian besar cabai merah dijual ke luar provinsi sehingga mengganggu pasokan di Sumatera Utara. Secara tahunan, inflasi VF tercatat 7,14% (yoy), sedikit dibawah rata-rata inflasi tahunan bulan Maret 3 tahun terakhir sebesar 7,45% (yoy).

"Di sisi lain, tekanan inflasi inti/core (C) tercatat mereda dari 0,28% (mtm) pada bulan Februari menjadi 0,18% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,09% (mtm). Realisasi ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata historis 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar 0,32% (mtm). Tekanan inflasi inti terutama didorong oleh inflasi mobil sebesar 0,56% (mtm), mengindikasikan perbaikan daya beli masyarakat," katanya.

Sementara itu kelompok administered prices (AP) mengalami inflasi sebesar 0,22% (mtm) dengan memberikan andil 0,06% (mtm). Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,08% (mtm) dan rata-rata historis 3 tahun terakhir yang deflasi 0,49% (mtm). Laju inflasi AP yang tinggi bersumber dari komoditas bensin yang mengalami inflasi 0,97% (mtm) dan memberikan andil inflasi 0,04% (mtm). 

"Hal ini disebabkan kenaikan harga bahan bakar Pertalite dan Solar non-subsidi masing-masing sebesar Rp200 per liter per tanggal 24 Maret 2018," ujarnya.

Ke depan, tekanan inflasi pada tahun 2018 diperkirakan tetap terjangkar pada sasarannya yaitu 3,5±1%. Koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia di level provinsi maupun Kabupaten Kota dalam mengendalikan inflasi akan terus diperkuat terutama sebagai antisipasi meningkatnya inflasi volatile food.

Tag: Bank Indonesia (BI), Arief Budi Santoso, Inflasi

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Vicky Fadil

Foto: Khairunnisak Lubis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10