Portal Berita Ekonomi Kamis, 26 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:53 WIB. Facebook - Total pendapatan Facebook di kuartal I 2018 lebih tinggi dari perkiraan para analis yang sebesar US$11,41 miliar.
  • 15:52 WIB. Facebook - Sepanjang kuartal I 2018, total pendapatan Facebook capai US$11,97 miliar (Rp166 triliun).
  • 15:51 WIB. Bukalapak - Bukalapak gandeng mahasiswa zaman now berbisnis online.
  • 15:51 WIB. Samsung - Gempur pasar, pengiriman Samsung Duo Galaxy S9 capai 8 juta unit sebulan.
  • 15:51 WIB. Facebook - Pengguna aktif bulanan Facebook di seluruh dunia meningkat ke angka 2,2 miliar atau tumbuh 13% dari tahun sebelumnya.
  • 15:05 WIB. Callind - Aplikasi chatting bernama Callind dibuat oleh Novi Wahyuningsih, gadis Kebumen.
  • 15:04 WIB. Telkom - Kasus anomali satelit Telkom 1 dianggap tuntas.
  • 15:04 WIB. Hacker - Symantec umumkan telah berhasil mengidentifikasi hacker baru yang dijuluki Orangeworm.
  • 15:03 WIB. Amazon - Amazon kembangkan robot asisten rumah tangga berbasis Alexa.
  • 15:02 WIB. Smartphone - Sebanyak 70% pengguna smartphone gemar berbagi video.
  • 15:01 WIB. WhatsApp - WhatsApp dikabarkan akan blokir pengguna yang usianya di bawah 16 tahun.
  • 15:01 WIB. Netflix - Netflix berencana tambah utang US$1,5 miliar (sekitar Rp20,8 triliun) untuk memperkaya konten video orisinalnya.
  • 13:05 WIB. Honor - Flash sale ketiga Honor 9 Lite digelar di Shopee hari ini, Kamis (26/4/2018).
  • 12:54 WIB. Xiaomi - Mi 6X hadir dalam pilihan warna merah, gold, rose gold, biru, dan hitam.
  • 12:53 WIB. Xiaomi - Mi 6X versi RAM 6 GB/ROM 128 GB dibanderol 1.999 yuan atau sekitar Rp4,3 juta.

Pemerintah Berencana Tambah Utang Hampir Rp400 Triliun

Foto Berita Pemerintah Berencana Tambah Utang Hampir Rp400 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan pemerintah menarik utang didasari adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

"Utang pemerintah ini tidak pernah berdiri sendiri. Yang artinya, utang itu selalu ada karena kebutuhan belanjanya ada. Jadi, pemerintah tidak pernah berutang tanpa ada kebutuhannya," kata Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko  Kementerian Keuangan, Schneider Siahaan dalam diskusi yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) di Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Ia menambahkan bahwa kebijakan utang juga perlu dilakukan karena penerimaan negara lebih kecil dibandingkan pendapatan dari perpajakan. Dalam APBN 2018 dirancang belanja Rp2.220,7 triliun dengan pendapatan Rp1.894,7 triliun.

"Sehingga ada defisit sekitar 2,19% dari PDB atau sekitar Rp325,9 triliun. Akan tetapi, pemerintah berencana menambah utang sekitar Rp399,2 triliun dimana Rp65,7 triliun di antaranya untuk investasi. Investasi ini untuk membangun infrastruktur," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mul­yani Indrawati meminta semua pihak mendudukkan masalah utang pemerintah dalam konteks yang komprehensif karena utang hanya salah satu instrumen kebijakan dalam pengelolaan keuangan negara dan perekonomian. Sikap ini diperlukan agar masyarakat dan elite politik tidak terjangkit histeria dan kekhawatiran berlebihan yang bisa menyebabkan kondisi tidak produktif.

"Kecuali kalau memang tujuan mereka yang selalu menyoroti masalah utang adalah untuk membuat masyarakat resah, ketakutan, dan menjadi panik serta untuk kepentingan politik tertentu. Upaya politik destruktif seperti ini sungguh tidak sesuai dengan semangat demokrasi yang baik dan membangun," ujar Sri Mulyani.

Menurut Menkeu, menyoroti instrumen utang tanpa melihat konteks besar dan upaya arah kebijakan pemerintahan akan memberikan kualitas analisis dan masukan yang tidak lengkap dan bahkan dapat menyesatkan.

Seperti diketahui, utang pemerintah Indonesia dalam tiga tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Dari Rp3.165,13 triliun pada 2015 menjadi Rp3.466,96 triliun di 2017. Peningkatan utang terus berlanjut, hingga Februari 2018 lalu telah menembus Rp4.034,8 triliun atau setara dengan rasio 29,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Tag: Utang Luar Negeri (ULN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Schneider Siahaan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6079.850 -149.785 575
2 Agriculture 1691.011 -31.360 19
3 Mining 1877.346 -42.097 44
4 Basic Industry and Chemicals 781.433 -8.162 70
5 Miscellanous Industry 1242.763 -22.004 44
6 Consumer Goods 2488.443 -60.680 45
7 Cons., Property & Real Estate 491.788 -8.964 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.061 -14.195 64
9 Finance 1074.721 -45.611 90
10 Trade & Service 933.441 -9.438 134
No Code Prev Close Change %
1 KOBX 189 254 65 34.39
2 ABBA 64 81 17 26.56
3 SHID 1,310 1,550 240 18.32
4 MTSM 274 324 50 18.25
5 PEGE 322 370 48 14.91
6 AUTO 1,640 1,860 220 13.41
7 BBRM 91 100 9 9.89
8 KBLV 484 530 46 9.50
9 ARTO 160 174 14 8.75
10 BSSR 2,580 2,800 220 8.53
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 145 123 -22 -15.17
2 CITA 700 600 -100 -14.29
3 DPNS 450 388 -62 -13.78
4 LCGP 81 70 -11 -13.58
5 BIMA 118 102 -16 -13.56
6 GHON 1,400 1,215 -185 -13.21
7 MLPT 800 700 -100 -12.50
8 PTIS 394 346 -48 -12.18
9 BINA 630 560 -70 -11.11
10 BWPT 296 270 -26 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,490 3,310 -180 -5.16
2 AUTO 1,640 1,860 220 13.41
3 BBCA 22,925 21,750 -1,175 -5.13
4 BMRI 7,725 7,150 -575 -7.44
5 IKAI 575 565 -10 -1.74
6 TAXI 132 133 1 0.76
7 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31
8 BHIT 107 105 -2 -1.87
9 BMTR 565 560 -5 -0.88
10 AISA 605 590 -15 -2.48