Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Jatim - Gubernur Jatim luncurkan buku liberalisasi ekonomi.

Pemprov Sumsel Gandeng Badan Usaha Peduli Pembangunan Daerah

Foto Berita Pemprov Sumsel Gandeng Badan Usaha Peduli Pembangunan Daerah
Warta Ekonomi.co.id, Palembang -

Provinsi Sumsel menggandeng Badan Usaha peduli pembangunan daerah guna mendorong optimalisasi penerimaan daerah dan menggali potensi kehilangan penerimaan daerah. 

Sekda Sumsel Nasrun Umar mengatakan untuk itu Sumsel Provinsi Sumsel, KPK RI menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Penerimaan Daerah di Auditorium Bina Praja, Selasa (3/4/2018).

Rakor yang dibuka Sekda Sumsel Nasrun Umar ini merupakan lanjutan Rakor Pembahasan Rencana Aksi Sektor Sumber Daya Alam yang digelar KPK RI, dimulai kemarin. 

Menurut Nasrun, kegiatan ini mestinya menjadi momentum perbaikan, pengembangan dan pembangunan instrumen yang dibutuhkan untuk penyempurnaan tata laksana sistem pemungutan dan pengelolaan terhadap semua penerimaan daerah.

"Dengan rakor ini permasalahan lintas sektoral dapat diminimalisir dan yang lebih penting adalah minimnya koordinasi dapat lebih ditingkatkan," jelasnya.

Menurut Sekda selama ini masih banyak potensi yang tidak tergali atau kehilangan penerimaan daerah dari berbagai sektor yang disebabkan belum terintegrasinya data dan informasi antar lembaga atau instansi.

Selain itu belum juga maksimalnya pengawasan dalam pemungutan dan penerimaan daerah mauoun penagihan piutang. "Selain itu belum maksimalnya peraturan yang ada untuk memastikan wajib pajak memenuhi kewajibannya," terang Nasrun.

Atas dasar permasalahan itu pula pemerintah daerah perlu membuat sistem pemungutan dan pengelolaan daerah, sehingga memaksimalkan penerimaan dan pengawasan. hal ini penting untuk mengingatkan bahwa peranan pajak sebsgai sumber utama pembiayaan daerah dalam APBD, semakin besar dari tahun ke tahun.

Lebih jauh dikatakan Nasrun, pajak memiliki peran penting untuk membangun daerah dan mendukung jalannya pemerintahan. Selain itu pajak juga digunakan sebagai instrumen untuk menstimulasi perekonomian yang berujung pada kesejahteraan rakyat.

"Melalui kesempatan ini saya mengajak semua elemen terkait agar dapat mensinergikan program optimalisasi  penerimaan daerah, khususnya pajak," jelasnya.

Kegiatan ini juga diharapkan tidak saja dapa mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada tapi juga mencarikan solusinya agat mampu mendorong peningkatan realisasi penerimaan daerah.

"Yang paling penting juga buat badan usaha sadar akan kewajibannya terhadap pajak dan juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah," jelasnya.

Di tempat yang sama Koordinator Wilayah II Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK, Adlinsyah M. Nasution mengatakan Rakor ini penting guna menekan tindak pidana korupsi atau kebocoran demi menuju pemerintahan yang baik.

Potensi ini lanjut Adlinsyah jika dibiarkan bisa berujung dan mengarah ke korupsi. Untuk itula KPK hadir ke level ini agar potensi ini bisa digali agar penerimaan daerah lebih optimal.

"Kita bicara perbaikan sistem, kenapa KPK harus masuk ke level ini karena potensi kebocoran  besar. Kita tidak hanya masuk ke Sumsel tapi juga provinsi lain. Haraoan kita pencegahan ini nanti bisa berjalan mengalir baik data dari Pemprov, ke Kabupaten dan kota juga. Kita bukan mencari kesalahan tapi ini demi kebaikan," jelasnya.

Menurut Adlinsyah sejauh ini yang banyak mereka temukan banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi tapi tidak membayar pajak. Di sinilah peran pihaknya menjadi trigger agar mereka yang memiliki kewajiban pajak memenuhi kewajibannya.

"Kita dorong bersama pengendaliannya. Kita gelar Korsupgah secara terbuka di semua provinsi. Bukan untuk menakuti, tapi kami jadi mata dan telinga KPK di daerah. Kalau memang tidak bisa dicegah barulah ada penindakan," tutupnya.

Tag: Nasrun Umar, Palembang

Penulis: Irwan Wahyudi

Editor: Vicky Fadil

Foto: Irwan Wahyudi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46