Portal Berita Ekonomi Rabu, 25 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:38 WIB. BNI - BNI dukung penuh pagelaran International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2018).
  • 15:27 WIB. BUMN - Chairul Tanjung nyatakan pemerintah tidak cukup andalkan BUMN untuk bangun infrastruktur.
  • 14:40 WIB. Lenovo - Laptop tipis Ideapad 720S dijual Rp15,499 juta.
  • 14:39 WIB. Media Sosial - MUI imbau masyarakat bijak bermedia Sosial.
  • 14:36 WIB. Lenovo - Lenovo dan AMD berkolaborasi menciptakan produk laptop tipis Ideapad 720S yang didukung prosesor AMD Ryzen seri 5 2500U dan 7 27000U.
  • 14:35 WIB. Huawei - Huawei Nova 2 Lite dibanderol Rp2.599.000.
  • 14:35 WIB. Xiaomi - Peluncuran Xiaomi Mi 7 dikabarkan bakal ditunda hingga kuartal ketiga 2018.
  • 14:34 WIB. Spotify - Pengguna Spotify kini bisa langganan harian dan mingguan.
  • 14:34 WIB. Instagram - Tak kapok kasus Facebook, Instagram malah bagikan data pengguna.
  • 14:34 WIB. WhatsApp - WhatsApp bakal blokir pengguna di bawah 16 tahun.
  • 10:14 WIB. Yaman - PBB: serangan udara empat hari tewaskan 45 warga sipil di Yaman.
  • 10:12 WIB. Taliban - Empat orang polisi tewas oleh serangan Taliban di Afghanistan.
  • 10:04 WIB. WhatsApp - Usia pengguna WhatsApp di Uni Eropa minimal 16 tahun.
  • 09:57 WIB. Saudi - Arab Saudi akan bangun Kota Hiburan untuk saingi Disney.
  • 09:55 WIB. Cambridge - Facebook terancam krisis akibat skandal Cambridge Analytica.

Kemenhub: Ojek Tak Jamin Keselamatan

Foto Berita Kemenhub: Ojek Tak Jamin Keselamatan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Perhubungan menjelaskan alasan mengapa ojek tidak menjadi angkutan umum karena ada dua aspek yang menjadi pertimbangan, yaitu aspek keselamatan dan aspek ekonomi.

"Mengapa secara pribadi saya tidak setuju ojek sebagai angkutan umum, karena pertama dari aspek keselamatan dan kedua aspek ekonomi," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihrdjo pada "Pressbackground Deregulasi, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha, Pemanfaatan Aset, Pelayanan Terpadu Satu Atap" di Kemenhub, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Dari aspek keselamtan, dia menjelaskan, ojek tidak menjamin aspek itu mulai dari hal yang paling dasar, yaitu perlindungan dari cuaca.

"Angkutan umum masih melindungi penumpangnya dari badan mobil atau kendaraan itu, kalau ojek `kan itu rentan panas dan hujan," ucapnya.

Dengan tidak adanya perlindungan dari kendaraan itu sendiri, lanjut dia, akan sangat berbahaya karena tubuh penumpang bisa berbenturan langsung dengan benda keras, seperti aspal.

Kedua dari aspek ekonomi, Sugihardjo menjelaskan semakin kecil suatu angkutan, maka variabel biaya operasionalnya semakin besar.

"Dalam sistem transportasi, semakin kecil transportasi semakin mahal biayanya, misalnya, PPD Mayasari itu 100, turun lagi metromini 175, mikrolet 350," paparnya.

Sebagai contoh, dia menjelaskan di Papua harga barang masih mahal karena biaya logistiknya tinggi dan itu disebabkan pesawat yang bisa mengangkut hanya pesawat kecil dengan kapasitas terbatas.

"Makanya landasan pacunya diperpanjang agar bisa ada pesawat yang lebih besar masuk," ucapnya.

Dia mengatakan sebagaimana sejak awal, ojek hanya lah sebagai angkutan komplementer, artinya ketika angkutan umum sudah lewat dari jam operasi.

"Seperti ketika saya waktu muda dulu naik gunung 'kan tidak ada angkutan yang sama pos pendakian, kemudian ketika saya pulang malam tidak ada angkot, naik ojek," katanya.

Namun, lanjut dia, ketika jumlahnya sudah membeludak tetap harus diatur dan dalam hal ini, Kemenhub tidak bisa menentukan standar tarif karena tidak ada dalam payung hukum, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

"Mungkin bisa dicari solusinya dari sisi ketenagakerjaan, karena di Kemenhub tidak ada payung hukumnya. Bisa dicari unsur siapa yang memberi upah, siapa yang memberi perintah," ujarnya.

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Ojek Online

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Hafit Yudi Suprobo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6229.635 -78.513 575
2 Agriculture 1722.371 6.370 19
3 Mining 1919.443 -33.172 44
4 Basic Industry and Chemicals 789.595 -7.216 70
5 Miscellanous Industry 1264.767 -18.889 44
6 Consumer Goods 2549.123 -61.872 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.752 -5.526 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1087.256 11.099 64
9 Finance 1120.332 -20.452 90
10 Trade & Service 942.879 -0.426 134
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 OASA 248 310 62 25.00
3 BIMA 97 118 21 21.65
4 RAJA 665 805 140 21.05
5 PTIS 328 394 66 20.12
6 GHON 1,185 1,400 215 18.14
7 NAGA 216 248 32 14.81
8 MLPT 710 800 90 12.68
9 CNTX 570 640 70 12.28
10 BPFI 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 BUVA 585 474 -111 -18.97
2 INPS 2,600 2,150 -450 -17.31
3 KDSI 1,010 910 -100 -9.90
4 SONA 3,100 2,800 -300 -9.68
5 RODA 550 500 -50 -9.09
6 TAXI 144 132 -12 -8.33
7 DEFI 1,095 1,005 -90 -8.22
8 BINA 685 630 -55 -8.03
9 HELI 258 238 -20 -7.75
10 CARS 1,950 1,820 -130 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 RAJA 665 805 140 21.05
3 AUTO 1,545 1,640 95 6.15
4 BBRI 3,580 3,490 -90 -2.51
5 UNVR 50,800 48,000 -2,800 -5.51
6 TKIM 9,725 9,950 225 2.31
7 BAPA 171 180 9 5.26
8 TLKM 3,750 3,830 80 2.13
9 UNTR 37,600 37,900 300 0.80
10 MNCN 1,410 1,395 -15 -1.06