Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:54 WIB. Palestina - Israel tahan 15 warga Palestina di Tepi Barat.
  • 17:53 WIB. Rohingya - Indonesia terus pantau proses repatriasi Muslim Rohingya.
  • 17:45 WIB. Malaysia - Indonesia minta Malaysia bebaskan dua nelayan yang diculik di Sabah.
  • 16:10 WIB. PPI - Hingga saat ini ada sekitar 30-40 mitra yang membuka Warung PPI terutama di wilayah kota Purwokerto.
  • 16:09 WIB. PPI - PPI Purwokerto mengembangkan Warung PPI untuk dukung Gerakan Stabilisasi Harga Pangan.
  • 16:02 WIB. Instagram - Nilai Instagram menjulang 100 kali lipat menjadi US$100 miliar.
  • 16:02 WIB. Bulog - Bulog Sumbar mampu menyerap beras sebesar 10.900 ton.
  • 16:02 WIB. Fujifilm - Fujifilm siap-siap rilis kamera 100 megapixel.
  • 16:01 WIB. Apple - Apple rilis versi final macOS 10.14 Mojave.
  • 16:01 WIB. Google - Google resmi kenalkan fitur Stories ala Instagram.
  • 15:59 WIB. Indosat - Belum setahun jadi Dirut dan CEO Indosat, Joy Wahjudi lepas jabatannya.
  • 15:58 WIB. Bulog - Bulog Sumbar: penyerapan beras lebihi target 2018.
  • 14:39 WIB. Sandiaga - Soal isu selingkuh itu adalah fitnah.
  • 14:38 WIB. Gerindra - Tim sudah melaporkan situs fitnah Sandiaga ke Kepolisian.
  • 14:37 WIB. Gerindra - PSI harus berhati-hati dan memerhatikan nilai kemanusiaan jika tanggapi soal situs Sandiaga.

Tingkatkan Literasi Keuangan, BNI Asset Management Lakukan Ini

Foto Berita Tingkatkan Literasi Keuangan, BNI Asset Management Lakukan Ini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT BNI Asset Management (BNI-AM) gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan investasi reksa dana, baik dalam lingkungan BNI Group maupun kepada khalayak eksternal. Hal ini merupakan salah satu cara yang dilakukan BNI-AM dalam meningkatkan literasi keuangan sebagaimana yang diimbau oleh OJK bagi seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). 

Sebagai bagian dari sinergi BNI dan Perusahaan Anak (BNI Group), BNI-AM menyelenggarakan sosialisasi pentingnya perencanaan keuangan dan investasi di reksa dana sebagai persiapan masa depan yang lebih mapan kepada pegawai BNI Group. Dalam kesempatan ini BNI-AM bersinergi dengan BNI dan BNI Sekuritas sebagai agen penjual reksa dana.

Direktur Utama BNI-AM Reita Farianti optimis bahwa minat mahasiswa atau generasi milenial lainnya untuk berinvestasi di reksa dana akan meningkat di tahun 2018 ini.

"Kami berharap kaum milenial, terutama mahasiswa lebih cepat memahami investasi reksa dana dan saham, mempraktikkannya (berinvestasi) sebagai kebutuhan dan gaya hidup mereka karena murah dimulai dari Rp100.000 saja sudah dapat berinvestasi," kata Reita di Jakarta, Rabu (4/4/2017).

Selain itu, lanjutnya, berinvestasi di reksa dana juga memiliki tujuan jangka panjang sebagai bagian dari perencanaan keuangan melalui instrumen investasi yang bisa memberikan imbal hasil di atas nilai inflasi untuk mewujudkan kebutuhan di usia pensiun nanti.

Menurut Rieta, pihaknya memperkenalkan investasi reksa dana, baik kepada pegawai BNI Group generasi milenial maupun kepada pegawai BNI Group sebagai alumni dari 3 Universitas (UI, ITB, dan UGM) yang bekerja sama dengan BNI-AM dalam penerbitan Reksa Dana Endowment Fund.

Ia pun memberikan pejelasan mengenai instrumen Reksa Dana Endowment Fund di antaranya Reksa Dana BNI-AM Pendapatan Tetap Makara Investas , Reksa Dana ITB Harmoni-BNI AM, dan Reksa Dana BNI-AM UGM Progressive Balanced kepada pegawai BNI Group. 

Adapun produk tersebut merupakan hasil kerja sama BNI-AM dengan UI, ITB, dan UGM untuk mengembangkan Dana Abadi Universitas. 

Produk Reksa Dana Endowment Fund merupakan reksa dana yang sharing Management Fee atas pengelolaannya akan diberikan kepada Universitas sebesar 33% dari total fee pengelolaan sebesar 1%, dan dapat digunakan oleh pihak Universitas untuk mengembangkan Kampus, baik untuk kebutuhan riset, beasiswa bagi mahasiswa yang tidak mampu, maupun pemeliharaan dan pengembangan sarana dan prasarana kampus. Selain itu, para investor juga dapat berpartisipasi kembali untuk memberikan sebagian ataupun seluruh imbal hasilnya kepada Universitas melalui pilihan fitur-fitur investasi yang ditawarkan.

"Dengan berinvestasi di reksa dana jenis endowment fund ini, para pegawai BNI yang merupakan alumni dari ketiga universitas tersebut tidak hanya mendapatkan imbal hasil investasinya, tetapi juga memberikan sumbangsih kepada almamaternya. Jadi, ada misi sosial untuk berbakti kepada almamater," terangnya. 

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa melalui investasi Reksa Dana Endowmend Fund, pegawai BNI dapat memulai belajar untuk berinvestasi, mulai dari Rp100.000, dimana pegawai BNI Group dapat memilih kategori Investasi Reguler atau Platinum. 

"Untuk kategori Investasi Reguler, investor berhak atas seluruh unit penyertaan dan tetap mendapatkan seluruh hasil investasinya, sedangkan untuk kategori Investasi Platinum bersifat donasi dan hasilnya akan disumbangkan ke Universitas," jelas Reita.

Selain memperkenalkan Reksa Dana Endowment Fund, pada event tersebut BNI-AM juga memperkenalkan beberapa produk reksa dana unggulan, di antaranya Reksa Dana Indeks BNI30 sebagai salah satu jenis Reksa Dana pasif yang diluncurkan BNI-AM tahun 2017.

Investasi Reksa Dana BNI30 ini bertujuan mereplikasi dari kinerja Indeks 30 yang dikeluarkan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 30 saham emiten dengan nilai kapitalisasi terbesar dan terlikuid di BEI. Dengan memiliki Reksa Dana BNI30, investor seakan membeli masa depan Indonesia karena saham-saham yang masuk di Indeks 30 merupakan saham perusahaan berfundamental baik dari berbagai industri yang memiliki prospek positif.

Tag: PT BNI Asset Management (BNI AM), Reita Farianti, Literasi Keuangan, Reksa Dana

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,003.04 3,962.94
British Pound GBP 1.00 19,785.63 19,586.46
China Yuan CNY 1.00 2,189.41 2,167.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,013.00 14,863.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,929.46 10,818.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,921.15 1,901.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,996.92 10,886.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,662.79 17,480.37
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,628.96 3,588.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,297.61 13,161.25

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.271 -1.028 602
2 Agriculture 1571.300 11.861 20
3 Mining 1937.807 -4.617 46
4 Basic Industry and Chemicals 797.141 -2.349 71
5 Miscellanous Industry 1250.629 19.474 45
6 Consumer Goods 2442.698 -10.482 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.046 -0.791 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1018.723 3.718 69
9 Finance 1062.946 1.696 91
10 Trade & Service 813.079 -4.552 145
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 190 238 48 25.26
2 NIKL 3,480 4,330 850 24.43
3 DIGI 1,030 1,230 200 19.42
4 ABMM 1,680 2,000 320 19.05
5 TOTO 312 358 46 14.74
6 AIMS 176 200 24 13.64
7 BGTG 98 108 10 10.20
8 PNIN 1,030 1,125 95 9.22
9 AGRS 230 250 20 8.70
10 HDFA 129 140 11 8.53
No Code Prev Close Change %
1 INCF 168 125 -43 -25.60
2 ARTA 292 220 -72 -24.66
3 PANI 595 500 -95 -15.97
4 DSSA 14,475 12,350 -2,125 -14.68
5 INTD 284 244 -40 -14.08
6 LPLI 174 150 -24 -13.79
7 MREI 6,000 5,300 -700 -11.67
8 GDST 173 153 -20 -11.56
9 IPCM 450 402 -48 -10.67
10 PKPK 175 157 -18 -10.29
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 195 204 9 4.62
2 PNLF 236 250 14 5.93
3 UNTR 32,150 31,125 -1,025 -3.19
4 RAJA 520 540 20 3.85
5 PGAS 2,070 2,140 70 3.38
6 PNIN 1,030 1,125 95 9.22
7 DOID 720 770 50 6.94
8 KPIG 680 680 0 0.00
9 TRAM 214 222 8 3.74
10 ZINC 1,640 1,640 0 0.00