Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:36 WIB. Taliban - NATO: pernyataan negosiasi AS-Taliban disalahtafsirkan.
  • 19:35 WIB. Timur Tengah - Suriah rebut kembali wilayah yang diduduki Israel.
  • 19:34 WIB. Putin - Trump bela Putin soal tuduhan intervensi pemilu AS.
  • 19:33 WIB. Asian Games - Jokowi utus menteri undang pimpinan dua Korea ke Asian Games.
  • 19:32 WIB. Korea Selatan - Helikopter militer Korsel jatuh, lima orang tewas.
  • 19:31 WIB. WTO - AS ajukan 5 gugatan ke WTO.
  • 19:29 WIB. Gelombang Panas - PBB: 1,1 miliar orang hadapi risiko karena iklim panas.
  • 19:30 WIB. Afghanistan - Sepanjang 2018, sebanyak 363 anak di Afghanistan tewas.
  • 19:30 WIB. Korea Utara - Uni Eropa pertahankan sanksi untuk Korut.
  • 19:28 WIB. Amerika Serikat - Iran gugat AS ke pengadilan internasional.
  • 17:46 WIB. Bulog - Bulog Divre III Bojonegoro mengirim 6 ribu ton beras ke tiga provinsi.
  • 17:35 WIB. Pemilu - Wapres JK sebut menteri ikut Pileg ganggu kinerja kabinet.
  • 17:34 WIB. Pilpres - Eriko: PDIP tidak intervensi Jokowi tentukan cawapres.
  • 17:33 WIB. Nasional - Presiden Jokowi unggah vlog baru bersama "Bro Saddiq", Menpora Malaysia.
  • 17:33 WIB. Pemilu - Tjahjo Kumolo selesaikan tugas mendagri sesuai instruksi Megawati.

Pembangunan Jalur Ganda Tahap Awal Rel Kereta Api Capai Rp175 Miliar

Foto Berita Pembangunan Jalur Ganda Tahap Awal Rel Kereta Api Capai Rp175 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Sukabumi -

Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp175 miliar untuk pembangunan jalur ganda kereta api tahap awal dari Cigombong, Bogor hingga Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Untuk total anggaran yang kami siapkan pembangunan jalur ganda kereta api ini mencapai Rp1 triliun yang bersumber dari APBN," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela peninjauan lokasi pembangunan jalur ganda KA di Cicurug, Sukabumi, Rabu.

Menurutnya, untuk tahap awal ini pembangunan jalur ganda tersebut masih sekitar 10 persen. Memang ada beberapa hambatan seperti penertiban bangunan yanh berdiri di tanah negara milim PT Kereta ndonesia (KAI) sehingga memakan waktu.

Namun demikian, bangunan khususnya rumah warga yang berdiri di tanah negara tersebut pemiliknya sudah diberikan uang kerohiman bukan ganti rugi. Pemilik bangunan tidak mempermasalahkannya karena mereka sadar menempati tanah negara.

Selain melakukan pembangunan di lokasi tahap awal ini pihaknya juga melakukan engineering dari Cigombong-Cicurug karena lintasan tersebut merupakan daerah yang sangat terjal apalagi ada lahan yang kedalamannya hingga 11 sampai 12 meter.

Ditargetkan pembangunan jalur ganda tahap awal oni selesai pada Desember 2018 sehingga diharapkan bisa digunakan untuk melayani warga yang memanfaatkan moda transportasi darat ini.

"Keberadaan jalur ganda ini jelas akan mempersingkat waktu tempuh Sukabumi-Bogor dan Sukabumi-DKI Jakarta karena tidak terhambat kemacetan," tambahnya.

Budi mengatakan untuk gerbong yang akan digunakan akan bertambah yang biasanya hanya enam menjadi delapan gerbong. Selain itu, jadwal pemberangkatan kereta akan ditambah karena nantinya akan menggunakan beberapa lokomotif untuk melayani penumpang.

Pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan membantu proses pembangunan ini

Tag: PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5861.508 -43.650 597
2 Agriculture 1429.927 1.326 19
3 Mining 1993.546 -16.082 46
4 Basic Industry and Chemicals 767.037 -5.673 70
5 Miscellanous Industry 1164.985 -9.605 45
6 Consumer Goods 2425.201 -22.039 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.948 3.850 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.667 5.217 70
9 Finance 1019.771 -15.877 91
10 Trade & Service 879.792 -4.151 143
No Code Prev Close Change %
1 CANI 162 214 52 32.10
2 TCPI 875 1,090 215 24.57
3 OKAS 270 334 64 23.70
4 GSMF 102 126 24 23.53
5 FORU 125 146 21 16.80
6 TGRA 600 670 70 11.67
7 RODA 520 580 60 11.54
8 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 MARI 212 232 20 9.43
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 CSIS 590 444 -146 -24.75
3 CNTX 590 452 -138 -23.39
4 PTSN 252 222 -30 -11.90
5 MGRO 380 338 -42 -11.05
6 MINA 680 610 -70 -10.29
7 LPLI 182 164 -18 -9.89
8 ZINC 1,685 1,535 -150 -8.90
9 SRSN 70 64 -6 -8.57
10 ALKA 350 320 -30 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 660 496 -164 -24.85
2 BBRI 2,970 2,870 -100 -3.37
3 WSKT 1,845 2,030 185 10.03
4 PGAS 1,640 1,725 85 5.18
5 KREN 715 730 15 2.10
6 PTBA 4,240 4,380 140 3.30
7 ADRO 1,800 1,760 -40 -2.22
8 TKIM 13,675 13,400 -275 -2.01
9 AGRO 328 360 32 9.76
10 BMRI 6,550 6,325 -225 -3.44