Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:30 WIB. Hukum - Moeldoko tegaskan nasib kasus Rizieq ada di tangan Jokowi.
  • 09:29 WIB. Politik - Fadli Zon yakin alumni 212 tetap dukung Prabowo.
  • 09:29 WIB. Pilpres - Cak Imin akan temui Ketum Golkar bahas Pilpres.
  • 09:29 WIB. Politik - Politikus PDIP tak bicara Cawapres dengan Prabowo.
  • 09:28 WIB. Politik - Golkar tak persoalkan Cak Imin lobi Akbar Tanjung.
  • 09:28 WIB. Politik - PDIP minta politik di Masjid tidak memecah belah persatuan.
  • 09:27 WIB. Pilpres - KSPI tegaskan suara buruh tidak akan lari ke Jokowi.
  • 09:27 WIB. Politik - Amien Rais sebut Nawacita Jokowi jadi nawasengsara negara.
  • 09:26 WIB. Politik - PKS sebut Jokowi ajak PKS berkoalisi.
  • 09:26 WIB. Politik - PDIP: Jokowi pemimpin yang bangun persaudaraan.
  • 09:25 WIB. Politik - Fadli Zon galang dukungan bentuk pansus TKA.
  • 08:27 WIB. Nokia - Nokia X6 diprediksi bakal dibanderol sekitar US$255 hingga US$285 atau setara di rentang Rp3,5 juta ke atas.
  • 08:26 WIB. XL Axiata - XL Axiata pede hadapi trafik tinggi saat mudik dan liburan 2018.
  • 08:25 WIB. Nokia - HMD Global dikabarkan akan bangkitkan kembali Nokia¬†X6 yang dibekali kamera ganda.
  • 08:22 WIB. Xiaomi - Bos Xiaomi Lei Jun¬†menjanjikan perusahaannya akan membatasi laba bersih untuk penjualan hardware sebesar 5%.

Kenaikan Utang Aman Sepanjang untuk Belanja Produktif

Foto Berita Kenaikan Utang Aman Sepanjang untuk Belanja Produktif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bahana Sekuritas menilai kenaikan utang yang terjadi saat ini bukanlah hal yang mengancam bagi kestabilan perekonomian Indonesia. Justru sebaliknya, kenaikan utang perlu diimbangi dengan meningkatnya belanja produktif pemerintah, khususnya untuk infrastuktur, sektor pendidikan, dan kesehatan. 

"Dengan rasio utang terhadap PDB yang masih lebih rendah dibanding negara lainnya, pemerintah masih perlu meningkatkan belanja infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan karena ketiga hal ini menjadi modal dasar bagi keberhasilan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia untuk jangka menengah-panjang," kata Kepala Riset dan Strategis Bahana Andri Ngaserin di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Andri mengatakan, pekerjaan yang produktif tidak akan tercapai tanpa ditunjang oleh tingkat pendidikan dan kesehatan yang lebih maju dan sesuai dengan kebutuhan. Tanpa ketersediaan jalan, pelabuhan dan bandara yang memadai untuk kebutuhan bisnis menyebabkan biaya untuk berusaha atau berinvestasi di Indonesia akan jauh lebih mahal dibanding negara lain yang pada akhirnya bisa mempengaruhi minat investasi asing untuk masuk ke Indonesia. 

"Kalau dibandingkan dengan negara tetangga lainnya di Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, rasio utang Indonesia terhadap PDB masih lebih rendah dibanding Malaysia yang tercatat sebesar 56%, Thailand sebesar 42%, Filipina sebesar 35%, dan bahkan Singapura tercatat sebesar 111%. Singapura dengan rasio utang yang besar mampu membangun infrastruktur yang jauh lebih baik dibanding negara lainnya di Asia Tenggara, demikian juga halnya Malaysia dan Thailand," paparnya.

Hingga tahun lalu, pemerintah telah membangun 794 km jalan, 9,072 m jembatan, 618,3 km jalur kereta, dan menyelesaikan pembangunan 3 bandara. Untuk memajukan pendidikan, pemerintah telah membagikan 19,8 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP), memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 8 juta pelajar dan memberikan beasiswa kepada 364.400 orang. Untuk memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat, pemerintah telah membagikan Kartu Indonesia Sehat kepada 92,1 juta orang.

Dalam anggaran 2018, pemerintah meningkatkan belanja infrastruktur menjadi Rp410,7 triliun dari tahun lalu sekitar Rp388,3 triliun yang akan digunakan antara lain untuk membangun 865 km jalan baru, 25 km jalan tol, 8,695 km jembatan. Penyelesaian pembangunan 8 bandara baru dan melanjutkan pembangunan LRT. 

Anggaran pendidikan naik menjadi Rp444,1 triliun dari tahun lalu sekitar Rp419,8 triliun yang akan digunakan antara lain untuk membagikan 19,7 juta KIP, 56 juta dana BOS, memberikan 401.500 beasiswa kepada mahasiswa, serta pembangunan dan rehabilitasi sekolah atau ruang kelas sekitar 61.200. 

Belanja kesehatana pada tahun ini naik menjadi Rp111 triliun dari alokasi belanja tahun lalu sebesar Rp104,9 triliun yang diperuntukkan antara lain menyediakan dan membagikan 92,4 juta Kartu Indonesia Sehat, menyediakan sarana fasilitas kesehatan yang berkualitas bagi 49 rumah sakit atau balai kesehatan. 

"Untuk bisa bersaing dalam perdagangan global saat ini, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas, semakin efisien, dengan tingkat biaya-biaya yang semakin rendah sehingga memiliki nilai tambah dibanding negara lainnya," jelas Andri.

Hal itu hanya bisa dicapai bila pemerintah mampu menyediakan infrastruktur yang memadai sehingga pada akhirnya roda perekonomian akan semakin kuat.

Tag: PT Bahana Sekuritas, Andri Ngaserin, Utang Luar Negeri (ULN)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5909.198 -170.652 575
2 Agriculture 1649.379 -41.632 19
3 Mining 1812.460 -64.886 44
4 Basic Industry and Chemicals 771.685 -9.748 70
5 Miscellanous Industry 1224.866 -17.897 44
6 Consumer Goods 2411.714 -76.729 45
7 Cons., Property & Real Estate 477.256 -14.532 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1039.703 -33.358 64
9 Finance 1040.444 -34.277 90
10 Trade & Service 909.909 -23.532 134
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 520 650 130 25.00
2 OASA 334 416 82 24.55
3 MREI 4,900 5,975 1,075 21.94
4 CSIS 462 560 98 21.21
5 AKSI 270 310 40 14.81
6 LCGP 70 79 9 12.86
7 BBRM 100 110 10 10.00
8 INAF 4,380 4,800 420 9.59
9 NIKL 3,890 4,200 310 7.97
10 MARI 1,400 1,500 100 7.14
No Code Prev Close Change %
1 JECC 6,200 4,960 -1,240 -20.00
2 MTSM 324 266 -58 -17.90
3 BIMA 102 84 -18 -17.65
4 INDR 1,430 1,205 -225 -15.73
5 CEKA 1,280 1,090 -190 -14.84
6 MBSS 735 635 -100 -13.61
7 SHID 1,550 1,350 -200 -12.90
8 IMAS 2,450 2,150 -300 -12.24
9 RIGS 248 218 -30 -12.10
10 HDFA 212 188 -24 -11.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,310 3,140 -170 -5.14
2 BMRI 7,150 6,775 -375 -5.24
3 TLKM 3,780 3,650 -130 -3.44
4 BBCA 21,750 21,350 -400 -1.84
5 UNVR 46,000 45,000 -1,000 -2.17
6 INKP 12,725 12,450 -275 -2.16
7 PTBA 3,270 3,060 -210 -6.42
8 ADRO 2,120 1,995 -125 -5.90
9 BBTN 3,560 3,190 -370 -10.39
10 TKIM 9,600 9,550 -50 -0.52