Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:40 WIB. Bakti - Bakti bukukan pendapatan Rp2,9 triliun.
  • 18:02 WIB. LRT - BPPT klaim Indonesia kuasai desain teknologi LRT.
  • 18:00 WIB. Mercedes - SUV baru Mercedes-Benz GLB bakal meluncur di Indonesia.
  • 17:57 WIB. Youtube - Youtube uji fitur rekomendasi unduh video.
  • 17:55 WIB. LRT - PT Inka siapkan empat trainset LRT pada Juni 2019.
  • 17:53 WIB. Snap - Petinggi Snap kembali hengkang.
  • 17:52 WIB. TKDN - Inka klaim TKDN kereta api capai 60%.
  • 17:51 WIB. Google - Google hapus aplikasi yang kumpulkan informasi data pengguna.
  • 16:12 WIB. E-Money - Bank Mandiri gandeng Shopee untuk jualan e-money di platform digital.
  • 16:12 WIB. Aplikasi - AksiBerbagi.com kembangkan aplikasi berbasis android dan IOS.
  • 16:12 WIB. Banding - PT Sasana Yudha Bhakti (SYB) dan PT Persada Bangun Jaya (PJB) ajukan banding atas keputusan PTUN Samarinda.
  • 16:12 WIB. Tambang - PTUN Samarinda kabulkan gugatan Tiwa Abadi soal izin usaha pertambangan di Kalimantan.
  • 16:01 WIB. IHSG  - Rabu sore, IHSG ditutup menguat 0,07% ke level 6.412,36. 
  • 14:11 WIB. Laba - Kuartal III 2018, PLN bukukan laba Rp9,6 triliun.
  • 14:09 WIB. Yodya Karya - Menteri Rini dorong Yodya Karya terus optimalkan aset demi genjot kinerja.

Kenaikan Utang Aman Sepanjang untuk Belanja Produktif

Foto Berita Kenaikan Utang Aman Sepanjang untuk Belanja Produktif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bahana Sekuritas menilai kenaikan utang yang terjadi saat ini bukanlah hal yang mengancam bagi kestabilan perekonomian Indonesia. Justru sebaliknya, kenaikan utang perlu diimbangi dengan meningkatnya belanja produktif pemerintah, khususnya untuk infrastuktur, sektor pendidikan, dan kesehatan. 

"Dengan rasio utang terhadap PDB yang masih lebih rendah dibanding negara lainnya, pemerintah masih perlu meningkatkan belanja infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan karena ketiga hal ini menjadi modal dasar bagi keberhasilan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia untuk jangka menengah-panjang," kata Kepala Riset dan Strategis Bahana Andri Ngaserin di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Andri mengatakan, pekerjaan yang produktif tidak akan tercapai tanpa ditunjang oleh tingkat pendidikan dan kesehatan yang lebih maju dan sesuai dengan kebutuhan. Tanpa ketersediaan jalan, pelabuhan dan bandara yang memadai untuk kebutuhan bisnis menyebabkan biaya untuk berusaha atau berinvestasi di Indonesia akan jauh lebih mahal dibanding negara lain yang pada akhirnya bisa mempengaruhi minat investasi asing untuk masuk ke Indonesia. 

"Kalau dibandingkan dengan negara tetangga lainnya di Asia Tenggara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia, rasio utang Indonesia terhadap PDB masih lebih rendah dibanding Malaysia yang tercatat sebesar 56%, Thailand sebesar 42%, Filipina sebesar 35%, dan bahkan Singapura tercatat sebesar 111%. Singapura dengan rasio utang yang besar mampu membangun infrastruktur yang jauh lebih baik dibanding negara lainnya di Asia Tenggara, demikian juga halnya Malaysia dan Thailand," paparnya.

Hingga tahun lalu, pemerintah telah membangun 794 km jalan, 9,072 m jembatan, 618,3 km jalur kereta, dan menyelesaikan pembangunan 3 bandara. Untuk memajukan pendidikan, pemerintah telah membagikan 19,8 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP), memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 8 juta pelajar dan memberikan beasiswa kepada 364.400 orang. Untuk memperbaiki tingkat kesehatan masyarakat, pemerintah telah membagikan Kartu Indonesia Sehat kepada 92,1 juta orang.

Dalam anggaran 2018, pemerintah meningkatkan belanja infrastruktur menjadi Rp410,7 triliun dari tahun lalu sekitar Rp388,3 triliun yang akan digunakan antara lain untuk membangun 865 km jalan baru, 25 km jalan tol, 8,695 km jembatan. Penyelesaian pembangunan 8 bandara baru dan melanjutkan pembangunan LRT. 

Anggaran pendidikan naik menjadi Rp444,1 triliun dari tahun lalu sekitar Rp419,8 triliun yang akan digunakan antara lain untuk membagikan 19,7 juta KIP, 56 juta dana BOS, memberikan 401.500 beasiswa kepada mahasiswa, serta pembangunan dan rehabilitasi sekolah atau ruang kelas sekitar 61.200. 

Belanja kesehatana pada tahun ini naik menjadi Rp111 triliun dari alokasi belanja tahun lalu sebesar Rp104,9 triliun yang diperuntukkan antara lain menyediakan dan membagikan 92,4 juta Kartu Indonesia Sehat, menyediakan sarana fasilitas kesehatan yang berkualitas bagi 49 rumah sakit atau balai kesehatan. 

"Untuk bisa bersaing dalam perdagangan global saat ini, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas, semakin efisien, dengan tingkat biaya-biaya yang semakin rendah sehingga memiliki nilai tambah dibanding negara lainnya," jelas Andri.

Hal itu hanya bisa dicapai bila pemerintah mampu menyediakan infrastruktur yang memadai sehingga pada akhirnya roda perekonomian akan semakin kuat.

Tag: PT Bahana Sekuritas, Andri Ngaserin, Utang Luar Negeri (ULN)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58