Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:04 WIB. Fintech - Ingat! Penyelenggara fintech tak boleh akses daftar kontak, gambar, dan informasi pribadi dari ponsel pengguna. 
  • 14:03 WIB. Fintech - Fintech P2P jadi alternatif pendanaan, namun masyarakat harus paham mendalam soal penyelenggaraan fintech.
  • 14:03 WIB. Fintech - Per 12/12/2018, jumlah fintech terdaftar berjumlah 78 penyelenggara. 
  • 14:03 WIB. Obligasi - Hari ini, BEI catatkan obligasi berkelanjutan I Angkasa Pura senilai Rp750 miliar.
  • 12:12 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,90% ke level 6.170,60 di akhir sesi I. 
  • 11:51 WIB. Fintech - OJK: Kredit fintech per Oktober 2018 mencapai Rp15,99 triliun.
  • 11:51 WIB. DIVA - DIVA ambil alih 40% saham PT Berkah Omega Sukses (BOS).
  • 11:51 WIB. Bayan Resources - Kangaroo Resources Limited resmi dimiliki 100% oleh Bayan Resources. 
  • 11:40 WIB. WhatsApp - WhatsApp sediakan tombol Group Call untuk iOS.
  • 11:39 WIB. Facebook - Facebook klaim eksekusi 1,5 miliar akun bodong.
  • 11:31 WIB. Instagram - Fitur anti-bullying Instagram dukung bahasa Indonesia.
  • 11:30 WIB. Rusia - Rusia diprediksi kejatuhan meteor tahun depan.
  • 11:29 WIB. Instagram - Instagram tes akun khusus untuk selebgram.
  • 11:28 WIB. Microsoft - Microsoft segera luncurkan aplikasi pesaing WhatsApp di Indonesia.

Jokowi: Indonesia Perlu Percepat Peningkatan Jumlah Entrepreneur

Foto Berita Jokowi: Indonesia Perlu Percepat Peningkatan Jumlah Entrepreneur
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia perlu mempercepat peningkatan jumlah "entrepreneur" untuk memajukan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

"Negara kita membutuhkan entrepreneur yang tiap tahun meningkat. Di negara maju standarnya kalau bikin entrepreneur itu sekitar 14 persen," kata Jokowi di sela sesi bersama Hipmi di tangga Istana Merdeka Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Kepala Negara menyebutkan angka entrepreneur di Indonesia saat ini baru sekitar 3,01 persen atau masih jauh dari angka ideal.

"Artinya perlu sebuah percepatan sehingga angka entrepreneur terutama entrepreneur muda, yang sekarang ada di samping-samping saya ini," kata Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menperin Airlangga Hartarto dan Mendag Enggartiato Lukita.

Menurut Jokowi, mereka harus mengajak rekan rekannya untuk terjun ke dunia bisnis sebab itu ada program "Hipmi go to school", "hipmi go to campus", "hipmi go to pesantren".

"Saya kira ini akan mempengaruhi anak anak muda untuk menyukai bidang kewirausahaan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan keluhan Hipmi di daerah. Ada proyek di daerah tetapi pengusaha lokal tidak dilibatkan.

"Ini yang mau saya luruskan, sata akan bahas dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kememterian BUMN, agar mereka memperbesar peluang bagi pengusaha di daerah sehingga pembangunan bermanfaat bagi semuanya," tuturnya.

Jokowi menyebutkan pengusaha di daerah bisa dilibatkan di proyek yang besar besar seperti jalan, jalan tol, bendungam, pembangunan bandara atau pelabuhan.

"Pengusaha di daesah harus dilibatkan terutama yang muda muda ini," katanya.

Presiden mengatakan akan segera mencari tahu penyebab pengusaha di daerah terutama pengusaha muda belum banyak dilibatkan.

"Itu yang nanti akan saya lihat kenapa tidak dilibatkan apakah mungkin kue yang terlalu besar, kemampuan dalam penyiapan peralatan berat atau pengalaman kerja yang kurang seperti pembangunan 'airport', pelabuhan kan perlu pengalaman, tapi dari cerita tadi, mereka punya kemampuan," imbuh Jokowi.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Entrepreneur

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40