Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:03 WIB. BI - Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di angka 5,25%.
  • 14:58 WIB. BTN Syariah - Aset UUS BTN Rp24,38 triliun per semester I 2018, naik 26,12% YoY dari Rp19,33 triliun.
  • 14:57 WIB. BTN Syariah - 70% pembiayaan UUS BTN pada semester 1 disokong oleh pembiayaan kepemilikan rumah.
  • 14:55 WIB. BTN Syariah - Pada semester I 2018, UUS BTN catat kenaikan laba bersih 15,02% YoY jadi Rp226,28 miliar.
  • 14:54 WIB. BRI - T-Cash siap menjadi mitra penyalur KUR BRI.
  • 14:53 WIB. BTN - Pada semester 1 2018, BTN himpun DPK Rp189,63 triliun naik 19,17% YoY.
  • 14:51 WIB. Apple - Tunduk pada China, Apple manut iCloud dikelola pemerintah.
  • 14:51 WIB. Vivo - Varian tertinggi NEX S dibanderol 4.998 yuan (sekitar Rp10,8 juta), sedangkan versi termurahnya dijual 3.898 yuan (sekitar Rp8,5 juta).
  • 14:49 WIB. Instagram - Instagram uji coba fitur remove follower.
  • 14:49 WIB. BTN - Genjot fee based income, BTN akan kembangkan bisnis money changer.
  • 14:47 WIB. Vivo - Vivo NEX dijual seharga 4.498 yuan atau sekitar Rp9,7 juta.
  • 14:37 WIB. BRI - BRI turut dukung film nasional, salah satunya film 22 Menit.
  • 14:34 WIB. Pertamina - Pertamina EP Asset 4 Field Cepu jaga pasokan gas yang diproses di CPP Gundih di Blora, Jateng.
  • 13:52 WIB. BNI - BNI libatkan Rumah Kreatif BUMN dalam Torch Relay di Yogyakarta.
  • 13:00 WIB. Samsung - Samsung dilaporkan akan meluncurkan ponsel lipat pada awal 2019. 

Jokowi: Indonesia Perlu Percepat Peningkatan Jumlah Entrepreneur

Foto Berita Jokowi: Indonesia Perlu Percepat Peningkatan Jumlah Entrepreneur
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia perlu mempercepat peningkatan jumlah "entrepreneur" untuk memajukan perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat.

"Negara kita membutuhkan entrepreneur yang tiap tahun meningkat. Di negara maju standarnya kalau bikin entrepreneur itu sekitar 14 persen," kata Jokowi di sela sesi bersama Hipmi di tangga Istana Merdeka Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Kepala Negara menyebutkan angka entrepreneur di Indonesia saat ini baru sekitar 3,01 persen atau masih jauh dari angka ideal.

"Artinya perlu sebuah percepatan sehingga angka entrepreneur terutama entrepreneur muda, yang sekarang ada di samping-samping saya ini," kata Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menperin Airlangga Hartarto dan Mendag Enggartiato Lukita.

Menurut Jokowi, mereka harus mengajak rekan rekannya untuk terjun ke dunia bisnis sebab itu ada program "Hipmi go to school", "hipmi go to campus", "hipmi go to pesantren".

"Saya kira ini akan mempengaruhi anak anak muda untuk menyukai bidang kewirausahaan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengungkapkan keluhan Hipmi di daerah. Ada proyek di daerah tetapi pengusaha lokal tidak dilibatkan.

"Ini yang mau saya luruskan, sata akan bahas dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kememterian BUMN, agar mereka memperbesar peluang bagi pengusaha di daerah sehingga pembangunan bermanfaat bagi semuanya," tuturnya.

Jokowi menyebutkan pengusaha di daerah bisa dilibatkan di proyek yang besar besar seperti jalan, jalan tol, bendungam, pembangunan bandara atau pelabuhan.

"Pengusaha di daesah harus dilibatkan terutama yang muda muda ini," katanya.

Presiden mengatakan akan segera mencari tahu penyebab pengusaha di daerah terutama pengusaha muda belum banyak dilibatkan.

"Itu yang nanti akan saya lihat kenapa tidak dilibatkan apakah mungkin kue yang terlalu besar, kemampuan dalam penyiapan peralatan berat atau pengalaman kerja yang kurang seperti pembangunan 'airport', pelabuhan kan perlu pengalaman, tapi dari cerita tadi, mereka punya kemampuan," imbuh Jokowi.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Entrepreneur

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5890.731 29.223 597
2 Agriculture 1448.636 18.709 19
3 Mining 2030.948 37.402 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.836 3.799 70
5 Miscellanous Industry 1171.537 6.552 45
6 Consumer Goods 2430.300 5.099 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.579 -0.369 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1090.068 16.401 70
9 Finance 1026.304 6.533 91
10 Trade & Service 871.072 -8.720 143
No Code Prev Close Change %
1 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
2 TCPI 1,090 1,290 200 18.35
3 DSSA 20,525 24,000 3,475 16.93
4 BTON 240 278 38 15.83
5 BNBR 70 81 11 15.71
6 NUSA 254 292 38 14.96
7 POLL 1,305 1,500 195 14.94
8 CSIS 444 505 61 13.74
9 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
10 MGRO 338 372 34 10.06
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 1,890 1,420 -470 -24.87
2 MFMI 845 640 -205 -24.26
3 OKAS 334 280 -54 -16.17
4 FORU 146 124 -22 -15.07
5 TRUK 496 424 -72 -14.52
6 RODA 580 505 -75 -12.93
7 PEGE 150 133 -17 -11.33
8 GSMF 126 112 -14 -11.11
9 CEKA 1,100 985 -115 -10.45
10 TIRA 157 141 -16 -10.19
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,850 -20 -0.70
2 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
3 PGAS 1,725 1,720 -5 -0.29
4 GSMF 126 112 -14 -11.11
5 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
6 TLKM 3,940 4,010 70 1.78
7 BKSL 107 105 -2 -1.87
8 WSKT 2,030 2,030 0 0.00
9 ADRO 1,760 1,865 105 5.97
10 PTBA 4,380 4,330 -50 -1.14