Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:35 WIB. Smartfren - Smartfren berencana menghentikan produksi ponsel Andromax pada pertengahan 2019.
  • 11:22 WIB. KPK - Melchias Markus Mekeng diperiksa atas kasus PLTU Riau-1.
  • 11:20 WIB. Farhat Abbas - Ulama yang ada di kubu Jokowi adalah ulama yang bersih dan lurus.
  • 11:20 WIB. Farhat Abbas - Jokowi-Ma'ruf lebih banyak didukung ulama ketimbang Prabowo-Sandi.
  • 11:20 WIB. Farhat Abbas - Jokowi sudah membuat Indonesia adil dan makmur.
  • 11:19 WIB. Farhat Abbas - Koalisi Indonesia Adil-Makmur bagi Prabowo-Sandi tidak cocok.
  • 10:59 WIB. CPNS - Portal SSCN.bkn.go.id bisa diakses pukul 13.00 WIB.
  • 10:58 WIB. Politik - Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah resmi jabat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018-2023.
  • 10:57 WIB. Politik - Zulkieflimansyah resmi mengantikan TGB sebagai Gubernur NTB.
  • 10:35 WIB. Rokok - Ditjen Bea Cukai menarget penerimaan cukai 2018 sebesar Rp149 triliun.
  • 10:33 WIB. Rokok - Cukai rokok jadi alternatif pemerintah untuk bayar defisit BPJS kesehatan.
  • 10:30 WIB. Pertamini - Membutuhkan modal puluhan juta rupiah guna membeli nozzle dan argo digital untuk usaha Pertamini.
  • 10:29 WIB. Pertamini - Tempat usaha Pertamini di Kab.Kudus mencapai 40-an unit, menurut Dinas Perdagangan setempat.
  • 10:27 WIB. Pertamini - Dinas Perdagangan Kudus kesulitan awasi Pertamini yang menjual BBM dengan nozzle.
  • 10:25 WIB. Impor - Impor kelompok mesin dan alat angkutan memberikan kontribusi terbesar terhadap impor Jambi, 44,49 persen.

Tiphone Bakal Terbitkan Obligasi Rp1,2 T di Juli

Foto Berita Tiphone Bakal Terbitkan Obligasi Rp1,2 T di Juli
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) berencana untuk melakukan penerbitan surat utang (obligasi) melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) sebesar Rp2 triliun di tahun ini. Pada tahap pertama, perseroan bakal mengincar dana obligasi senilai Rp1,2 triliun.

"PUB pertama Rp1,2 triliun totalnya Rp2 triliun. Pelaksanaannya itu di pertengahan tahun ini," ujar Direktur Keuangan Tiphone Mobile Indonesia Meijaty Jawidjaja di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, dana hasil penerbitan obligasi tahap pertama tersebut akan dialokasikan perseroan untuk melakukan pelunasan terhadap utang yang jatuh akan tempo. "Ini untuk refinance obligasi yang jatuh tempo Juli," terangnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan jika rasio utang perseroan masih sesuai dengan guidance yang ada.  Perseroan pun saat ini sedang menunggu hasil rating dari obligasi tersebut. Pada tahun lalu rating obligasi perseroan berada di posisi single A.

Selain untuk melakukan pembayaran utang, perseroan juga akan menggelontorkan dana hasil obligasi untuk memenuhi kebutuhan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar Rp50 miliar.

Dana tersebut dianggarkan perseroan guna melakukan pengembangan di anak usahanya di bidang financial technology (Fintech) yakni Tele Utama Nusantara (Teleshop).

Pasalnya, TeleShop akan menyediakan modal pinjaman peer to peer lending, untuk meningkatkan modal bagi pelaku UMKM, seperti warung-warung kecil, pedagang voucer, minimarket yang stand alone, pedagang kaki lima, dan koperasi.

"Dengan digital kita bisa terima pembayaran PLN, BPJS, asuransi dan lain-lain. Jadi, kita semacam kasir dengan aplikasi yang mudah. Aplikasi sudah meluncur sejak tahun ini. Melalui aplikasi TeleShop itu sudah bisa jadi perpanjangan tangan perbankan ke reseller. Ke depan nanti human ATM akan terjadi," ungkapnya.

Saat ini, TeleShop sudah memiliki 25.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Tiphone Mobile Indonesia memiliki 250.000 reseller aktif yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki 200 cabang, 400 outlet, dan 96 layanan service center.

Tag: PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE), Meijaty Jawidjaja

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,995.15 3,954.83
British Pound GBP 1.00 19,701.15 19,499.46
China Yuan CNY 1.00 2,185.58 2,163.70
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,983.00 14,833.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,745.81 10,632.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.90 1,890.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,914.99 10,799.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,497.15 17,319.01
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.72 3,575.94
Yen Jepang JPY 100.00 13,387.24 13,250.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16