Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Bakal Dibangun di Takalar

Foto Berita Pembangkit Listrik Tenaga Bayu Bakal Dibangun di Takalar
Warta Ekonomi.co.id, Takalar -

Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau PLTB segera dibangun di Kabupaten Takalar, Sulsel. Pembangunan PLTB Takalar merupakan yang ketiga di gerbang Kawasan Timur Indonesia. Sebelumnya, megaproyek serupa dibangun di Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Jeneponto yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan. 

Kepastian pembangunan PLTB di Takalar ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama alias MoU antara PLN dan Pemkab Takalar, belum lama ini. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Adapun dari kedua belah pihak diwakili langsung oleh Bupati Takalar, Syamsari Kitta dan GM PLN Sulselrabar, Bambang Yusuf. 

Gubernur Syahrul mengungkapkan pencanangan penyediaan listrik menggunakan energi terbarukan melalui proyek PLTB di Sidrap merupakan sebuah tantangan dan era baru dunia. Hal tersebut juga telah dicanangkan di negara-negara maju dalam memenuhi kebutuhan listriknya. 

"Apa yang kita lihat di Belanda, Jerman, Korsel dan ternyata di Sidrap juga sudah ada. Berikutnya juga di Jeneponto dan semoga Takalar," kata Gubernur Syahrul, dalam keterangan persnya, Jumat (6/4/2018). 

Ia berharap semua pembangunan PLTB di Sulsel berjalan mulus tanpa kendala. Termasuk perihal pembebasan lahan agar tidak bersoal pada belakangan hari. "Dengan ketersediaan listrik, maka akan menjadikan Takalar dapat menjadi area industri yang hebat," ucap Gubernur Sulsel dua periode tersebut. 

Kerjasama pembangunan PLTB Takalar diharapkan menjadi tonggak sejarah lahirnya budaya dalam pemenuhan kebutuhan listrik melalui energi terbarukan. Penyedian energi baru dan energi terbarukan wajib ditingkatkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing. 

PLN Sulselrabar telah mewujudkan energi berkeadilan melalui peningkatan ratio elektrifikasi. Dimana pada 2017 lalu, rasio elektrifikasi sebesar 97,18 persen dengan komposisi rasio desa kelistrikan di Sulsel sebesar 92,3 persen dan untuk Kabupaten Takalar, rasio elektrifikasinya sudah mencapai 100 persen. 

Kontribusi energi fosil, khususnya batubara dan diesel masih mencapai 50 persen dari total konsumsi energi Sulsel. Dengan pertumbuhan pemakaian listrik sebesar 8 persen dan pertumbuhan ekonomi 7,2 persen, maka meskipun sempat over kapasitas 200 MW, sekarang ini tinggal 70,7 MW. Dan jika tidak ada pembangkit baru, maka kemungkinan akan mengalami defisit listrik yang berujung pada pemadaman bergilir.

GM PLN Sulselrabar, Bambang Yusuf, mengungkapkan komitmen bersama dalam rangka pengembangan energi terbarukan dilakukan melihat potensi yang cukup besar di Kabupaten Takalar. Pada prinsipnya PLN sangat mendukung pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut. 

"Pada tahun 2025 ditargetkan komposisi energi terbarukan telah mencapai 23 persen. Sedangkan pada tahun 2017 lalu energi terbarukan sudah 12 persen," ungkapnya. 

Sementara itu, Bupati Takalar, Syamsari Kitta, mengatakan PLTB ini adalah pembangunan yang ramah lingkungan dan dapat menopang program pemerintah daerah. "Kita berharap dengan hadirnya listrik ini dapat menopang program besar Pemerintah Takalar. Ini ditunjang melalui ketersediaan energi terbarukan," imbuhnya.

Tag: Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), Sulawesi Selatan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Syahrul Yasin Limpo

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Pemprov Sulsel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00