Portal Berita Ekonomi Sabtu, 22 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:50 WIB. Pertamina - IEW mengapresiasi Pertamina dalam menambah cadangan minyak lewat eksplorasi.
  • 08:48 WIB. AP I - AP I akan mengembangkan bandara sesuai kearifan lokal.
  • 08:46 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah targetkan 8.000 nasabah baru dalam International Islamic Expo.
  • 08:39 WIB. BUMN - Pefindo: total outstanding obligasi BUMN hingga Agustus 2018, termasuk sukuk, mencapai Rp251,8 triliun. 
  • 08:37 WIB. INKA - INKA membutuhkan sekitar Rp1,6 triliun untuk membangun pabrik pembuatan kereta api di Desa Ketapang, Banyuwangi.
  • 08:36 WIB. WKE - WKE memberikan pinjaman dana secara tunai kepada WSE sebesar Rp12 mliar.
  • 08:33 WIB. ADHI - ADHI bakal mengerjakan pembangunan MUI Eureka Tower senilai Rp400 miliar.
  • 08:32 WIB. ADHI - Perolehan kontrak baru ADHI di akhir Agustus 2018 didominasi bisnis konstruksi dan energi 89,9%, sisanya properti.
  • 08:30 WIB. ADHI - Adhi Karya telah mengantongi kontrak baru senilai Rp8,91 triliun hingga akhir Agustus 2018.
  • 07:55 WIB. Gempa - BMKG mengatakan gempa di Palu tidak berpotensi tsunami.
  • 07:54 WIB. Gempa - BMKG: gempa berada di sembilan kilometer Barat Laut Palu - Sulteng dengan kedalaman 10 kilometer.
  • 07:53 WIB. Gempa - Menurut BMKG, lokasi gempa Kota Palu terletak di 0.83 Lintang Selatan (LS) dan 119.83 Bujur Timur (BT).
  • 07:50 WIB. Gempa - Kota Palu diguncang gempa 5,1 SR.
  • 21:45 WIB. INKA - INKA mulai membangun pabrik pembuatan kereta api di Banyuwangi pada November 2018.

Pertamina Diminta Cek Penanganan Pipa Bocor di Penajam

Foto Berita Pertamina Diminta Cek Penanganan Pipa Bocor di Penajam
Warta Ekonomi.co.id, Penajam -

Penanganan kebocoran pipa penyalur minyak di RT 04 Kelurahan Nenang sudah selesai ditangani. Namun, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, meminta PT Pertamina (Persero) mengecek ulang untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran pipa di titik lainnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar saat ditemui di Penajam, Minggu (8/4/2018), meminta Pertamina melakukan pengecekan ulang tehadap penanganan kebocoran pipa penyalur minyak mentah mengantisipasi adanya kebocoran di titik yang lain.

Penanganan kebocoran pipa penyalur minyak mentah milik Pertamina yang terjadi pada Kamis (5/4/2018) sudah selasai dilakukan, sedangkan proses penutupan kebocoran pipa penyalur minyak mentah selesai pada Sabtu (7/4/2018) sekitar pukul 19.00 WITA.

Galian bekas mencari kebocoran pipa penyalur minyak mentah di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam itu baru dilakukan pada Minggu (8/4/2018) siang ada sedkit muncul gelembung kecil. Namun, menurut petugas Pertamina, itu merupakan sisa minyak yang menempel di tanah.

Tohar mengingatkan Pertamina untuk melakukan identifikasi dan merespons lebih cepat setiap kejadian yang terjadi di lapangan.

"Pertamina harus cepat dan tanggap setiap kejadian, khususnya yang berkaitan dengan kebocoran pipa penyalur minyak mentah dan gas," tegasnya.

Dampak penanganan kebocoran pipa penyalur minyak mentah yang lamban, katanya, membuat belasan warga mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah.

"Dua warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum daerah karena mengalami gangguan pernapasan," ungkapnya.

Selain itu, kebocoran pipa penyalur minyak mentah tersebut berdampak pada tambak, belat milik masyarakat, mencemari Sungai Besar Nenang, dan merusak ekosistem lainnya.

Kebocoran pipa penyalur minyak mentah di kawasan RT 04 Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam itu, katanya, menjadi pelajaran, khususnya Pertamina karena berdampak luas bagi masyarakat dan ekosistem sekitar.

"Warga RT 06, RT 07, dan RT 08 Kelurahan Nenang terdampak pencemaran minyak berupa bau yang menyengat dan lingkungan tercemar minyak mentah," jelasnya. (FNH/Ant)

Tag: PT Pertamina (Persero), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22