Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. BNI - BNI Singapura┬ámencatat laba tumbuh 21% menjadi US$7,2 juta sampai semester I-2018.
  • 06:35 WIB. BNI - BNI Singapura┬ámencatat pembiayaan dan trade financing untuk ekspor┬ásenilai US$550 juta pada kuartal III-2018.

IHSG Terkoreksi Jadi Peluang Tingkatkan Investasi

Foto Berita IHSG Terkoreksi Jadi Peluang Tingkatkan Investasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bank Commonwealth menilai bahwa prospek investasi pada kelas aset ekuitas merupakan pilihan yang objektif untuk investasi reksa dana sepanjang April ini. Hal tersebut berdasarkan pertimbangan data-data domestik yang secara keseluruhan cukup positif dan potensi ekonomi Indonesia yang bertumbuh lebih baik tahun ini berdasarkan riset lembaga keuangan global terkemuka seperti IMF dan World Bank. 

Pasalnya, pasca mengalami rally yang cukup panjang pasca terkoreksi ketika Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) memenangkan Donald Trump di akhir 2016, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali terkoreksi cukup signifikan sejak Maret lalu.

Faktor utama yang membuat pasar ekuitas terkoreksi adalah akibat faktor eksternal dari luar negeri yang memberikan dampak pada negara lainnya. Salah satunya adalah isu proteksionisme yang semakin nyata membuat pelaku pasar melakukan sell off pada aset ekuitas.

Kebijakan Presiden AS Donald Trump untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium sebesar 25% dan 10% serta menaikkan tarif impor produk-produk dari Tiongkok memberikan sentimen negatif pada pelaku pasar global. AS yang selama ini dikenal sebagai pelopor perdagangan bebas beralih menutup diri dengan melakukan tindakan proteksionisme. Dengan ekonomi dunia yang sudah semakin terintegrasi, salah satunya melalui perdagangan, risiko dari perang dagang ini dapat memberikan dampak yang nyata pada turunnya ekspor dan naiknya inflasi pada negara yang terlibat pada perang dagang tersebut.

Positifnya, Indonesia sebagai negara yang tidak mengandalkan ekspor pada perekonomiannya memiliki risiko yang lebih kecil terjebak dalam risiko perang dagang tersebut. Berdasarkan data World Bank 2016, ekspor Indonesia memberikan kontribusi 19% pada Produk Domestik Bruto (PDB), relatif kecil bila dibandingkan dengan Malaysia 68% dan Thailand 69%.

Di sisi lain, data dalam negeri saat ini menunjukkan impor Indonesia meningkat selama 2018. Hal ini merupakan indikasi positif atas meningkatnya permintaan konsumsi. Data lainnya seperti penjualan semen nasional yang meningkat 7,8% (year on year) pada Februari lalu turut memperkuat indikasi tersebut.

"Dengan mempertimbangkan data-data tersebut dan kondisi IHSG serta koreksi yang terjadi, saat ini merupakan peluang untuk para nasabah meningkatkan porsi alokasi investasi di ekuitas," kata Ivan Jaya, Head of Wealth Management & Retail Digital Business Bank Commonwealth dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (9/4//2018).

Menurutnya, dalam mendampingi nasabah untuk meningkatkan investasinya, Bank Commonwealth memiliki layanan investasi reksa dana yang dapat dimonitor melalui Internet Banking dan Mobile Banking serta Dynamic Model Portfolio

Dynamic Model Portfolio merupakan layanan wealth management yang didesain untuk mengikuti pasar yang makin dinamis dan dapat mengoptimalkan imbal hasil investasi nasabah. Dynamic Model Portfolio akan mengumpulkan berbagai informasi pasar, memilah mana yang paling relevan untuk setiap nasabah berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi mereka, kemudian memberikan saran terkait penempatan portofolio asetnya. 

"Nasabah bisa menggerakkan asetnya secara dinamis, tidak harus sama dengan proporsi investasi yang ditentukan di awal. Investasi disesuaikan tidak hanya berdasarkan profil risiko nasabah, namun juga risiko pasar ke depannya. Lewat Dynamic Model Portfolio, kami ingin melayani nasabah kami dengan layanan wealth management yang mampu membantu mereka memahami realita pasar yang dinamis daripada hanya statis terpaku pada teori semata," tutupnya. 

Tag: PT Bank Commonwealth, Ivan Jaya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Investasi

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading