Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:03 WIB. EPL - Newcastle United 1 vs 2 Wolverhampton Wanderers
  • 09:03 WIB. Gaikindo - Gaikindo usul mobil listrik impor dulu sebelum rakit lokal.
  • 08:58 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi Mix versi 5G mulai tersedia awal 2019 mendatang di sejumlah negara Eropa.
  • 08:36 WIB. Gim - Gim legendaris Crash Team Racing bakal dibuat ulang dan bisa online.
  • 08:33 WIB. Uber - Uber diam-diam ajukan IPO.
  • 08:22 WIB. Xiaomi - Akhirnya Xiaomi Mi A1 cicipi Android Pie.
  • 07:54 WIB. Huawei - Bos Huawei terancam dihukum puluhan tahun penjara. 
  • 07:53 WIB. XL - XL hadirkan layanan internet unlimited. 
  • 07:50 WIB. Grab - Grab rilis sejumlah fitur baru untuk pengemudi dan sopir. 
  • 07:49 WIB. Nissan - Nissan larang Ghosn masuki apartemen pribadi di Brasil. 
  • 07:47 WIB. InSight - Pesawat antariksa InSight rekam hembusan angin di Mars. 

Menkes Akan Kaji Ulang Metode Mengobati Ala Dokter Terawan

Foto Berita Menkes Akan Kaji Ulang Metode Mengobati Ala Dokter Terawan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mempertimbangkan badan Health Technology Assesment (HTA) di bawah Kemenerian Kesehatan untuk menilai Digital Substraction Aniogram (DSA) yang dilakukan dokter Terawan Agus Putranto.

"Bahwa IDI mengatakan akan memberikan namanya 'Health Technology Assesment, penilaian teknologi kesehatan, yang di bawah Kemenkes. HTA di Kementerian kesehatan adalah komite, yang nanti diketuai oleh, ada nanti seseorang dan para pakar," kata Nila di lingkungan Istana Keperesidenan Jakarta, Senin.

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyerahkan penilaian DSA yang dilakukan oleh Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Suoebroto Terawan Agus Putranto kepada Kemenkes. Dokter Terawan diketahui melakukan terapi cuci otak melalui DSA untuk terapi penyakit stroke iskemik maupun kronik.

Namun Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) memerikan rekomendasi untuk menghentikan sementara atau memecat dr Terawan selama satu tahun serta mencabut rekomendasi izin praktik karena karena dianggap melanggar kode etik. Metode tersebut dinilai belum memiliki landasan ilmiah.

"Saya belum mendapat surat resmi dari IDI, tapi memang sudah mendengar," tambah Nila.

Menurut Nila, HTA di Kementerian Kesehatan adalah tim untuk kendali mutu dan kendali biaya untuk pemanfaatan dari jaminan kesehatan nasional.

"Jadi misalnya, ada satu teknologi misalnya memang dinilai oleh HTA, apakah ini memang bermanfaat dan biayanya bisa dikendalikan untuk JKN. HTA ini bisa dilakukan di profesi atau di rumah sakit," ungkap Nila.

Sehingga menurut Nila, HTA tidak harus dilakukan oleh Kemenkes.

"Jadi mereka masing-masing bawa HTA ini untuk penilaian bahwa alat ini bermanfaat dan sebagainya, itu bukan selalu harus di Kemenkes dan hanya untuk JKN. Ini sudah ada Perpres dan turunannya Permenkes dan PMK," tambah Nila.

Ia pun masih mempertimbangkan apakah komite HTA dari Kemenkes berhak untuk menilai metode DSA dokter Terawan.

"Itu dulu yang mau saya selesaikan. karena yang dinilai di HTA Kemenkes adalah sesuatu yang memang untuk manfaat dari JKN, apakah ini masuk tidak di JKN? Kalau tidak ya..." ungkap Nila tidak melanjutkan kalimatnya.

Cara kerja DSA yaitu dengan memasukkan kateter berukuran kecil dengan panjang sekitar satu meter ke dalam pembuluh darah dari paha hingga menuju otak.

Kemudian melalui komputer khusus akan terlihat bagian-bagian pembuluh yang mengalami penyempitan dan hal tersebut dimaksudkan untuk diagnostik pasien

Tag: Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Nila Djuwita Farid Moeloek

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21