Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:52 WIB. CPO - Gapki mencatat harga rata-rata CPO sekitar US$653,6 per metrik ton sepanjang Mei 2018.
  • 06:51 WIB. Gapki - Gapki masih optimistis ekspor minyak sawit tidak akan menurun dibandingkan tahun lalu.
  • 06:49 WIB. Aprobi - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menyarankan pemerintah fokus menggenjot penggunaan B20.
  • 06:47 WIB. SMF - SMF menargetkan penjualan EBA-SP ritel mencapai Rp40 miliar-Rp50 miliar.
  • 06:44 WIB. PNBN - Bank Panin mencatat laba bersih tumbuh tipis 1,5% menjadi Rp1,35 triliun pada semester I-2018.
  • 06:40 WIB. PNBN - Bank Panin mencatat rasio kredit bermasalah gross berada di posisi 3,01% pada Juni 2018.
  • 06:39 WIB. PNBN - Bank Panin membukukan total kredit Rp147,96 triliun pada semester I-2018.
  • 05:34 WIB. Bekraf - Bekraf meluncurkan program Orbit 2018 untuk mengembangkan industri fesyen di Tanah Air.
  • 18:25 WIB. 1MDB - Malaysia harap dana dari korupsi 1MDB bisa dipulihkan.
  • 18:27 WIB. Nuklir - AS: Denuklirisasi Korut tidak bisa rampung dalam 1 tahun.
  • 18:28 WIB. TKI - RI-Brunei sepakat MoU perlindungan TKI selesai akhir tahun.
  • 18:27 WIB. ISIS - WNI terduga ISIS di Malaysia akan dipulangkan ke Indonesia.
  • 18:25 WIB. Palestina - Abbas: UU Yahudi Israel tak surutkan perjuangan Palestina.
  • 18:23 WIB. Catalonia - Spanyol batalkan surat perintah penangkapan bagi separatis Catalonia.
  • 18:23 WIB. Suriah - Kelompok teror serahkan ladang minyak ke rezim Assad.

Participating Interest Blok Masela Diserahkan ke Pusat

Foto Berita Participating Interest Blok Masela Diserahkan ke Pusat
Warta Ekonomi.co.id, Kupang -

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan keputusan soal pembagian participating interest (PI) tentang Blok Masela, antara NTT dengan Provinsi Maluku diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat.

"Soal PI blok Masela, diserahkan semuanya kepada pemerintah pusat. Namun pada intinya saya sudah mengajukan agar dari blok Masela itu NTT mendapatkan bagiannya," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin.

Gubernur dua periode itu mengatakan hingga saat ini dirinya masih terus berjuang agar NTT bisa mendapatkan lima persen dari pembagian 10 persen yang akan diberikan oleh pemerintah pusat.

Artinya bahwa akan ada pembagian, yakni NTT lima persen dan provinsi Maluku lima persen dari Blok Masela yang akan memberikan keuntungan bagi masyarakat NTT dan Maluku itu.

Ia mengatakan bahwa sesuai dengan UU menyatakan bahwa jika minyak itu berada di luar dari perairan suatu provinsi maka, sepenuhnya dikembalikan kepada pemerintah pusat untuk mengurusnya.

"Contohnya kalau ditemukan adanya sumur minyak di NTT dan jaraknya 12 mil dari pantai maka otomatis itu menjadi hak dari NTT. Tetapi jika diluar dari itu maka kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu mengaku tahu betul bahwa sumur minyak Blok Masela itu berada diluar dari wilayah pemerintahan NTT dan Maluku "Saya tahu bahwa blok masela itu berada di luar wilayah dari Maluku jadi semua kebijakannya ada pada pemerintah pusat. Kita tunggu saja," tambahnya.

Hingga saat ini lanjutnya pembicaraan soal blok Masela itu masih terus dilanjutkan. Gubernur NTTpun mengaku optimis bahwa NTT akan mendapatkan bagian sebesar lima persen.

Namun dirinya mengaku bahwa hingga saat ini belum ada peraturan menteri yang menetapkan soal permintaan pembagian bagian itu.

Lebih lanjut Frans Lebu Raya yang akan selesai masa jabatannya pada Juni mendatang mengaku dalam setiap pertemuan dengan Menteri ESDM Ignatius Jonan dirinya selalu menanyakan progres dari pembicaraan tentang blok Masela itu.

"Setiap kali saya bertemu dengan pak Menteri pasti bicara soal ini (blok Masela,red). Ya kan pasti Pak Mnteri dan jajarannya masih mempertimbangkan lagi. Kita tunggu saja keputusannya.Tapi intinya, adalah dia (blok Masela, red) tidak menjadi hak dari salah satu provinsi, karena dia berada di luar dari wilayah teritorial pemerintahan provinsi NTT dan Maluku," tambahnya.

Ia juga mengaku optimis pemerintah pusat sudah pasti akan memberikan bagian bagi NTT dan Maluku karena baik NTT dan Maluku mempunyai kondisi ekonomi yang terbilang sama, yakni masih terbatas.

"Oleh karena itu saya mohon doa restu masyarakat NTT, sehingga perjuangan ini bisa terwujud. Agar kelak bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat NTT dengan adanya pembagian bagian itu," tuturnya.

Tag: Blok Masela

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10