Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:56 WIB. BUMN - Kementan mendorong BUMN untuk teribat dalam pengembangan usaha peternakan sapi perah.
  • 11:53 WIB. AP I - AP I akan memindahkan 30% penerbangan domestik dari Bandara Adisutjipto ke Bandara NYIA.

Forextime: Rupiah Berpotensi Menguat dengan Datangnya Sentimen Positif

Foto Berita Forextime: Rupiah Berpotensi Menguat dengan Datangnya Sentimen Positif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Chief Market Strategist Forextime Hussein Sayed memandang sebagian besar mata uang Asia memasuki pekan perdagangan dengan gagah karena Dolar terus tertekan oleh isu perdagangan AS-Cina. Rupiah pun stabil terhadap Dolar pada perdagangan Senin (9/4/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS bergerak di kisaran Rp13.760.

"Walaupun berbagai faktor eksternal seperti NFP AS yang mengecewakan tampaknya akan terus memperkuat mata uang domestik, sentimen positif terhadap Indonesia juga berperan penting dalam memperkuat Rupiah," katanya dalam keteragan resmi di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa pasar akan memerhatikan rilis laporan penjualan ritel Indonesia bulan Februari yang dapat memberi informasi baru mengenai keadaan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini. Data penjualan ritel akan sangat dicermati, terutama karena konsumsi swasta berkontribusi besar pada PDB Indonesia.

"Data yang mencapai atau melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,88% dapat dianggap mendukung potensi PDB sehingga memperkuat optimisme pada ekonomi Indonesia," tambahnya.

Dirinya pun berkomentar mengenai cuitan Presiden Trump di Twitter yang malah akan membingungkan untuk investor. Setelah mengancam menerapkan tarif $100 miliar lagi pada ekspor Cina, Trump membuat cuitan bahwa ia akan selalu bersahabat dengan Presiden Xi dan Cina akan menghapuskan batasan karena itulah hal yang seharusnya dilakukan.

"Drama perdagangan akan terus mewarnai beberapa pekan mendatang. Namun, komentar Presiden Cina di Forum Boao hari Selasa akan sangat menarik dicermati. Kita mungkin dapat mendengar apakah Cina siap membalas AS atau ingin bernegosiasi," ujarnya.

Selain itu, trader minyak juga terus mencermati situasi di Suriah setelah Pentagon menyangkal melakukan serangan udara ke bandara di Homs. Serangan misil ini terjadi beberapa jam setelah Trump memperingatkan "harga yang mahal untuk dibayar" sebagai tanggapan pada serangan ke Douma yang dikuasai kelompok pemberontak.

"Ketegangan perdagangan dan risiko geopolitik sepertinya masih terus akan mengurangi selera risiko, tapi investor akan mendapat informasi baru pekan ini, terutama pendapatan berbagai bank besar dan data inflasi AS," jelasnya.  

Terkait dengan data inflasi AS, ia menjelaskan bahwa Indeks Harga Konsumen AS diprediksi meningkat 0,1% (YoY) menjadi 2,3%. Data inti diprediksi kembali menyentuh target Fed yaitu 2% setelah gagal mencapainya selama 11 bulan terakhir. Data inflasi dan rilis notulen FOMC pada Rabu (11/4/2018) mungkin dapat mengubah ekspektasi suku bunga apabila ada kejutan.

"Kejutan positif dapat meningkatkan imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun menuju 2,9% setelah turun 17 bps dari puncak bulan Februari yaitu 2,96%," ucapnya.

Sementara, seperti biasa, musim pendapatan AS dibuka oleh berbagai bank besar yaitu JPMorgan, Citi Group, dan Wells Fargo yang akan melaporkan pendapatan Q1 pada Jumat (13/4/2018). Menurut FactSet, estimasi pertumbuhan pendapatan S&P 500 pada Q1 adalah 17,1% yaitu pertumbuhan pendapatan tertinggi sejak Q1 2011. Sebanyak 26 perusahaan sektor teknologi menerbitkan panduan Earnings Per Share positif, jauh di atas rata-rata 5 tahun yaitu 11. S&P 500 telah turun 2,6% tahun ini.

"Jadi saya menduga akan banyak peluang beli, terutama jika ketegangan perdagangan mereda. Rasio P/E forward 12 bulan di level 16,5 tampak lebih masuk akal dibandingkan satu tahun lalu," pungkasnya.

Tag: Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS), ForexTime (FXTM), Hussein Sayed, Perang Dagang, Donald John Trump, Amerika Serikat (AS), China (Tiongkok), Xi Jinping

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading