Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:32 WIB. Pelindo - Pelindo IV salurkan bantuan program bina lingkungan di Pulau Kodingareng, Makassar.
  • 15:29 WIB. BNI - BNI Syariah menyelenggarakan program Hasanah Earth Day.
  • 15:29 WIB. BNI - Dompet Dhuafa, BNI Syariah, dan YHT berdayakan nelayan kerang hijau.
  • 15:28 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan bekerja sama dengan BNI, BRI, Bank Mandiri. dan BCA untuk sediakan pembayaran autodebet.
  • 15:17 WIB. Ramayana - Ramayana Lestari Sentosa membuka gerai Ramayana Prime Cibubur.
  • 15:16 WIB. IMF - IMF meyakini Indonesia masih memilih ruang untuk meningkatkan rasio perpajakan.
  • 15:15 WIB. PTBA - Bukit Asam mengkaii kemungkinan penambahan produksi batu bara sebesar 10% atau 2,5-3 juta ton pada 2018.
  • 15:14 WIB. Kemenperin - Kemenperin menargetkan ekspor industri fesyen Indonesia bisa meningkat sebesar 10% pada 2018.
  • 15:13 WIB. BEI - BEI mengatakan keberatan dengan keputusan pemerintah memperpanjang cuti bersama dalam rangka lebaran 2018.
  • 15:12 WIB. GIAA - Garuda Indonesia mendapatkan izin dari pemegang saham untuk mengemisi obligasi global hingga US$750 juta.
  • 13:51 WIB. Mandiri - Pupuk Indonesia dan Bank Mandiri serap empat ribu ton gabah petani.
  • 13:44 WIB. BNI - BNI kenakan biaya pembayaran iuran BPJS Kesehatan mulai 1 Mei 2018.
  • 13:32 WIB. BRI - BRI targetkan 300 ribu kartu kredit baru pada 2018.
  • 13:27 WIB. PLN - PLN siapkan Rp1 miliar VA untuk pasok listrik kebutuhan bisnis dan industri di Kawasan Bekasi.

Gubsu: Pengembangan Pariwisata di Sumut Terus Digenjot

Foto Berita Gubsu: Pengembangan Pariwisata di Sumut Terus Digenjot
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Erry Nuradi mengibaratkan bahwa pengembangan pariwisata seperti pilihan antara telur dan ayam, mana yang lebih dahulu ada. Karena itu dirinya menekankan pentingnya berbagi tugas sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

Dalam pertemuan sederhana dengan stakeholder dan pengusaha ini, Erry menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata di Sumut, selama tiga tahun terakhir mulai digenjot. Hal tersebut mengingat banyak tempat wisata yang potensial dan beragam. Mulai dari segi keindahan, warisan budaya (heritage), kuliner, religi (rohani), dan agro (pertanian). Karenanya, keputusan tepat menjadikan sektor ini sebagai andalan pemasukan bagi keberlangsungan ekonomi khususnya bagi masyarakat.

Beberapa negara maju di Eropa dan Asia, menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan utama untuk devisa negaranya. Karena itu, kata Gubernur, langkah tepat ketika Presiden meminta agar banyak turis datang ke Indonesia dengan memperkenalkan 10 'Bali Baru' termasuk Danau Toba sebagai ikon wisata Sumut.

"Negara-negara di Asia, khususnya Malaysia dan Singapura, mereka begitu gencar mempromosikan pariwisata kepada dunia internasional. Karenanya tidak ada kata lain, kita harus kerja sama. Pemerintah menyediakan sarana dan prasarana, infrastruktur dan harus didukung sumberdaya manusia (SDM) yang baik," katanya, Selasa (10/4/2018).

Mengatasi stagnasi yang selama ini terjadi di pariwisata Sumut, diibaratkan seperti mempersoalkan ayam dan telur, mana yang lebih dahulu ada. Satu diantaranya adalah tingginya biaya pendaratan pesawat (landing fee) asing di Kualanamu adalah yang termahal di Indonesia. Sehingga hal ini akan menjadi masukan untuk disampaikan kepada pihak Angkasa Pura.

Dari segi tempat, menyebutkan Sumut tidak kalah dengan provinsi dan bahkan negara lain di dunia. Bahkan  dibawah kepemimpinannya, Pemprovsu sudah menyiapkan buku informasi 100 Destinasi Wisata di Sumut. Mulai dari museum (21 museum), pantai yang indah, cagar budaya dan sebagainya, yang perlu dikembangkan dan dipromosikan.

"Makanya tugas pemerintah mempromosikan, dan membangun infrastruktur. Beberapa jalan kita perbaiki. Seperti jalan lingkar Danau Toba dan beberapa tempat yang kita perbaiki," katanya.

Dengan pertemuan tersebut, Erry pun menyambut baik, bahkan menekankan pentingnya pertemuan berkala, termasuk melibatkan instansi terkait seperti kementerian perhubungan, bea-cukai, imigrasi dan lainnya yang punya hubungan vertikal ke pemerintah pusat. Sehingga koordinasi menjadi titik penting dalam membangkitkan kembali gairah pariwisata di Sumut.

Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Wan Hidayati menyampaikan bahwa pertemuan bersama stakeholder dan pelaku pariwisata di Sumut merupakan bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan sektor ini. 

"Kami sudah membangun komitmen bersama. Dengan adanya sinergitas ini, kami mengharapkan bisa mengidentifikasi permasalahan dan juga melakukan strategi pengembangan pariwisata Sumatera Utara," pungkasnya.

Tag: Pariwisata, Sumatera Utara (Sumut), Tengku Erry Nuradi

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Vicky Fadil

Foto: Khairunnisak Lubis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6320.005 34.243 575
2 Agriculture 1722.650 -9.593 19
3 Mining 1920.761 0.801 44
4 Basic Industry and Chemicals 785.646 14.521 70
5 Miscellanous Industry 1283.406 -13.314 44
6 Consumer Goods 2646.649 14.054 45
7 Cons., Property & Real Estate 508.223 1.919 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.966 2.644 64
9 Finance 1147.880 10.355 90
10 Trade & Service 936.368 1.253 134
No Code Prev Close Change %
1 BAPA 112 151 39 34.82
2 BINA 496 620 124 25.00
3 LCGP 66 82 16 24.24
4 GDST 106 125 19 17.92
5 JPRS 161 188 27 16.77
6 TKIM 6,900 7,775 875 12.68
7 BABP 52 58 6 11.54
8 AHAP 171 190 19 11.11
9 IMAS 1,560 1,720 160 10.26
10 SKBM 430 472 42 9.77
No Code Prev Close Change %
1 ABBA 76 66 -10 -13.16
2 INDX 159 141 -18 -11.32
3 HELI 332 296 -36 -10.84
4 TAXI 164 148 -16 -9.76
5 HADE 66 60 -6 -9.09
6 BIMA 75 69 -6 -8.00
7 INCI 635 590 -45 -7.09
8 BBRM 100 93 -7 -7.00
9 CITA 720 670 -50 -6.94
10 FREN 60 56 -4 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 JPRS 161 188 27 16.77
2 INDX 159 141 -18 -11.32
3 LMAS 69 69 0 0.00
4 IKAI 630 605 -25 -3.97
5 HELI 332 296 -36 -10.84
6 BWPT 292 286 -6 -2.05
7 LCGP 66 82 16 24.24
8 TRAM 394 370 -24 -6.09
9 MNCN 1,410 1,385 -25 -1.77
10 BBRI 3,590 3,660 70 1.95