Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:09 WIB. Papua - Bertemu Menlu PNG, Menlu RI paparkan kemajuan Papua.
  • 22:08 WIB. Korea Utara - Kim Jong-un mendadak panggil Dubes Korut sedunia ke Pyongyang.
  • 22:06 WIB. Malaysia - Pengirim ancaman pembunuhan kepada Raja Malaysia ditangkap.
  • 22:06 WIB. 1MDB - Surat perintah penangkapan 2 mantan pejabat 1MDB diterbitkan.
  • 22:05 WIB. Najib Razak - Istri Najib Razak dituntut bayar 60 juta ringgit.
  • 22:03 WIB. Palestiina - Presiden Abbas: Hubungan Palestina dengan AS tak akan membaik.
  • 22:02 WIB. WNI - Indonesia minta Malaysia beri akses terkait 3 WNI terduga teroris.
  • 22:02 WIB. Turki - Uni Eropa sambut baik pencabutan status masa darurat di Turki.
  • 22:01 WIB. Filipina - AS gelontorkan US$26,5 juta ke Filipina untuk misi antiteror.
  • 22:00 WIB. Piala Dunia - Wisatawan asing belanjakan US$1,5 miliar selama Piala Dunia di Rusia.
  • 20:53 WIB. Telekomunikasi - Indonesia rogoh Rp50 miliar untuk pengadaan internet pertemuan IMF-World Bank.
  • 20:51 WIB. Microsoft - Ogah disalahgunakan, Microsoft usulkan aturan teknologi pengenalan wajah.
  • 20:50 WIB. Samsung - Samsung akan umumkan smartwatch barunya, Galaxy Watch, pada 9 Agustus 2018, bersamaan dengan Galaxy Note 9.¬†
  • 20:47 WIB. Donald Trump - Trump dan tim suksesnya habiskan lebih dari US$274 ribu (setara Rp3,9 miliar) untuk pasang iklan di¬†Facebook sejak awal Mei.
  • 20:46 WIB. Apple - Semua iPhone 2018 tak akan punya sensor sidik jari.

Balikpapan Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Minyak Tumpah

Foto Berita Balikpapan Minta Pemerintah Pusat Perhatikan Minyak Tumpah
Warta Ekonomi.co.id, Balikpapan -

Tumpahan minyak dan kebakaran besar yang mengakibatkan 5 nyawa melayang, disusul dengan berbagai kerusakan ekosistem di Balikpapan, menjadi bukti bahwa daerah pengolah juga memiliki resiko yang lebih besar.

Karena itu, Pemerintah Kota mendesak Pemerintah Pusat untuk lebih memperhatikan dan mempertimbangkan bahwa Balikpapan patut diberikan porsi bagi hasil yang lebih besar dibandingkan saat ini. 

Plt Walikota Balikpapan, Rahmad Mas'ud, mengatakan pihaknya bersama daerah pengolah sudah melakukan pembahasan cukup lama. Pusat seharusnya dapat menjadikan bahan kajian terhadap apa yang dialami dengan Balikpapan atas kasus tumpahan minyak ini.

Menurutnya daerah pengolah, layak mendapatkan tambahan kucuran dana, dengan segala resiko yang ditanggung.

"Ini baik, dengan adanya kejadian ini secara aktual kita sangat layak dan wajar dapat dana alokasi sebagai daerah pengolah, kita berharap itu bisa disetujui.

Tentunya yang merasakan akibatnya (daerah lokasi pengolahan), mudahan tuntutan kita dapat diperhatikan dan dikabulkan pemerintah pusat," kata Rahmad, Rabu (10/4/2018).

Lanjutnya sejauh ini, sudah dilakukan pembahasan di pusat soal permintaan ini, pihaknya sedang menunggu sejauh mana keberhasilan proses ini.

"Insya Allah. Kita usahakan ada perubahan. Mohon doanya supaya bisa berhasil," harap Rahmad.

Sekkot Balikpapan Sayid MN Fadli menambahkan daerah-daerah pengolahan minyak, salah satunya Balikpapan, sempat menggelar konsolidasi menuntut dana bagi hasil (DBH) migas khusus bagi daerah ini.

Menurutnya sejak era kepemimpinan Wali Kota Imdad Hamid  sudah menyuarakan mengenai kelayakan daerah pengolahan mendapatkan DBH lebih sebanding resiko yang ditanggung. Namun, sayang, tuntutan itu kurang mendapat respon pusat. 

"Ada dua hal yang mungkin akan kita lakukan, jangka panjang, bagaimana daerah pengolah bisa mendapatkan bagi hasil. Ini kan, sudah kelihatan akibatnya nyata, selama ini kita ngomong terus daerah pengolah punya dampak, ini kedua kali (setelah tumpahan minyak 2017), cukup besar dan diteliti lebih dalam bisa lama pemulihan," jelasnya.

Rencananya pada, Kamis (12/4/2018), Pemkot Balikpapan bersama beberapa daerah melanjutkan pembahasan soal tuntutan DBH yang lebih baik lagi. 

Tag: Rahmad Mas'ud, Balikpapan, Minyak

Penulis: Andi Aliev

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Sheravim

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10