Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ekspor Melambat, Defisit Transaksi Berjalan Membengkak

Foto Berita Ekspor Melambat, Defisit Transaksi Berjalan Membengkak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pertumbuhan ekspor Tanah Air pada tahun ini diproyeksikan masih bakal melambat. Sementara impor barang justru akan melanjutkan pertumbuhannya yang didorong oleh kuatnya permintaan barang modal.

Melambatnya ekspor berpotensi meningkatkan defisit transaksi berjalan. Asian Development Bank (ADB) memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan pada 2018 dan 2019 akan mengalami peningkatan dari realisasi di 2017 yang sebesar 1,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein, mengatakan secara eksternal risiko terhadap proyeksi perekonomian Indonesia mencakup perkembangan kebijakan moneter di negara maju dan ketegangan perdagangan global. Sementara dari sisi domestik perekonomian Indonesia berpotensi menghadapi kekurangan pendapatan dan terlambatnya pengeluaran. 

Berdasarkan laporan Asian Development Outlook (ADO) 2018, berlanjutnya reformasi struktural di indonesia bisa membawa pertumbuhan inklusif. Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada menambahkan permintaan ekspor dan domestik yang kuat di kawasan Asia akan mendorong pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik di 2018 dan 2019 mencapai 5,9% atau lebih rendah dari 2017 yang sebesar 6,1%.

"Perekonomian di kawasan Asia yang sedang berkembang akan mempertahankan momentum pertumbuhan yang didorong oleh kebijakan positif, ekspor meningkat, dan permintaan domestik yang kuat," jelasnya

Dengan demikian, lanjutnya, kekuatan kondisi keuangan di kawasan Asia akan mampu menopang kawasan Asia dari potensi guncangan eksternal, termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan dan arus modal keluar. 

Tag: Asian Development Bank (ADB), Ekspor, Winfried Wicklein, Yasuyuki Sawada

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46