Portal Berita Ekonomi Kamis, 26 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:45 WIB. Huawei - Huawei ogah banting harga seperti Xiaomi dan Asus.
  • 16:45 WIB. LG - LG perkenalkan lini produk TV terbarunya, LG Signature OLED TV W8 dan G8, serta LG OLED TV E8, C8, dan B8, dalam ajang LG InnoFest 2018.
  • 16:44 WIB. Cryptocurrency - Malta bakal jadi pusat mata uang kripto di dunia.
  • 15:53 WIB. Facebook - Total pendapatan Facebook di kuartal I 2018 lebih tinggi dari perkiraan para analis yang sebesar US$11,41 miliar.
  • 15:52 WIB. Facebook - Sepanjang kuartal I 2018, total pendapatan Facebook capai US$11,97 miliar (Rp166 triliun).
  • 15:51 WIB. Bukalapak - Bukalapak gandeng mahasiswa zaman now berbisnis online.
  • 15:51 WIB. Samsung - Gempur pasar, pengiriman Samsung Duo Galaxy S9 capai 8 juta unit sebulan.
  • 15:51 WIB. Facebook - Pengguna aktif bulanan Facebook di seluruh dunia meningkat ke angka 2,2 miliar atau tumbuh 13% dari tahun sebelumnya.
  • 15:05 WIB. Callind - Aplikasi chatting bernama Callind dibuat oleh Novi Wahyuningsih, gadis Kebumen.
  • 15:04 WIB. Telkom - Kasus anomali satelit Telkom 1 dianggap tuntas.
  • 15:04 WIB. Hacker - Symantec umumkan telah berhasil mengidentifikasi hacker baru yang dijuluki Orangeworm.
  • 15:03 WIB. Amazon - Amazon kembangkan robot asisten rumah tangga berbasis Alexa.
  • 15:02 WIB. Smartphone - Sebanyak 70% pengguna smartphone gemar berbagi video.
  • 15:01 WIB. WhatsApp - WhatsApp dikabarkan akan blokir pengguna yang usianya di bawah 16 tahun.
  • 15:01 WIB. Netflix - Netflix berencana tambah utang US$1,5 miliar (sekitar Rp20,8 triliun) untuk memperkaya konten video orisinalnya.

Fed AS: Kenaikan Suku Bunga Bisa Lebih Cepat

Foto Berita Fed AS: Kenaikan Suku Bunga Bisa Lebih Cepat
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Pejabat-pejabat Federal Reserve AS mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkin harus mempercepat laju kenaikan suku bunga mendatang, di tengah pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang lebih kuat, menurut risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru the Fed.

"Sejumlah peserta menunjukkan bahwa prospek yang lebih kuat untuk kegiatan ekonomi, bersama dengan meningkatnya keyakinan mereka bahwa inflasi akan kembali ke 2,00 persen dalam jangka menengah, menyiratkan bahwa jalur yang tepat untuk suku bunga federal fund selama beberapa tahun ke depan kemungkinan akan sedikit lebih curam dari yang diperkirakan sebelumnya," kata risalah pertemuan Fed 20-21 Maret yang dirilis pada Rabu (11/4).

Pada pertemuan itu, Fed menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund menjadi 1,5-1,75 persen, kenaikan suku bunga pertama pada 2018. Ini juga merupakan pertemuan pertama yang dipimpin oleh Ketua Fed Jerome Powell, yang mengambil alih kendali bank sentral pada Februari.

Perkiraan menengah para pejabat Fed untuk suku bunga acuan bulan lalu mengisyaratkan bahwa ada dua kenaikan suku bunga tahun ini. Pejabat-pejabat Fed juga mencatat tiga kenaikan suku bunga pada 2019 dan dua kenaikan suku bunga pada 2020, lebih banyak dari perkiraan sebelumnya pada Desember.

Sementara para pejabat Fed umumnya optimis tentang prospek pertumbuhan, mereka memperingatkan bahwa ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang lainnya dapat menghadirkan "risiko penurunan" bagi perekonomian AS.

"Mayoritas peserta melihat prospek kuat tindakan perdagangan pembalasan oleh negara-negara lain, serta masalah lain dan ketidakpastian yang terkait dengan kebijakan-kebijakan perdagangan, sebagai risiko penurunan bagi perekonomian AS," kata risalah tersebut.

The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada 1-2 Mei. Banyak analis pasar menduga bahwa bank sentral mungkin akhirnya harus mendorong empat kali kenaikan suku bunga tahun ini, dengan langkah selanjutnya pada Juni.

Tag: The Federal Reserve System (The Fed), Jerome Powell

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Kevin Lamarque

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6079.850 -149.785 575
2 Agriculture 1691.011 -31.360 19
3 Mining 1877.346 -42.097 44
4 Basic Industry and Chemicals 781.433 -8.162 70
5 Miscellanous Industry 1242.763 -22.004 44
6 Consumer Goods 2488.443 -60.680 45
7 Cons., Property & Real Estate 491.788 -8.964 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.061 -14.195 64
9 Finance 1074.721 -45.611 90
10 Trade & Service 933.441 -9.438 134
No Code Prev Close Change %
1 KOBX 189 254 65 34.39
2 ABBA 64 81 17 26.56
3 SHID 1,310 1,550 240 18.32
4 MTSM 274 324 50 18.25
5 PEGE 322 370 48 14.91
6 AUTO 1,640 1,860 220 13.41
7 BBRM 91 100 9 9.89
8 KBLV 484 530 46 9.50
9 ARTO 160 174 14 8.75
10 BSSR 2,580 2,800 220 8.53
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 145 123 -22 -15.17
2 CITA 700 600 -100 -14.29
3 DPNS 450 388 -62 -13.78
4 LCGP 81 70 -11 -13.58
5 BIMA 118 102 -16 -13.56
6 GHON 1,400 1,215 -185 -13.21
7 MLPT 800 700 -100 -12.50
8 PTIS 394 346 -48 -12.18
9 BINA 630 560 -70 -11.11
10 BWPT 296 270 -26 -8.78
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,490 3,310 -180 -5.16
2 AUTO 1,640 1,860 220 13.41
3 BBCA 22,925 21,750 -1,175 -5.13
4 BMRI 7,725 7,150 -575 -7.44
5 IKAI 575 565 -10 -1.74
6 TAXI 132 133 1 0.76
7 TLKM 3,830 3,780 -50 -1.31
8 BHIT 107 105 -2 -1.87
9 BMTR 565 560 -5 -0.88
10 AISA 605 590 -15 -2.48