Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:37 WIB. Korea - Pemimpin Korsel dan Korea Utara bahas perdamaian di desa perbatasan Panmunjon.
  • 11:36 WIB. Korea - Kim Jong Un-Moon Jae In bertemu di zona demiliterisasi bahas perdamaian di Korea.
  • 11:27 WIB. INDY - Indika Energy mempertimbangkan peluang memacu produksi batu bara menjadi 36,5 juta ton pada 2018.
  • 11:26 WIB. KPIG - MNC Land menyiapkan belanja modal tahun ini senilai Rp2,5 triliun.
  • 10:04 WIB. ANTM - Antam mencetak laba usaha sebesar Rp478,78 miliar pada kuartal I-2018.
  • 10:03 WIB. XL -  XL Axiata memprediksi trafik layanan meningkat 20%-30% sepanjang Ramadan dan libur Lebaran 2018.
  • 09:30 WIB. Hukum - Moeldoko tegaskan nasib kasus Rizieq ada di tangan Jokowi.
  • 09:29 WIB. Politik - Fadli Zon yakin alumni 212 tetap dukung Prabowo.
  • 09:29 WIB. Pilpres - Cak Imin akan temui Ketum Golkar bahas Pilpres.
  • 09:29 WIB. Politik - Politikus PDIP tak bicara Cawapres dengan Prabowo.
  • 09:28 WIB. Politik - Golkar tak persoalkan Cak Imin lobi Akbar Tanjung.
  • 09:28 WIB. Politik - PDIP minta politik di Masjid tidak memecah belah persatuan.
  • 09:27 WIB. Pilpres - KSPI tegaskan suara buruh tidak akan lari ke Jokowi.
  • 09:27 WIB. Politik - Amien Rais sebut Nawacita Jokowi jadi nawasengsara negara.
  • 09:26 WIB. Politik - PKS sebut Jokowi ajak PKS berkoalisi.

Bank Dunia: Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Menguat 6,3%

Foto Berita Bank Dunia: Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Menguat 6,3%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

World Bank (Bank Dunia) meramalkan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik akan tetap kuat dan mencapai 6,3% pada 2018.

Proyeksi positif ini didukung oleh prospek dalam pemulihan global yang luas serta permintaan domestik yang kuat. Namun, risiko yang muncul terhadap stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan perhatian yang serius.

Demikian diungkapkan dalam Laporan Terbaru Bank Dunia tentang Perekonomian di Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi April 2018 yang baru dirilis di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

"Dengan prospek yang menguntungkan, pembuat kebijakan di kawasan disarankan untuk mengenali dan mengatasi tantangan yang muncul, di antaranya kenaikan suku bunga negara maju yang naik lebih cepat dari perkiraan serta kemungkinan adanya eskalasi ketegangan perdagangan akan membutuhkan kebijakan moneter yang lebih ketat dan penyangga fiskal yang lebih besar," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa.

Ia mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang, meningkatkan investasi publik dan swasta, pertumbuhan produktivitas, dan sumber daya manusia, menjadi kunci.

"Pertumbuhan yang kuat telah mendukung pencapaian luar biasa di kawasan ini dalam mengurangi kemiskinan ekstrem. Untuk melanjutkan keberhasilan tersebut dan meningkatkan prospek bagi sebagian besar penduduk yang masih belum memiliki keamanan secara ekonomi akan membutuhkan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang," tambahnya.

Untuk itu, ia mendorong para pembuat kebijakan perlu memberi fokus pada penanganan risiko terhadap stabilitas ekonomi sambil mengambil langkah untuk meningkatkan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Pada proyeksi terbarunya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat di kisaran 6,5% pada 2018. Perlambatan ini disebabkan ekonomi Tiongkok terus melakukan penyeimbangan dari investasi menuju konsumsi domestik dengan kebijakan yang lebih memberi fokus pada perlambatan ekspansi kredit dan meningkatkan kualitas pertumbuhan.

Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia, Bank Dunia memprediksi akan menguat seiring dengan meningkatnya prospek untuk investasi dan konsumsi swasta.

Tag: World Bank (Bank Dunia), Victoria Kwakwa, Asia Timur dan Pasifik

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5909.198 -170.652 575
2 Agriculture 1649.379 -41.632 19
3 Mining 1812.460 -64.886 44
4 Basic Industry and Chemicals 771.685 -9.748 70
5 Miscellanous Industry 1224.866 -17.897 44
6 Consumer Goods 2411.714 -76.729 45
7 Cons., Property & Real Estate 477.256 -14.532 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1039.703 -33.358 64
9 Finance 1040.444 -34.277 90
10 Trade & Service 909.909 -23.532 134
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 520 650 130 25.00
2 OASA 334 416 82 24.55
3 MREI 4,900 5,975 1,075 21.94
4 CSIS 462 560 98 21.21
5 AKSI 270 310 40 14.81
6 LCGP 70 79 9 12.86
7 BBRM 100 110 10 10.00
8 INAF 4,380 4,800 420 9.59
9 NIKL 3,890 4,200 310 7.97
10 MARI 1,400 1,500 100 7.14
No Code Prev Close Change %
1 JECC 6,200 4,960 -1,240 -20.00
2 MTSM 324 266 -58 -17.90
3 BIMA 102 84 -18 -17.65
4 INDR 1,430 1,205 -225 -15.73
5 CEKA 1,280 1,090 -190 -14.84
6 MBSS 735 635 -100 -13.61
7 SHID 1,550 1,350 -200 -12.90
8 IMAS 2,450 2,150 -300 -12.24
9 RIGS 248 218 -30 -12.10
10 HDFA 212 188 -24 -11.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,310 3,140 -170 -5.14
2 BMRI 7,150 6,775 -375 -5.24
3 TLKM 3,780 3,650 -130 -3.44
4 BBCA 21,750 21,350 -400 -1.84
5 UNVR 46,000 45,000 -1,000 -2.17
6 INKP 12,725 12,450 -275 -2.16
7 PTBA 3,270 3,060 -210 -6.42
8 ADRO 2,120 1,995 -125 -5.90
9 BBTN 3,560 3,190 -370 -10.39
10 TKIM 9,600 9,550 -50 -0.52