Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.

BI Ingin Pengembangan Industri Berbasis Ekspor Dipercepat

Foto Berita BI Ingin Pengembangan Industri Berbasis Ekspor Dipercepat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia menginginkan pengembangan industri berorientasi ekspor dipercepat sebagai salah satu upaya penting dalam mendorong surplus neraca transaksi berjalan (current account) dan pada akhirnya akan memperkuat stabilitas makroekonomi dan struktur perekonomian.

"Kondisi tersebut merupakan prasyarat untuk membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif," ungkap Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo pada diskusi publik yang dilaksanakan di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (13/4/2018).

Untuk mendorong percepatan itu, kata dia, BI bersama pemerintah terus berkoordinasi dan melakukan berbagai usaha seperti perluasan akses pasar dan optimalisasi kawasan industri.

Meskipun demikian, BI masih meramalkan neraca transaksi berjalan masih mengalami defisit sebesar 2,0%-2,1% terhadap PDB pada tahun ini, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 1,7% dari PDB. Artinya, nilai ekspor RI masih belum mampu mengimbangi nilai impor RI di tahun 2018.

Untuk diketahui, diskusi publik merupakan bagian dari rangkaian acara Rapat Koordinasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah (Rakorpusda) yang diselenggarakan bersama oleh Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Turut hadir sebagai pembicara adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Sekjen Kementerian Perindustrian Haris Munandar, dan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Bertindak sebagai moderator adalah Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

Sebagai rangkaian dalam Rakorpusda, Bank Indonesia pada hari ini juga melakukan komunikasi dengan berbagai unsur di Batam, Kepulauan Riau. Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo hadir dalam kegiatan "BI Mengajar" di Universitas Batam.

Dalam paparannya, Perry Warjiyo menjelaskan mengenai kebijakan-kebijakan BI yang dilakukan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara BI dan Universitas Batam untuk meningkatkan kerja sama dalam pendidikan, penelitian, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kebanksentralan.

Selain itu, untuk memperkenalkan transaksi nontunai, Deputi Gubernur BI Sugeng melakukan peresmian transaksi nontunai di Ponpes Darul Falah, Batam. Sementara dari sisi tunai, Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi bersama dengan Wakil Asisten Operasi Kasal Mabes TNI AL Laksamana Pertama TNI Yusuf melakukan pelepasan kas keliling ke 6 (enam) pulau terluar di Kepulauan Riau, yaitu Pulau Jumaja, Pulau Tarempa/Anambas, Pulau Sekatung Laut, Pulau Subi, Pulau Serasan, dan Pulau Tambelan Besar, setelah sebelumnya menyelenggarakan sosialisasi Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) kepada kalangan pelajar di Batam, Kepulauan Riau.

Diharapkan dengan rangkaian kegiatan tersebut dapat semakin meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tugas dan peran Bank Indonesia serta membangun kesadaran setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun perekonomian bangsa.

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekspor, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, Perry Warjiyo

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00