6 Tips dalam Menentukan Lokasi Usaha

6 Tips dalam Menentukan Lokasi Usaha Foto: Sufri Yuliardi

Lokasi usaha yang tepat biasanya akan mempengaruhi kesuksesan usaha Anda. Maka, sebelum membuka usaha, jelilah dalam memilih tempat. Karena jika Anda salah menentukan tempat usaha, kemungkinan terbesar yang akan Anda hadapi adalah sebuah kebangkrutan atau kegagalan berbisnis.

Berikut ini adalah beberapa tips memilih lokasi usaha, sebagaimana dikutip dari Centrausaha.com.

1. Lokasi usaha yang mudah terlihat

Bertempat pada area yang mudah terlihat, sudah pasti akan banyak memperoleh perhatian dan tentunya juga memudahkan untuk masa perkenalan dan promosi bisnis Anda yang baru saja mulai dirintis.

Selain itu, lokasi yang mudah terlihat juga akan menekan biaya promosi pada awal pembukaan atau promo-promo peluncuran produk baru Anda selanjutnya.

Sebagai contoh adalah sebuah usaha kuliner jajanan khas. Memilih tempat usaha pada lokasi wisata adalah salah satu spot yang cukup strategis. Hal ini sangat beralasan karena kemungkinan besar pengunjung akan tertarik untuk menjadikan produk Anda sebagai oleh-oleh sepulang dari berwisata.

Satu contoh lagi, misalnya usaha fotocopy. Merencanakan usaha ini akan lebih tepat sasaran jika berada pada lokasi ramai seperti area kampus, perkantoran, dan sekolah.

Alasannya sudah pasti yang mana orang-orang di sekitar wilayah tersebut akan banyak melakukan aktivitas yang berhubungan dengan alat tulis, cetak, dan keperluan kantor lainnya.

2. Biaya membangun atau sewa tempat usaha

Jika Anda mampu dan memiliki budget anggaran untuk membangun sendiri tempat usaha dilokasi yang strategis, hal ini akan lebih menguntungkan dan menjadi value tersendiri.

Di lain hal,  tidak ada salahnya jika memang Anda membidik bangunan yang notabene adalah merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan sekalian untuk menanamkan modal dan berinvestasi jangka panjang.

Namun, apabila harus menyewa, tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tempat yang strategis tentu akan dibanderol dengan harga sewa yang cukup tinggi oleh pemiliknya.

Kalkulasi atau perhitungan yang cermat harus Anda lakukan sebelum membuat keputusan kontrak sewa dengan pemilik lahan. Pertimbangkan apakah keuntungan setiap bulan akan mampu untuk memenuhi kebutuhan sewa lahan dan operasional usaha berikutnya.

Biasanya, setelah masa kontrak Anda berakhir, kemudian ingin memperpanjang, kenaikan harga sewa sudah tentu menanti di depan mata. Apalagi, jika tampak jelas bahwa bisnis yang Anda bangun di sana telah berkembang pesat dan memiliki konsumen yang loyal.

3. Akses yang mudah dijangkau

Poin ini adalah mengenai kenyamanan konsumen ketika akan menuju lokasi usaha Anda. Meskipun berada di tempat atau lokasi ramai dan banyak menarik perhatian orang yang berlalu lalang, jika lokasi bisnis Anda tidak memiliki lahan parkir yang memadai, seperti misal terlalu rapat dengan jalan, konsumen pun terkadang akan enggan untuk singgah sebab merasa kurang nyaman.

Sebagai contoh lagi, tempat usaha yang Anda pilih adalah di area yang sangat ramai seperti di mal. Namun, apabila toko yang Anda buka berada di lantai teratas, biasanya pengunjung juga kurang antusias untuk menuju ke sana.

4. Hubungan sosial dengan konsumen

Yang keempat ini adalah berkenaan dengan target pemasaran yang akan Anda capai. Istilahnya adalah segmen pasar yang tepat.

Memilih tempat usaha yang sesuai dengan sasaran adalah nilai yang cukup penting untuk selalu dipertimbangkan karena masing-masing jenis usaha akan memiliki keterlibatan yang erat antara lingkungan masyarakat dengan jenis produk yang ditawarkan.

Sebagai contoh, misalkan akan membuka sebuah usaha yang bergerak dalam bidang pertanian seperti melayani atau menyediakan kebutuhan pupuk, antihama maupun bibit tanaman. Langkah pertama adalah Anda harus mampu mendekati konsumen dengan cara bersosial yang lebih akrab guna memperoleh informasi akurat mengenai segala keluhan dan kebutuhan kerja mereka.

Selanjutnya, Anda akan bisa dengan mudah menentukan produk atau jasa yang berpotensi laku untuk dipasarkan di lokasi dan wilayah tersebut.

5. Terkait masalah perijinan bisnis dan usaha

Meskipun terkadang sering dilupakan, sebaiknya jangan pernah menganggap remeh masalah legalitas. Bukan hanya terbatas pada izin usaha, melainkan harus meliputi segala aspek yang berhubungan dengan bisnis yang Anda jalankan termasuk produk yang Anda tawarkan.

Mengabaikan poin ini akan menjadi risiko besar yang bisa saja tidak akan pernah diduga akan membawa dampak buruk bagi bisnis atau usaha Anda di kemudian hari.

Akan lebih menyesal lagi jika perjalanan usaha Anda sudah mulai menampakkan perkembangan, kemudian tersandung masalah legalitas perizinan tempat usaha, tentu akan fatal jadinya.

Seperti lokasi yang sertifikat kepemilikan lahannya tidak jelas. Misalkan, area pinggiran terminal atau stasiun yang dibangun ruko kemudian disewakan. Memang lokasi usaha seperti ini sangat strategis, tetapi jika legalitasnya tidak jelas, risiko sewaktu-waktu terjadi penggusuran tentu akan lebih membuat Anda frustasi.

6. Lingkungan tempat usaha dan sekitarnya

Lingkungan sekitar tempat bisnis dan usaha adalah faktor yang akan mempengaruhi pandangan serta minat konsumen terhadap produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Misalkan saja, Anda berjualan makanan di area hiburan malam, tentu saja pelanggannya akan terbatas pada komunitas tertentu yang memang suka berkunjung ke tempat hiburan tersebut.

Contoh lain yang berhubungan dengan penentuan tempat usaha dan harus mempertimbangkan lingkungan sekitar adalah semisal di wilayah tersebut sudah banyak terdapat usaha bengkel motor, sebaiknya Anda mempertimbangkan ulang jika ingin membuka jenis usaha yang sama. Kecuali jika Anda mampu bersaing dengan memberikan nilai lebih dan sanggup berkompetisi bisnis secara sportif tanpa menimbulkan masalah kemudian hari maka membuka usaha yang sama tidak akan ada larangannya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini