Portal Berita Ekonomi Senin, 23 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:13 WIB. BTPN - BTPN mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 12% menjadi Rp535 miliar pada kuartal I-2018.
  • 07:12 WIB. REI - REI menargetkan transaksi Rp5 triliun dari pameran properti REI Mega Expo 2018.
  • 07:10 WIB. BRI - Aset BRI Syariah tumbuh 21,84% di kuartal I 2018.
  • 07:09 WIB. BUMN - Kementerian BUMN terus koordinasi soal holding keuangan.
  • 07:08 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memprediksikan IHSG akan bergerak menguat di level 6.171-6.389 pada hari ini.
  • 07:05 WIB. IHSG - Binaartha memperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahan dalam perdagangan di awal pekan ini.
  • 07:04 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memperkirakan indeks akan bergerak menguat terbatas dalam sesi dagang hari ini.
  • 07:03 WIB. Bank MNC - Bank MNC berencana untuk mengakuisisi salah satu bank yang masuk kategori BUKU I maupun BUKU II.
  • 07:02 WIB. BUMN - Perusahaan BUMN didorong manfaatkan instrumen SBP untuk danai proyek pembangunan.
  • 20:54 WIB. New York - Menteri Luar Negeri Turki tiba di New York untuk KTT perdamaian PBB.
  • 20:53 WIB. PBB - Lembaga HAM desak PBB terus awasi tindakan pasukan Israel di Gaza.
  • 20:52 WIB. Turki - Erdogan sebut Donald Trump adalah ancaman terbesar Turki.
  • 20:51 WIB. Palestina - Otoritas Malaysia lakukan upaya autopsi jenazah ilmuwan asal Palestina.
  • 20:51 WIB. Hamas - Otoritas Israel bantah dalangi pembunuhan ilmuwan Palestina di Malaysia.
  • 20:49 WIB. Israel - Uni Eropa: Investigasi terhadap Israel perlu dilakukan.

BI Perkirakan Neraca Perdagangan Surplus di Maret 2018

Foto Berita BI Perkirakan Neraca Perdagangan Surplus di Maret 2018
Warta Ekonomi.co.id, Batam -

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2018 akan berbalik menjadi surplus hingga 1,1 miliar dolar AS dari posisi yang terus defisit selama tiga bulan terakhir.

Adapun pada Januari 2018, neraca perdagangan defisit 680 juta dolar AS, kemudian defisit menurun di Februari 2018 sebesar 120 juta dolar AS.

"Di Maret ini akan ada surplus kira-kira 1,1 miliar dolar AS. Jadi neraca perdagangan kita di kuartal I 2018 akan positif," ujar Agus di rangkaian Rakorpusda-BI di Batam, Jumat (13/4/2018).

Dengan perkiraan surplus yang cukup besar itu di Maret, maka akan mengkompensasi defisit di neraca perdagangan Januari dan Februari 2018 sehingga secara keseluruhan pada kuartal I 2018 (Januari-Maret) indikator ekspor impor akan berada dalam level positif.

Agus memperkirakan, dengan kinerja neraca perdagangan itu neraca transaksi berjalan (current account) di kuartal I 2018 masih akan mencatat defisit di level dua persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Jadi sedikit ada tekanan tapi nanti akan kembali terkendali karena secara umum selama transaksi berjalan terhadap PDB itu di bawah tiga persen kami melihat itu masih sehat," ujar dia.

Namun, Agus belum mengungkapkan penyebab surplus neraca perdagangan pada Maret 2018 itu. Namun jika melihat indikator ekspor seperti pemulihan ekonomi negara negara mitra dagang, kemudian indeks produksi industrial, kinerja ekspor memang berpeluang membaik pada Maret 2018 ini.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal IV 2017 adalah 2,6 persen, membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 2,3 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal IV 2017 mencapai 2 persen, meningkat dibandingkan kuartal III 2017 yang sebesar 1,9 persen.

Di sisi lain, Agus mengakui, meskipun ekspor meningkat, impor juga mengekor naik. Penyebabnya ambisi tinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan memacu kenaikan laju impor barang baku dan barang modal yang masih mengandalkan sumber manufaktur luar negeri.

"Impor bahan baku dan bahan antara yang cukup meningkat untuk mengisi dan memenuhi kebutuhan manufakturing untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018," ujarnya. (Ant)

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28