Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:41 WIB. HMD Global - Nokia 6.1 Plus dijual di China dengan nama Nokia X6.
  • 19:39 WIB. Instagram - Terungkap, 95 juta dari satu miliar akun Instagram ternyata adalah bot alias program komputer.
  • 19:05 WIB. China - Presiden China Xi Jinping menawarkan hibah dana kepada Sri Lanka sebesar US$295 juta.
  • 19:05 WIB. Asoka Mas - Asuransi Asoka Mas menargetkan asuransi pengakutan tumbuh hingga 20% pada tahun ini.
  • 19:04 WIB. Asoka Mas - Asuransi Asoka Mas mencatat premi naik 6% menjadi Rp457 miliar per Juni 2018.
  • 18:50 WIB. Xiaomi - Di Eropa, Mi A2 Lite dibanderol mulai sekitar Rp3,4 juta hingga sekitar Rp4,1 juta.
  • 18:49 WIB. Xiaomi - Di Eropa, Xiaomi membanderol Mi A2 mulai dari sekitar Rp4,6 juta hingga sekitar Rp5,1 juta.
  • 18:46 WIB. Microsoft - Pendapatan Microsoft untuk bisnis gaming-nya di tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni lalu mencapai US$10,35 miliar.
  • 18:43 WIB. HMD Global - Hong Kong dipilih HMD Global jadi tempat diperkenalkannya Nokia 6.1 Plus.
  • 18:42 WIB. Media Sosial - Facebook dan Instagram larang pengguna di bawah 13 tahun.
  • 18:40 WIB. WhatsApp - WhatsApp batasi jumlah pesan yang dapat diteruskan di India untuk cegah penyebaran hoax di platformnya.
  • 18:38 WIB. Xiaomi - Setelah eksis di Swiss dan Polandia, ponsel Mi A2 muncul di Rumania.
  • 18:33 WIB. Microsoft - Bisnis gaming Microsoft catatakan pendapatan untuk Q4 sebesar US$2,28 miliar.
  • 18:31 WIB. HMD Global - Nokia 6.1 Plus bakal resmi dirilis untuk pasar global pada 24 Juli 2018.
  • 15:03 WIB. MAYA - Pefindo menurunkan prospek peringkat Bank Mayapada Internasional dari stabil menjadi negatif.

Symantec Ungkap Cara Cryptojacking Serang Komputer

Foto Berita Symantec Ungkap Cara Cryptojacking Serang Komputer
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Penjahat siber dengan cepat menambahkan Cryptojacking ke daftar "senjata" mereka dan menghasilkan aliran pendapatan baru yang sangat menguntungkan. Cryptojacking merupakan ancaman berkembang terhadap keamanan siber dan pribadi.

"Insentif keuntungan yang sangat besar membuat orang, perangkat, dan organisasi berisiko disusupi penambang koin ilegal yang akan menyedot sumber daya dari sistem mereka. Ini semakin mendorong penjahat untuk menginfiltrasi apa saja, mulai dari PC di rumah hingga pusat data raksasa," kata Director Systems Engineering Symantec Malaysia dan Indonesia, David Rajoo, di Jakarta, beberapa saat yang lalu.

Internet Security Threat Report (ISTR) Symantec memberikan pandangan menyeluruh tentang lanskap ancaman, termasuk informasi tentang aktivitas ancaman global, tren kejahatan siber dan motivasi penyerang.

Laporan tersebut menganalisis data dari Symantec Global Intelligence Network, yaitu jaringan yang mengumpulkan ancaman sipil terbesar di dunia yang mencatat aktivitas dari 126,5 juta sensor serangan di dunia dan memantau aktivitas ancaman di lebih dari 157 negara dan wilayah. Beberapa temuan penting di antaranya serangan Cryptojacking melonjak sebesar 8,500%.

Selama tahun lalu, kenaikan nilai cryptocurrency yang tajam memicu perburuan emas Cryptojacking bagi penjahat siber yang mencoba masuk ke pasar yang tak stabil. Deteksi penambang koin pada komputer endpoint meningkat 8,500% pada tahun 2017. Bahkan, Indonesia berada diperingkat ke-5 di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) dan diurutan ke-23 secara global untuk aktivitas penambangan crypto.

Dengan sistem perlindungan yang lemah yang hanya membutuhkan beberapa baris kode untuk membobolnya, penjahat siber mencuri daya pemrosesan dan penggunaan CPU cloud konsumen dan perusahaan untuk menambang cryptocurrency.

Akibatnya, penambang koin bisa memperlambat perangkat, memanaskan baterai, dan dalam beberapa kasus, membuat perangkat tidak dapat digunakan. Bagi perusahaan besar, penambang koin dapat memberikan risiko gangguan atau matinya jaringan perusahaan/shutdown dan meningkatkan penggunaan CPU cloud, sehingga memperbesar biaya.

“Kini Anda bisa saja sedang berjuang melindungi sumber daya di ponsel, komputer, atau perangkat IoT Anda karena serangan tersebut mengeksploitasi perangkat tersebut untuk mendapatkan keuntungan," kata Andris Masengi, Country Manager Symantec Indonesia.

Andris menambahkan pengguna perlu meningkatkan pertahanan mereka atau mereka akan membayar akibat dari orang lain yang menggunakan perangkat mereka. 

Tag: Symantec Indonesia, Cryptojacking, Andris Masengi, Internet of Things (IoT)

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10