Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:37 WIB. Askrindo - Askrindo Syariah teken kerja sama dengan LPDB KUMKM senilai Rp1,5 triliun.
  • 19:36 WIB. PLN - PLN segera terbitkan global bond pada Mei 2018. 
  • 19:33 WIB. MTF - Total outstanding pembiayaan yang telah disalurkan MTF pada Q1 2018 capai Rp6,59 triliun. 
  • 19:32 WIB. MTF - MTF catat penyaluran pembiayaan segmen multiguna selama Q1 2018 tumbuh 28,7%.
  • 19:30 WIB. Pelindo II - KPK panggil saksi untuk tersangka RJ Lino dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan QCC di Pelindo II. 
  • 19:29 WIB. Pelindo III - Pelindo III raih peringkat Baa3 dari Moody's.
  • 19:28 WIB. BRI - PSS Sleman kerja sama dengan BRI untuk siapkan inovasi dalam pendistribusian tiket pertandingannya.
  • 19:24 WIB. BTN - BTN berupaya turunkan bunga KPR nonsubsidi menjadi 9%.
  • 19:21 WIB. Mandiri - Bank Mandiri pastikan pinjaman Rp13,5 triliun dari Cina lunas pada 2025.
  • 19:20 WIB. BNI - Dukung program "Energy Rangers School Campaign 2018”, BNI siapkan 15.000 kartu pos lomba mewarnai.
  • 19:17 WIB. Pertamina - Investasi Pertamina di tujuh blok migas senilai Rp7 triliun.
  • 19:16 WIB. Pertamina - Pengamat energi dari UGM katakan Pertamina perlu percepat pembangunan kilang minyak.
  • 19:13 WIB. Pertamina - Pertamina berencana keluarkan kartu solar bersubsidi untuk kendaraan berbahan bakar solar.
  • 19:12 WIB. Pertamina - Pertamina duga kelangkaan solar di Kendari karena adanya penyelewengan solar bersubsidi ke industri.
  • 17:47 WIB. Pilpres - Anies membantah bahas Pilpres 2019 dengan Erdogan.

Tanggapan Emil saat Petani Minta Dibuatkan Aturan Cukai Ubi Cilembu

Foto Berita Tanggapan Emil saat Petani Minta Dibuatkan Aturan Cukai Ubi Cilembu
Warta Ekonomi.co.id, Sumedang -

Petani ubi Cilembu meminta kepada Kandidat Gubernur Jabar Ridwan Kamil jika kelak terpilih sebagai pemimpin Jawa Barat dapat membuat Peraturan Gubernur tentang cukai untuk ubi Cilembu. Tujuannya agar petani bisa mandiri dengan cukai tersebut.

"Dengan cukai Rp100 per kilogram, misalnya, dan kemudian dikembalikan lagi ke petani dapat membuat   petani mandiri," kata Ketua Asosiasi Agro Bisnis Ubi Cilembu (Asaguci) Asaguci, Hadie Guna, Sabtu (14/4/2018).

Menurut dia, jika ubi Cilembu sudah menjadi produk unggulan nasional maka cukai sangat dibutuhkan untuk membangun infrastruktur di kawasan perkebunan. Mengingat potensi ekonomi dari ubi Cilembu sangat besar, sehari dihasilkan 60 ribu-70 ribu ton.

Hadie menjelaskan ubi yang ditanam oleh sekitar 6000 petani di 4 kecamatan di Sumedang, yakni  Rancakalong, Tanjungsari, Pamulihan, Sukasari ini dipasarkan ke Jatim, Jateng, Bali, hingga Bima. Bahkan, diekspor ke Hongkong, Singapura, Malaysia, Korea, bahkan Jepang.

Meski demikian, selama ini, masih ada persoalan indikasi geografis (IG). Ubi yang berasal dari 4 kecamatan tersebut, juga di tanam di daerah lain, dan mereka menyebutnya sebagai ubi Cilembu. Padahal, berdasarkan wilayah IG, sebenarnya itu tidak boleh. "Kami butuh pelabelan IG untuk ubi Cilembu," ucap Hadi.

Untuk meningkatkan nilai jual, petani juga membuat produk makanan dari ubi, seperti keripik, dodol, cake, pasta, dan tepung. "Hanya kami butuh bimbingan soal kemasan agar nilai jual produk ini terangkat," ungkap Hadie.

Menanggapi hal itu, Ridwan Kamil (Emil) menyatakan bahwa ubi Cilembu merupakan salah satu produk istimewa selain tahu Sumedang. Ubi ini luar biasa, petani bisa sejahtera dengan ubi ini. Dari satu hektare kebun ubi, pendapatan petani Rp10 juta per bulan. 

"Itu baru produk dasarnya saja. Belum lagi kalau olah, misalnya dibuat pasta. Ini favorit orang Jepang. Di Jepang, harga ubi Cilembu Rp200 ribu per kg. Ini menandakan potensi ekspornya luas biasa," kata Emil.

Dari berbagai persoalan yang dihadapi petani, menurut Emil, sebagai calon gubernur, dia akan membuat pusat packaging produk UKM. "Ini contohnya sudah saya buat. Inilah yang akan menduakalipatkan keuntungan bagi pelaku UMKM," ucap Emil.

Tugas gubernur adalah membuat sistem, bagaimana mereka bisa mengakses modal, membuat packaging yang bagus, hingga  menembus pasar ekspor, tanpa perusahaan orang lain, tapi oleh perusahaan milik pengusaha orang Sumedang sendiri.

Khusus untuk cukai, kata dia, kalau bisa dipenuhi, hasilnya bisa dikembalikan lagi ke petani untuk infrastruktur dan pengembangan perkebunan ubi Cilembu.

"Saya yakin dengan kerja kolaboratif dan inovasi antara pemerintah dan masyarakat, Sumedang dengan ubi Cilembunya bisa jadi daerah percontohan yang sejahtera oleh produk agrikultur," pungkasnya.

Tag: Ridwan Kamil, Pertanian, Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6229.635 -78.513 575
2 Agriculture 1722.371 6.370 19
3 Mining 1919.443 -33.172 44
4 Basic Industry and Chemicals 789.595 -7.216 70
5 Miscellanous Industry 1264.767 -18.889 44
6 Consumer Goods 2549.123 -61.872 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.752 -5.526 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1087.256 11.099 64
9 Finance 1120.332 -20.452 90
10 Trade & Service 942.879 -0.426 134
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 OASA 248 310 62 25.00
3 BIMA 97 118 21 21.65
4 RAJA 665 805 140 21.05
5 PTIS 328 394 66 20.12
6 GHON 1,185 1,400 215 18.14
7 NAGA 216 248 32 14.81
8 MLPT 710 800 90 12.68
9 CNTX 570 640 70 12.28
10 BPFI 525 580 55 10.48
No Code Prev Close Change %
1 BUVA 585 474 -111 -18.97
2 INPS 2,600 2,150 -450 -17.31
3 KDSI 1,010 910 -100 -9.90
4 SONA 3,100 2,800 -300 -9.68
5 RODA 550 500 -50 -9.09
6 TAXI 144 132 -12 -8.33
7 DEFI 1,095 1,005 -90 -8.22
8 BINA 685 630 -55 -8.03
9 HELI 258 238 -20 -7.75
10 CARS 1,950 1,820 -130 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 145 37 34.26
2 RAJA 665 805 140 21.05
3 AUTO 1,545 1,640 95 6.15
4 BBRI 3,580 3,490 -90 -2.51
5 UNVR 50,800 48,000 -2,800 -5.51
6 TKIM 9,725 9,950 225 2.31
7 BAPA 171 180 9 5.26
8 TLKM 3,750 3,830 80 2.13
9 UNTR 37,600 37,900 300 0.80
10 MNCN 1,410 1,395 -15 -1.06

Recommended Reading

Selasa, 24/04/2018 15:12 WIB

Facebook Belum Jawab Surat dari Indonesia

Selasa, 24/04/2018 14:18 WIB

Papa Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

Selasa, 24/04/2018 09:12 WIB

5 Tips Membuat Pitching Berkesan

Selasa, 24/04/2018 08:58 WIB

7 Manfaat Ekspansi Bisnis

Selasa, 24/04/2018 08:28 WIB

Fadel Perjuangkan Komoditas Sawit Indonesia

Selasa, 24/04/2018 07:23 WIB

Ketika Jokowi Menjelma Jadi Bapak Papua