Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Oplosan dan Hal-hal yang Tidak Selesai (2)

Foto Berita Oplosan dan Hal-hal yang Tidak Selesai (2)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kriminolog Unpad, Yesmil Anwar, berpandangan bahwa penanganan peredaran miras bukan hanya sebatas penegakkan hukum saja. Menurut dia, perlu adanya peraturan daerah yang menyatakan secara tegas mengenai peredaran miras di wilayahnya masing-masing.

Ia menyebut kasus ini sebagai patologi sosial atau penyakit masyarakat. Artinya, keadaan tersebut akan muncul dari berbagai faktor yang bertentangan dengan norma kebaikan dan stabilitas lokal yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat.

"Ini sudah masuk penyakit sosial di dalam masyarakat itu sendiri yang mungkin dipicu oleh pengangguran, gaya hidup, kan bisa saja oleh situasi-situasi kalau kita sebut frustasi sosial, bisa saja. Yang menjadikan itu sulit, jadi kalau penanganannya hukum, dia akan selesai di ranah hukum. Tapi ini kan tidak hanya hukum, tapi Perda ini tidak diminum sendiri di rumah tapi bersama sama, jadi ini gaya hidup," kata dia.

Ada beberapa strategi yang bisa menjadi medium dalam pengendalian miras ini. Kata Yesmil, peraturan presiden nomor 74 tahun 2013 bisa menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam menegakkan regulasi miras di wilayahnya.

Melalui peraturan itu, pemerintah mengategorikan minuman beralkohol sebagai barang dalam pengawasan. Dalam perpres tersebut, miras dikelompokkan dalam tiga golongan yakni A, B, dan C. Kemudian pemberian kewenangan pada pemerintah daerah untuk menentukan tempat-tempat di mana miras boleh diperjualbelikan atau dikonsumsi. Syaratnya, mesti tidak berdekatan dengan tempat peribadatan, sekolah, dan rumah sakit.

"Kita kembali ke peraturan presiden itu nomor 74 tahun 2013 cukup komprehensif. Itu antara pengawasan siapa yang mengawasi kemudian produsennya siapa yang diawasi, kemudian pengguna dan korban. Regulasi itu juga menyangkut pendekatan sosial, karena ini patologi sosial penyakit masyarakat, pendekatannya tidak bisa pendekatan hukum saja," katanya.

Hal lain yang bisa dilakukan yakni dengan membuat semacam pusat kegiatan pemuda. Semakin banyak pusat kegiatan pemuda, tentunya disokong oleh Pemda, akan sedikit demi sedikit mengurasi kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi miras termasuk narkoba. Penerapan ini dapat berkaca kepada negara-negara di Amerika Selatan yang berhasil membangun Youth Center.

"Salah satunya di Amerika Selatan itu warga sering mabuk untuk pelampiasan. Nah pemerintah di sana menggalang program positif seperti bakti sosial dan itu terbukti mereka bisa lepas. Nah mulailah kita berbicara hal ini misalnya kalau bahasa saya penyuluhan hukum bukan sosialisasi. Masuk ke penyuluhan hukumnya itu dengan secepatnya bukan hanya ngobrol-ngobrol, tapi masuk ke kesenian dan sebagainya," kata dia.

Tag: Oplosan, Minuman Keras (Miras)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Didik Suhartono

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00