Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:17 WIB. Oppo - Oppo membanderol Find X di Indonesia seharga Rp12,999 juta.
  • 20:16 WIB. Gadget - Dalam laporan enam bulan pertama di 2018, pendapatan aplikasi secara global meningkat 27,8% dari tahun ke tahun.
  • 20:15 WIB. Oppo - Oppo resmi rilis smartphone flagship terbaru mereka, yakni Find X, di Indonesia.
  • 20:13 WIB. Telekomunikasi - Menkominfo optimis Palapa Ring Timur rampung akhir 2018.
  • 20:12 WIB. Grab - Grab meriahkan parade kirab obor Asian Games 2018 di 10 kota.
  • 19:44 WIB. PTPN III - PTPN III akan impor gula mentah 85.000 ton pada September.
  • 19:43 WIB. JSMR - JSMR catat pendapatan usaha di luar konstruksi Rp4,79 triliun pada semester I 2018, naik 5,76% YoY.
  • 19:43 WIB. JSMR - Pendapatan konstruksi JSMR naik 61% YoY pada semester 1 2018, dari Rp8,56 triliun jadi Rp13,87 triliun.
  • 19:42 WIB. JSMR - Pertumbuhan EBITDA JSMR pada semester I 2018 capai Rp2,90 triliun, tumbuh 10,39% YoY.
  • 19:42 WIB. JSMR - JSMR raup laba bersih Rp1,05 triliun pada semester I 2018, tumbuh sebesar 2,90% YoY.
  • 19:41 WIB. BRI - BRI beri diskon hingga 70% untuk pembelian tiket Aisan Games 2018 secara online.
  • 19:41 WIB. BRI - BRI menarget bisa menjual hingga 25 ribu tiket Asian Games.
  • 19:41 WIB. BRI - BRI gandeng kiosTix untuk jual tiket pertandingan di Asian Games 2018.
  • 19:40 WIB. RNI - PT Rajawali Nusantara Indonesia perkirakan bakal impor gula sekitar 6.000 ton-10.000 ton.
  • 19:40 WIB. KAI - PT KAI buka loker bagi lulusan SLTA dengan nilai UAN rata-rata minimal 6.

BKI Terbitkan Technical Information Sektor Kemaritiman

Foto Berita BKI Terbitkan Technical Information Sektor Kemaritiman
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI tergabung dalam Delegasi Republik Indonesia turut serta membahas isu terkait lingkungan dalam pertemuan sidang tahunan International Maritime Organization (IMO), Badan Maritim Dunia di bawah naungan PBB yang berpusat di London, Minggu, (15/4/2016).

Pertemuan yang berlangsung di Headquarter IMO tersebut membahas Marine Environment Protection Commite (MEPC 72). Pada kesempatan tersebut BKI dipimpin langsung oleh Direktur Utama Rudiyanto beserta Ketua Majelis BKI Laksamana TNI (Purn) Marsetio yang sekaligus menjabat sebagai special envoy Pemerintah Indonesia untuk IMO.

Sehubungan dengan hal tersebut, Rudiyanto merilis technical information seputar konvensi tersebut agar dapat diantisipasi oleh para stakeholder pelaku usaha dan regulator sektor maritim di Indonesia.

"Techincal information yang kami sampaikan ini memiliki relevansi tinggi dengan tugas dan wewenang BKI dan sangat berguna bagi pelaku usaha dan regulator di sektor maritim nasional," ungkap Rudiyanto.

Ia menyampaikan, beberapa isu yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain adopsi amandemen terhadap instrumen wajib (Mandatory Instrument), organisme akuatik yang berbahaya dalam air ballast, polusi udara/emisi gas buang, dan efisiensi energi, langkah-langkah teknis serta operasional untuk meningkatkan efisiensi energi dari pengiriman internasional, serta termasuk pengurangan emisi gas rumah kaca dari kapal. Technical information tersebut dapat diunduh dari website BKI.

BKI sebagai BUMN jasa survei yang memiliki tugas dalam melakukan survei dan sertifikasi klasifikasi kapal di Indonesia turut pula secara khusus memperhatikan peraturan-peraturan itu guna mencapai standar yang diharapkan oleh IMO.

Hal itu juga menjadi catatan penting BKI yang kini sedang menempuh upaya untuk menjadi anggota asosiasi Badan Klasifikasi Dunia, International Association of Classification Societies (IACS).

"Hasil pembahasan juga harus menjadi perhatian para stakeholder BKI terutama bagi pelaku usaha di sektor maritim. Nantinya ke depan, untuk informasi teknik lebih lanjut akan di informasikan oleh Divisi Statutoria BKI yang dapat diunduh melalui website kami," jelasnya.

Isu lingkungan memang menjadi concern IMO terutama yang berkaitan dengan permasalahan keberlanjutan dan kelestarian ekosistem laut termasuk, sampah plastik yang akhir-akhir ini menjadi global issue dan menjadi salah satu concern dari Kementerian Koordinator Kemaritiman RI.

Sementara pembahasan terkait penurunan emisi gas buang dari kapal, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan antara lain penggunaan pemilihan dari mesin kapal yang baik, pembuatan rancang bangun kapal yang lebih efisien, penggunaan bahan bakar alternatif, dan melakukan perubahan skema model perdagangan dimana hal ini persis seperti yang dibahas pada pertemuan MEPC 71 lalu.

Menurut Rudiyanto, metode tersebut bertujuan untuk mencapai penurunan emisi gas buang di bawah 2°C sebagaimana ditetapkan pada Paris Agreement yang hingga saat ini telah diratifikasi oleh 144 negara.

"Jika nantinya penurunan emisi gas buang kapal ini diterapkan, tentunya akan berdampak terhadap lebih dari 11.000 kapal-kapal berbendera Indonesia yang beroperasi di perairan internasional maupun yang beroperasi di dalam negeri dan aturan internasional ini sejalan dengan program pemerintah Republik Indonesia yakni kebijakan Poros Maritim Dunia terutama hal terkait keselamatan lingkungan maritim," pungkasnya.

Adapun pada Sidang MEPC 72 ini juga membahas isu sulphur limit dalam bahan bakar kapal sebagai tindak lanjut keputusan Sidang MEPC ke-70 pada 2016 yang menetapkan bahwa mulai 1 Januari 2020, batas sulfur dalam bahan bakar kapal tidak boleh melebihi dari ambang batas 0,50% m/m.

Tag: Biro Klasifikasi Indonesia, Rudiyanto

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Sheravim

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5890.731 29.223 597
2 Agriculture 1448.636 18.709 19
3 Mining 2030.948 37.402 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.836 3.799 70
5 Miscellanous Industry 1171.537 6.552 45
6 Consumer Goods 2430.300 5.099 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.579 -0.369 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1090.068 16.401 70
9 Finance 1026.304 6.533 91
10 Trade & Service 871.072 -8.720 143
No Code Prev Close Change %
1 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
2 TCPI 1,090 1,290 200 18.35
3 DSSA 20,525 24,000 3,475 16.93
4 BTON 240 278 38 15.83
5 BNBR 70 81 11 15.71
6 NUSA 254 292 38 14.96
7 POLL 1,305 1,500 195 14.94
8 CSIS 444 505 61 13.74
9 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
10 MGRO 338 372 34 10.06
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 1,890 1,420 -470 -24.87
2 MFMI 845 640 -205 -24.26
3 OKAS 334 280 -54 -16.17
4 FORU 146 124 -22 -15.07
5 TRUK 496 424 -72 -14.52
6 RODA 580 505 -75 -12.93
7 PEGE 150 133 -17 -11.33
8 GSMF 126 112 -14 -11.11
9 CEKA 1,100 985 -115 -10.45
10 TIRA 157 141 -16 -10.19
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,850 -20 -0.70
2 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
3 PGAS 1,725 1,720 -5 -0.29
4 GSMF 126 112 -14 -11.11
5 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
6 TLKM 3,940 4,010 70 1.78
7 BKSL 107 105 -2 -1.87
8 WSKT 2,030 2,030 0 0.00
9 ADRO 1,760 1,865 105 5.97
10 PTBA 4,380 4,330 -50 -1.14