Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Myanmar Bakal Bebaskan 8.000 Tahanan, Dua Wartawan Reuters Termasuk?

Foto Berita Myanmar Bakal Bebaskan 8.000 Tahanan, Dua Wartawan Reuters Termasuk?
Warta Ekonomi.co.id, Yangon -

Presiden baru Myanmar mengatakan pada Selasa (17/4/2018) lebih dari 8.000 tahanan akan dibebaskan dalam amnesti, langkah yang menurut pemerintah akan membawa dukungan kemanusiaan di tengah reformasi politik negara itu setelah beberapa dekade pemerintahan militer.

Pengampunan presiden, yang ditandatangani oleh Presiden Win Myint yang baru terpilih, mengatakan langkah itu bertujuan untuk membawa perdamaian sebagai bagian dari perayaan tahun baru Myanmar. Tidak disebutkan kapan amnesti akan berlangsung.

"Untuk membawa kedamaian dan kesenangan hati warga Myanmar, dan demi dukungan kemanusiaan, 8,490 tahanan dari tiap penjara akan diberikan pengampunan," tutur Kantor Kepresidenan dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (17/4/2018).

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi telah mengakhiri perang saudara yang hampir abadi untuk menjadikan rekonsiliasi nasional sebagai prioritas utamanya. Liga Nasional untuk Demokrasi yang berkuasa mengambil tampuk pemerintahan pada tahun 2016 di tengah harapan tinggi akan kebebasan yang lebih besar setelah hampir setengah abad di bawah kekuasaan militer.

Dua wartawan Reuters yang dipenjarakan di Myanmar tidak termasuk dalam amnesti, menurut Min Tun Soe, juru bicara Departemen Penjara Myanmar, mengutip proses hukum yang sedang berlangsung.

Pengadilan di Yangon telah mengadakan sidang pendahuluan sejak Januari untuk memutuskan apakah kedua jurnalis itu akan dituntut di bawah Undang-Undang Rahasia Pejabat era kolonial, yang membawa hukuman maksimal 14 tahun penjara. Lebih dari 6.000 tahanan yang dijatuhi hukuman berdasarkan tuduhan terkait narkoba akan dimasukkan dalam pengampunan, menurut sebuah posting Facebook oleh juru bicara pemerintah Zaw Htay.

Hampir 2.000 anggota militer dan polisi Myanmar, yang dipenjara di bawah Undang-Undang Militer atau Undang-Undang Disiplin Kepolisian, akan dibebaskan, tulis Zaw Htay. Dia mengatakan total 36 tahanan dalam daftar pengawasan hak asasi manusia, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), juga termasuk dalam amnesti.

Ratusan tahanan politik telah dibebaskan dari penjara-penjara Myanmar dalam amnesti dalam beberapa tahun terakhir, termasuk puluhan orang dibebaskan pada April 2016, beberapa hari setelah partai pemenang Nobel Suu Kyi mengambil alih kekuasaan setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer. Konstitusi Myanmar mewajibkan pemerintah sipil Suu Kyi untuk berbagi kekuasaan dengan militer yang kuat, yang mengontrol pos-pos kabinet utama termasuk hukum dan ketertiban dan keamanan.

"Kami mengajukan daftar 44 tahanan politik dan sekarang 36 orang dibebaskan. Amnesti ini adalah kabar baik dan kami menyambut dan mendukungnya," tutur perwakilan AAPP Myanmar Aung Myo Kyaw.

"Tapi seharusnya tidak ada tahanan politik tunggal di negara demokratis," tuturnya.

"Akan lebih baik jika tahanan politik yang tersisa dan juga mereka yang masih menghadapi tuduhan diampuni," tegasnya.

Suu Kyi, yang menghabiskan bertahun-tahun di bawah tahanan rumah, mengatakan bahwa melepaskan tahanan politik yang tersisa adalah prioritas utama. Sebelum pengampunan hari Selasa, ada 240 aktivis politik yang dipenjarakan atau menunggu persidangan di Myanmar, menurut AAPP.

Suu Kyi telah berjuang untuk membantah kritik atas pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan proses perdamaian yang gagap. Pemerintahnya juga menghadapi kecaman internasional untuk operasi militer terhadap Muslim Rohingya yang telah mengirim hampir 700.000 anggota komunitas minoritas yang melarikan diri ke Bangladesh.

Tag: Rohingya, Krisis Kemanusiaan Rohingya, Myanmar, Win Myint, Aung San Suu Kyi, Daw Aung San Suu Kyi, Thomson Reuters Corporation, Zaw Htay, Wa Lone, Kyaw Soe Oo, Muslim Rohingya

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Stringer

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35

Recommended Reading

Sabtu, 17/11/2018 18:25 WIB

B20 Diyakini Turunkan Impor Migas, Benarkah?

Jum'at, 16/11/2018 19:53 WIB

Melambat, ULN Indonesia Tumbuh 4,2%

Jum'at, 16/11/2018 18:21 WIB

Beginilah Proses Migrasi Mitra Grab ke Go-Jek

Jum'at, 16/11/2018 10:37 WIB

2018, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,1%

Jum'at, 16/11/2018 07:24 WIB

Bank Mayapada Rombak Jajaran Direksi