Portal Berita Ekonomi Jum'at, 27 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:53 WIB. Wika Realty - Wijaya Karya Realty membidik dana segar Rp2 triliun dalam penawaran umum perdana saham pada Mei 2018.
  • 12:52 WIB. TMAS - Temas Line membukukan pendapatan jasa bersih sebanyak Rp558,24 miliar sepanjang kuartal I-2018.
  • 12:09 WIB. Telkom - Telkom sabet tiga penghargaan di "Revolusi Mental BUMN Award 2018."
  • 11:46 WIB. Suriah - Jim Mattis: operasi AS di Suriah akan diperluas.
  • 11:45 WIB. Suriah - Presiden Turki desak PBB intensifkan upaya perdamaian di Suriah.
  • 11:44 WIB. Korea - Pemimpin Korea selatan-Korea Utara akan menanam sebuah pohon di desa Panmunjon sebagai simbol perdamaian.
  • 11:42 WIB. Myanmar - PBB tunjuk utusan khusus untuk Myanmar.
  • 11:41 WIB. Pakistan - Gagal dalam laksanakan tugasnya, Menlu Pakistan terancam diturunkan.
  • 11:40 WIB. Mesir - Indonesia-Mesir bahas pengembangan kurikulum Islam moderat.
  • 11:39 WIB. Wisconsin - Ledakan di kilang minyak Wisconsin AS, 11 orang terluka.
  • 11:38 WIB. Amerika - Eks bos CIA, Mike Pompeo, resmi menjabat jabatan Menlu AS.
  • 11:37 WIB. Korea - Pemimpin Korsel dan Korea Utara bahas perdamaian di desa perbatasan Panmunjon.
  • 11:36 WIB. Korea - Kim Jong Un-Moon Jae In bertemu di zona demiliterisasi bahas perdamaian di Korea.
  • 11:27 WIB. INDY - Indika Energy mempertimbangkan peluang memacu produksi batu bara menjadi 36,5 juta ton pada 2018.
  • 11:26 WIB. KPIG - MNC Land menyiapkan belanja modal tahun ini senilai Rp2,5 triliun.

Trump: China dan Rusia Bermain Devaluasi Mata Uang

Foto Berita Trump: China dan Rusia Bermain Devaluasi Mata Uang
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Presiden AS Donald Trump menuduh Rusia dan China pada hari Senin (16/4/2018) mendevaluasi mata uang mereka sementara Amerika Serikat menaikkan suku bunga, mendorong China untuk menuduh Amerika Serikat mengirimkan pesan yang membingungkan.

“Rusia dan China memainkan game Devaluasi Mata Uang saat AS terus menaikkan suku bunga. Tidak bisa diterima!,” tutur Trump di sebuah posting Twitter di akun pribadinya.

Berbicara di Beijing pada hari Selasa (17/4/2018), juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mencatat bahwa apa yang dikatakan Trump tampaknya bertentangan dengan laporan Departemen Keuangan AS yang tidak menyebut nama mitra dagang utama sebagai manipulator mata uang.

"Jadi sepertinya informasi yang dirilis oleh pihak AS agak kacau," ungkapnya pada briefing berita harian.

Hua mengatakan itu mengingatkannya pada sebuah puisi oleh pendiri China modern, Mao Zedong, tentang tetap tenang di tengah-tengah kekacauan.

"Tidak peduli apa yang dikatakan orang lain, kami akan terus mendorong reformasi mekanisme nilai tukar renminbi," tambahnya, tanpa merinci, menggunakan nama resmi mata uang itu.

Tweet Trump mengacu pada apa yang dilihatnya sebagai keuntungan perdagangan yang tidak adil: Jika mata uang suatu negara sangat rendah, ekspornya lebih kompetitif. Suku bunga AS yang lebih tinggi pada umumnya akan meningkatkan nilai dolar, membuat ekspor AS lebih mahal.

Sejak Trump menjabat pada Januari 2017, dolar telah melemah secara substansial terhadap sebagian besar mata uang, termasuk yuan China dan, sampai Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada Rusia dalam beberapa minggu terakhir, rubel.

Terhadap yuan, dolar telah jatuh sebesar 8,6 persen sejak 20 Januari 2017, sementara itu telah menguat 4,5 persen terhadap rubel. Sampai Amerika Serikat mengumumkan sanksi pada oligarki Rusia bulan ini, bagaimanapun, dolar telah melemah hampir 4 persen terhadap mata uang Rusia. Keuntungan itu sepenuhnya terhapus oleh penurunan dua hari 8,4 persen di rubel pada 9 dan 10 April.

Lebih luas, indeks dolar AS, yang mengukur nilai greenback terhadap sekeranjang mata uang mitra perdagangan utama, telah menurun 11,2 persen sejak Trump menjadi presiden. Departemen Keuangan AS, dalam laporan setengah tahunan pada hari Jumat, sekali lagi menahan diri dari penamaan mitra dagang utama sebagai manipulator mata uang. Laporan itu muncul ketika administrasi Trump mengejar tarif potensial, negosiasi dan pembatasan lain untuk mencoba memangkas defisit perdagangan besar-besaran dengan China.

Laporan itu tidak menyebutkan ancaman Trump baru-baru ini untuk memberlakukan miliaran dolar tarif atas barang-barang China atas praktik kekayaan intelektual Beijing, atau menunggu pembatasan treasury atas investasi Cina di Amerika Serikat.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders kemudian mengatakan kepada wartawan di Air Force One pada perjalanan oleh presiden ke Miami bahwa China berada dalam daftar pantauan Departemen Keuangan AS karena berpotensi berlabel manipulator mata uang.

Tag: China (Tiongkok), the people's bank of china, Bank of China, Rusia, Yuan, Rubel, Vladimir Vladimirovich Putin, Xi Jinping, Donald John Trump, Dolar Amerika Serikat (AS), Amerika Serikat (AS), kurs mata uang, Tarif Impor Amerika Serikat

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5909.198 -170.652 575
2 Agriculture 1649.379 -41.632 19
3 Mining 1812.460 -64.886 44
4 Basic Industry and Chemicals 771.685 -9.748 70
5 Miscellanous Industry 1224.866 -17.897 44
6 Consumer Goods 2411.714 -76.729 45
7 Cons., Property & Real Estate 477.256 -14.532 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1039.703 -33.358 64
9 Finance 1040.444 -34.277 90
10 Trade & Service 909.909 -23.532 134
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 520 650 130 25.00
2 OASA 334 416 82 24.55
3 MREI 4,900 5,975 1,075 21.94
4 CSIS 462 560 98 21.21
5 AKSI 270 310 40 14.81
6 LCGP 70 79 9 12.86
7 BBRM 100 110 10 10.00
8 INAF 4,380 4,800 420 9.59
9 NIKL 3,890 4,200 310 7.97
10 MARI 1,400 1,500 100 7.14
No Code Prev Close Change %
1 JECC 6,200 4,960 -1,240 -20.00
2 MTSM 324 266 -58 -17.90
3 BIMA 102 84 -18 -17.65
4 INDR 1,430 1,205 -225 -15.73
5 CEKA 1,280 1,090 -190 -14.84
6 MBSS 735 635 -100 -13.61
7 SHID 1,550 1,350 -200 -12.90
8 IMAS 2,450 2,150 -300 -12.24
9 RIGS 248 218 -30 -12.10
10 HDFA 212 188 -24 -11.32
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,310 3,140 -170 -5.14
2 BMRI 7,150 6,775 -375 -5.24
3 TLKM 3,780 3,650 -130 -3.44
4 BBCA 21,750 21,350 -400 -1.84
5 UNVR 46,000 45,000 -1,000 -2.17
6 INKP 12,725 12,450 -275 -2.16
7 PTBA 3,270 3,060 -210 -6.42
8 ADRO 2,120 1,995 -125 -5.90
9 BBTN 3,560 3,190 -370 -10.39
10 TKIM 9,600 9,550 -50 -0.52