Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:12 WIB. PLN - Bamsoet minta PLN pasok listrik ke warga di Kepulauan Natuna.
  • 21:39 WIB. Erajaya - Erajaya Swasembada membidik pendapatan tumbuh 16% menjadi Rp28 triliun pada tahun ini.
  • 21:37 WIB. Erajaya - Erajaya Swasembada menargetkan laba bersih tumbuh 12% menjadi Rp380 miliar pada 2018.
  • 21:28 WIB. ABDA - Asuransi Bina Dana Arta membukukan premi bruto sebesar Rp1,17 triliun pada 2017.
  • 21:27 WIB. ABDA - Asuransi Bina Dana Arta menargetkan pendapatan premi bruto sebesar Rp1,34 triliun pada 2018.
  • 21:20 WIB. Asus - Asus juga perkenalkan smartphone lain yang ditujukan khusus bagi pencinta fotografi yang bernama ZenFone 5Q.
  • 21:18 WIB. Go-Jek - Go-Jek berencana menemui regulator transportasi Filipina.
  • 21:16 WIB. Asus - Zenfone Max M1 dibanderol Rp1.899.000.
  • 21:15 WIB. Facebook - Dicurigai sebagai intel Rusia, pelaku penyalahgunaan data Facebook, Alexandr Kogan, mengaku bukan mata-mata Rusia.
  • 21:04 WIB. Asus - Zenfone Max Pro M1 dibanderol Rp2,299 juta untuk 3GB/32GB, Rp2,799 juta untuk varian 4GB/64GB, dan Rp3,299 juta untuk varian 6GB/64GB. 
  • 21:03 WIB. Asus - Zenfone Max Pro M1 tersedia mulai 25 April 2018 dan dapat dibeli di Lazada.
  • 21:02 WIB. GSMA - Global System for Mobile Communications Association (GSMA) tangguhkan pengembangan teknologi SIM card elektronik.
  • 21:01 WIB. Asus - Asus resmi meluncurkan varian ponsel pintar terbarunya yakni Zenfone Max Pro M1 di Indonesia. 

Pertumbuhan Kredit Triwulan I 2018 Masih Terbatas

Foto Berita Pertumbuhan Kredit Triwulan I 2018 Masih Terbatas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hasil Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada triwulan I 2018 secara triwulanan (qtq) melambat sesuai dengan pola penyaluran kredit pada awal tahun, namun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pertumbuhan kredit baru sebesar 75,9% pada triwulan I 2018, lebih rendah dari 94,3% pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan masih rendahnya kebutuhan pembiayaan nasabah di awal tahun," tulis BI dalam laporan tersebut di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Meski demikian, pertumbuhan kredit baru pada triwulan I 2018 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pertumbuhan kredit baru triwulan I 2017 yang hanya sebesar 52,9%.

BI menyebutkan, meski suku bunga kredit menurun dari triwulan sebelumnya, rendahnya kebutuhan pembiayaan nasabah pada awal tahun dan penyaluran kredit yang seiektif dari bank untuk menekan risiko penyaluran kredit menyebabkan pertumbuhan kredit baru melambat pada triwulan I 2018. 

Pada triwulan I 2018, upaya responden untuk mendorong penyaluran kredit tercermin dari pelonggaran kebijakan penyaluran kredit. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standar triwulan I 2018 sebesar -3,8, lebih rendah dibandingkan 14,4 pada triwulan sebelumnya, terutama berupa penurunan suku bunga kredit.

Selain itu, penurunan rata-rata persentasi jumlah permohonan kredit yang tidak disetujui oleh bank juga menurun dari 21,7% pada triwulan sebelumnya menjadi 17,9% pada triwulan l 2018.

"Pada triwulan l 2018, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada semua jenis penggunaan kredit. Pada periode tersebut, SBT kredit modal kerja menurun dari 84,3% menjadi 71,9%, SBT kredit investasi turun dari 84,2% menjadi 73,5%, dan SBT kredit konsumsi turun dari 35,0% menjadi 16,6%," ungkap BI.

Kemudian, pertumbuhan permintaan kredit baru pada 12 sektor ekonomi melambat pada triwulan I 2018, terutama pada sektor perantara keuangan (turun 31,2 poin), sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (turun 31,0 poin) dan sektor konstruksi (turun 26,2 poin). 

Sementara berdasarkan golongan debitur, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Non Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit non-UMKM.

Terbatasnya permintaan kredit baru pada triwulan I 2018 ditengarai telah diperkirakan oleh responden. Hal ini tercermin dari persentase jumlah responden yang memilikl realisasi kredlt baru di bawah target (deviasi di atas 5%) sebesar 57,5%, menurun dibandingkan 62,5% pada triwulan sebelumnya.

Dari sisi penggunaan, jumlah responden yang mengalami deviasi penyaluran kredit modal kerja sama dengan triwulan sebelumnya sebanyak 22,5%, sedangkan deviasi kredit investasi menurun dari 40,0% menjadi 25,0% dan deviasi kredit konsumsi meningkat dari 30,0% menjadi 35,0%.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6308.148 -29.547 575
2 Agriculture 1716.001 -5.540 19
3 Mining 1952.615 -5.513 44
4 Basic Industry and Chemicals 796.811 2.304 70
5 Miscellanous Industry 1283.656 -9.495 44
6 Consumer Goods 2610.995 -22.306 45
7 Cons., Property & Real Estate 506.278 -4.536 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.157 -0.032 64
9 Finance 1140.784 -7.967 90
10 Trade & Service 943.305 0.837 134
No Code Prev Close Change %
1 BIMA 72 97 25 34.72
2 BAPA 128 171 43 33.59
3 IMJS 640 800 160 25.00
4 RAJA 535 665 130 24.30
5 IMAS 1,980 2,450 470 23.74
6 BUVA 496 585 89 17.94
7 TMPO 244 286 42 17.21
8 DEFI 950 1,095 145 15.26
9 MPMX 1,010 1,150 140 13.86
10 HDFA 176 195 19 10.80
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 600 450 -150 -25.00
2 INPS 3,030 2,600 -430 -14.19
3 RODA 635 550 -85 -13.39
4 AHAP 198 175 -23 -11.62
5 GDYR 2,200 1,955 -245 -11.14
6 FORU 156 140 -16 -10.26
7 INRU 1,070 970 -100 -9.35
8 TBMS 1,140 1,035 -105 -9.21
9 TPMA 228 208 -20 -8.77
10 PBSA 1,080 990 -90 -8.33
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 84 78 -6 -7.14
2 HELI 280 258 -22 -7.86
3 SUGI 50 50 0 0.00
4 BMTR 580 585 5 0.86
5 IMAS 1,980 2,450 470 23.74
6 TKIM 8,800 9,725 925 10.51
7 PGAS 2,320 2,250 -70 -3.02
8 ADRO 2,230 2,260 30 1.35
9 WSBP 418 426 8 1.91
10 TLKM 3,740 3,750 10 0.27