Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. BNI - BNI Singapura mencatat laba tumbuh 21% menjadi US$7,2 juta sampai semester I-2018.
  • 06:35 WIB. BNI - BNI Singapura mencatat pembiayaan dan trade financing untuk ekspor senilai US$550 juta pada kuartal III-2018.
  • 06:30 WIB. BNI - BNI menggandeng beberapa perusahaan di Singapura untuk mendorong ekspor.
  • 06:22 WIB. PTPN - PTPN III menargetkan ekspor CPO sekitar 300.000 ton pada tahun 2018.
  • 06:16 WIB. PTPN - PTPN III mengatakan akan menggenjot penjualan ekspor komoditas crude palm oil dan Karet pada tahun ini.
  • 06:10 WIB. Bulog - Ombudsman mendorong audit terhadap posisi stok serta kapasitas seluruh pergudangan Perum Bulog.

Pertumbuhan Kredit Triwulan I 2018 Masih Terbatas

Foto Berita Pertumbuhan Kredit Triwulan I 2018 Masih Terbatas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hasil Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan pertumbuhan kredit baru pada triwulan I 2018 secara triwulanan (qtq) melambat sesuai dengan pola penyaluran kredit pada awal tahun, namun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pertumbuhan kredit baru sebesar 75,9% pada triwulan I 2018, lebih rendah dari 94,3% pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan masih rendahnya kebutuhan pembiayaan nasabah di awal tahun," tulis BI dalam laporan tersebut di Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Meski demikian, pertumbuhan kredit baru pada triwulan I 2018 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pertumbuhan kredit baru triwulan I 2017 yang hanya sebesar 52,9%.

BI menyebutkan, meski suku bunga kredit menurun dari triwulan sebelumnya, rendahnya kebutuhan pembiayaan nasabah pada awal tahun dan penyaluran kredit yang seiektif dari bank untuk menekan risiko penyaluran kredit menyebabkan pertumbuhan kredit baru melambat pada triwulan I 2018. 

Pada triwulan I 2018, upaya responden untuk mendorong penyaluran kredit tercermin dari pelonggaran kebijakan penyaluran kredit. Hal ini terindikasi dari Indeks Lending Standar triwulan I 2018 sebesar -3,8, lebih rendah dibandingkan 14,4 pada triwulan sebelumnya, terutama berupa penurunan suku bunga kredit.

Selain itu, penurunan rata-rata persentasi jumlah permohonan kredit yang tidak disetujui oleh bank juga menurun dari 21,7% pada triwulan sebelumnya menjadi 17,9% pada triwulan l 2018.

"Pada triwulan l 2018, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada semua jenis penggunaan kredit. Pada periode tersebut, SBT kredit modal kerja menurun dari 84,3% menjadi 71,9%, SBT kredit investasi turun dari 84,2% menjadi 73,5%, dan SBT kredit konsumsi turun dari 35,0% menjadi 16,6%," ungkap BI.

Kemudian, pertumbuhan permintaan kredit baru pada 12 sektor ekonomi melambat pada triwulan I 2018, terutama pada sektor perantara keuangan (turun 31,2 poin), sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (turun 31,0 poin) dan sektor konstruksi (turun 26,2 poin). 

Sementara berdasarkan golongan debitur, melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Non Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit non-UMKM.

Terbatasnya permintaan kredit baru pada triwulan I 2018 ditengarai telah diperkirakan oleh responden. Hal ini tercermin dari persentase jumlah responden yang memilikl realisasi kredlt baru di bawah target (deviasi di atas 5%) sebesar 57,5%, menurun dibandingkan 62,5% pada triwulan sebelumnya.

Dari sisi penggunaan, jumlah responden yang mengalami deviasi penyaluran kredit modal kerja sama dengan triwulan sebelumnya sebanyak 22,5%, sedangkan deviasi kredit investasi menurun dari 40,0% menjadi 25,0% dan deviasi kredit konsumsi meningkat dari 30,0% menjadi 35,0%.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading