Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:16 WIB. Energi - Pemerintah menambah pasokan BBM sebesar 8% menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2019.
  • 07:49 WIB. Eredivisie Belanda - Willem II 0 vs 3 ADO Den Haag
  • 07:45 WIB. Bundesliga Jerman - Nurnberg 0 vs 2 Wolfsburg
  • 07:44 WIB. LaLiga Spanyol - Celta Vigo 0 vs 0 Leganes
  • 22:58 WIB. Pelindo - Pelindo I, II, II dan IV akan menggelar Pelindo Charity Port Run 2018 di Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (16/12).
  • 22:56 WIB. BRI - BRI menunjuk Morgan Stanley sebagai penasihat atau advisor dalam rencana penjualan saham minoritas di BRI Life.
  • 22:51 WIB. Pertamina - Pertamina meresmikan beroperasinya Depot Mini LPG Pressurized di Minahasa.

Gara-gara Telegram, Google dan Amazon Kena Blokir di Rusia

Foto Berita Gara-gara Telegram, Google dan Amazon Kena Blokir di Rusia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Regulator komunikasi Rusia memblokir alamat IP milik Google dan Amazon, menyatakan alamat tersebut digunakan oleh Telegram setelah aplikasi berbagi pesan tersebut diblokir pekan ini.

Lembaga pengawas Roskomnadzor mulai memblokir Telegram, layanan perpesanan yang populer di Rusia, pada Senin (16/4/2018) karena perusahaan tersebut menolak mematuhi perintah pengadilan untuk memberi izin lembaga keamanan negara untuk mengakses pesan-pesan pengguna Telegram yang terlindungi enkripsi.

Kepala Roskomnadzor Alexander Zharov menyatakan lembaganya memblokir 18 sub-jaringan dan sejumlah besar alamat IP milik Google dan Amazon menurut laporan kantor berita Interfax.

"Kami sudah memberi tahu kedua perusahaan bahwa sejumlah alamat IP yang berlokasi di dalam awan dua layanan ini sudah diblokir berdasarkan keputusan pengadilan (untuk memblokir Telegram)," kata Zharov.

Pemblokiran alamat IP tersebut membuat para pengguna Internet di Rusia tidak bisa mengakses Telegram dan layanan lain yang mengirimkan konten melalui server Google dan Amazon.

Zharov mengatakan kepada Interfax bahwa Roskomdadzor berharap mendapat respons "bermakna secara hukum" dari Google dan Amazon berkenaan dengan penerapan keputusan tersebut hingga Rabu waktu setempat.

Kedua perusahaan belum merespons permintaan Rusia tersebut.

CEO Telegram Pavel Durov melalui kanal di aplikasi pesan tersebut menyatakan pelarangan Rusia tidak menimbulkan penurunan drastis penggunanya karena konsumen mengakalinya dengan menggunakan VPN dan proxy untuk mengakses layanan tersebut.

Telegram banyak digunakan di negara-negara bekas Uni Soviet dan Timur Tengah. Durov mengatakan pada Selasa bahwa pengguna Rusia hanya tujuh persen dari total pengguna Telegram.

Di Rusia, Telegram populer di kalangan jurnalis dan oposisi politik. Namun Kremlin juga menggunakan Telegram untuk berkomunikasi dengan wartawan dan mengatur jumpa pers reguler dengan juru bicara Presiden Vladimir Putin, demikian menurut siaran kantor berita Reuters.

Tag: Rusia, Telegram, Google, Amazon.com Inc

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Lucy Nicholson

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00