Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Startup Unicorn Mau IPO? Tunggu Dulu...

Foto Berita Startup Unicorn Mau IPO? Tunggu Dulu...
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah terus mendorong perusahaan rintisan (startup) yang bervaluasi US$1 miliar‎ alias Unicorn seperti PT Gojek Indonesia (Go-Jek), PT Tokopedia, dan Bukalapak untuk masuk ke pasar modal melalui Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Bahkan, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berencana mengajak startup Unicorn tersebut untuk menyampaikan keluhannya terkait proses IPO kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dayung ternyata bersambut, BEI sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi apabila ada perusahaan startup Unicorn yang berencana untuk IPO. BEI malah menyatakan telah merancang insentif IPO bagi para startup Unicorn dan sedang melakukan pembicaraan dengan pihak OJK. 

Terkait hal tersebut, Praktisi Pasar Modal Adler Haymans Manurung menilai bahwa hingga saat ini aturan terkait proses IPO yang ada di BEI ataupun OJK sudah tepat. Menurutnya, yang seharusnya menjadi pertanyaan adalah bagaimana keberlangsungan perusahaan-perusahaan startup Unicorn ini ke depannya. 

"Jadi, bukan regulatornya. Regulator sudah oke semua. Saya gengak salahkan regulator, saya tanyakan mereka (startup Unicorn) suistan apa enggak? Bisa tanggung jawab suistan apa enggak? 'Kan itu," katanya, kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (18/4/2018). 

Adler mengatakan, ia tak melarang jika startup unicorn berniat untuk mencari dana melalui pasar modal. Tapi ia menyarankan, sebelum IPO para pihak berkepentingan harus memastikan terlebih dahulu bagaimana keberlangsungan usaha startup Unicorn ke depannya. Pasalnya, selama ini ia memandang startup Unicorn yang ada di Tanah Air belum stabil. 

"Sekarang Tokopedia, Bli-bli segala macam kalau sudah suistan boleh go public. Kalau belum, gimana? Go-Jek aja belum suistan, masih berantam," ucapnya.

Dirinya berharap, pihak BEI dan OJK dapat melindungi investor dari perusahaan-perusahaan yang keberlangsungan hidupnya masih belum jelas. Jika pun para startup Unicorn membutuhkan dana, biarkan saja mereka mencari sendiri dan tidak masuk ke Bursa.  

"Perusahaan Unicorn ini biarkan mereka cari sendiri, jangan masuk ke Bursa. Artinya, apa dia masuk ke Bursa untuk dapatkan keuntungan? Enggak bolehlah. Cari sendirilah kalau ada perusahaan yang yakin sama dia lakukan, tapi jangan disuruh uang masyarakat yang kecil-kecil untuk beli itu. Enggak boleh, dong. Ini harus dilindungi sama Bursa dan OJK," ungkap pria yang juga merupakan Guru Besar Pasar Modal dan Perbankan Universitas Bina Nusantara ini. 

Sebelumnya, BEI menyebut bahwa sudah ada sekitar tiga startup Unicorn yang sudah bertemu dengan BEI. Ketiga startup tersebut adalah Tokopedia, Bukalapak, dan Go-Jek. Perusahaan-perusahaan tersebut menurut pihak BEI telah menunjukkan pertimbangannya untuk mencatatkan diri di BEI.

Namun, beberapa waktu lalu pihak Go-Jek menyampaikan keluhannya terkait syarat-syarat IPO yang belum bisa dipenuhi karena Go-Jek saat ini masih jadi perusahaan "muda" dengan historical financial yang masih dibangun. 

Tag: Startup, Unicorn, Adler Haymans Manurung, Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Initial Public Offering (IPO), Bukalapak, PT Tokopedia, PT Go-Jek Indonesia

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00