Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.
  • 10:54 WIB. Pertamina - menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina menyiapkan SPBU 24 jam.
  • 10:00 WIB. ISEF - ISEF membukukan 19 kesepakatan senilai Rp6,75 triliun.
  • 09:58 WIB. PLN - Jonan:  25% pegawai PLN biasanya harus siaga saat libur Natal dan Tahun Baru.
  • 09:51 WIB. Energi - Pemerintah memprediksi beban puncak pasokan listrik Jawa-Bali pada libur Natal-Tahun Baru 2019 cenderung turun.
  • 09:49 WIB. Pelindo II - Pemprov Jambi dan Pelindo II akan kerja sama kembangkan Pelabuhan di Jambi.

Garuda Indonesia Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Rute Denpasar-Mumbai

Foto Berita Garuda Indonesia Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Rute Denpasar-Mumbai
Warta Ekonomi.co.id, Denpasar -

Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia berencana meningkatkan frekuensi penerbangan dari dua kali menjadi tiga kali seminggu untuk mengakomodasi tingginya permintaan penumpang rute Denpasar, Bali menuju Mumbai, India, dan sebaliknya.

"Penerbangan perdana Denpasar-Mumbai akan kami lakukan pada 23 April 2018," kata General Manager Garuda Indonesia Cabang Bali Joseph Adrian Saul di Denpasar, Kamis.

Joseph menjelaskan pada tahap awal penerbangan Bali-Mumbai akan dilayani dua kali seminggu hari Senin dan Kamis pukul 15.40 WITA dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam.

Setelah itu, pihaknya akan melakukan penambahan frekuensi penerbangan rencananya akan dilakukan mulai Mei 2018.

Penerbangan tersebut akan dilayani dengan armada pesawat berbadan besar jenis Airbus 330 seri 200 dengan kapasitas 223 kursi.

Pria yang akrab disapa Jos itu mengharapkan penerbangan langsung dari Pulau Dewata ke negeri dengan ikon Taj Mahal itu akan membuka semakin besar kedatangan turis India.

Hal itu juga diharapkan mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang tahun ini ditargetkan mencapai 17 juta dan 2019 mencapai 20 juta.

Sementara itu Konsul Jenderal India Sunil Babu dalam kesempatan terpisah sebelumnya menyambut gembira rute perdana yang menghubungkan India dan Bali karena sudah lama dinantikan oleh wisatawan dari negeri Bollywood itu.

Setiap hari, lanjut dia, rata-rata wisatawan dari India ke Bali mencapai sekitar 800 orang.

Pertumbuhan wisatawan India, kata dia, selama beberapa tahun terakhir ke Bali cukup positif.

Bahkan, lanjut dia, ketika pariwisata Bali sempat melesu karena terdampak peningkatan aktivitas Gunung Agung, wisatawan India tercatat yang paling banyak ke Pulau Dewata.

"Walau pun di tengah situasi pascaerupsi, hanya India yang tumbuh positif," ucap diplomat senior itu pada pembukaan "table top" agen perjalanan wisata di Kuta, Badung beberapa waktu lalu.

Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat wisatawan India yang mengunjungi Bali selama tahun 2017 tercatat 272.761 orang, meningkat 45,59 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Turis asal India menempati peringkat ketiga setelah China dan Australia yang memberikan kontribusi sebesar 4,79 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,69 juta orang selama 2017.

Tag: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Gito Adiputro Wiratno

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00