Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:16 WIB. Ngabalin -  visi misi Prabowo-Sandi bernuansa orde baru.
  • 12:15 WIB. Zulkifli Hasan - Kemenangan PAN di Jabar menentukan kemenangan Prabowo-Sandiaga.
  • 12:13 WIB. Ngabalin - Prabowo tak pantas sebut pengelolaan negara 'ugal-ugalan'.
  • 12:13 WIB. Ngabalin - Prabowo jangan asal bunyi (ngomong).
  • 12:13 WIB. Ngabalin - Prabowo harusnya memberikan pernyataan pakai data dan fakta.
  • 11:18 WIB. BEI - Usai disuspensi, perdagangan saham SURE kembali dibuka pada 17/10/2018. 
  • 11:16 WIB. BTPN - Bunga obligasi keempat BTPN sebesar Rp16,8 miliar dibayarkan hari ini. 
  • 11:13 WIB. Anies - Usulan pemindahan lapangan tembak penting, terkait nyawa.
  • 11:12 WIB. Anies - Usulan pemindahan lapangan tembak dekat gedung DPR RI dimasukkan tahun 2019.
  • 11:10 WIB. Bawaslu DKI - Hari ini kembali digelar sidang kampanye videotron Jokowi-Ma'ruf.
  • 11:08 WIB. Jubir Sandiaga - Pemilih di HIPMI tentu bisa menggerakkan masyarakat di level bawah.
  • 11:08 WIB. Jubir Sandiaga - Dukungan HIPMI sangat penting, karena perubahan sosial diawali oleh masyarakat kelas menengah.
  • 11:07 WIB. Jubir Sandiaga - Pemerintahan Jokowi tidak mampu mengelola perekonomian negara.
  • 11:07 WIB. Jubir Sandiaga - HIPMI merupakan pemilih rasional.
  • 11:07 WIB. Jubir Sandiaga - Jokowi 'sikat' semua kaki-kaki Sandiaga Uno terutama HIPMI dan KADIN.

BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuannya

Foto Berita BI Diperkirakan Tahan Suku Bunga Acuannya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) diperkirakan menahan suku bunga acuannya BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap di angka 4,25%. Untuk diketahui, BI akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (19/4/2018).

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira, ada beberapa faktor yang menjadi perhatian utama BI.

"Dari faktor eksternal bulan Mei, diperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps melanjutkan pengetatan moneter sebelumnya. Hal ini berpengaruh terhadap naiknya yield surat utang dan sentimen investor untuk mengalihkan uangnya ke aset dengan return yang lebih besar. Potensi pelemahan nilai tukar pada bulan Mei harus diantisipasi BI," ujar dia di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Faktor eksternal lainnya ialah meningkatnya tensi di timur tengah akibat konflik Suriah serta ketidakpastian perang dagang AS-China dapat menganggu kinerja perekonomian domestik, khususnya sisi ekspor.

"Harga minyak dunia diperkirakan akan naik hingga USD75 per barel untuk jenis Brent pada bulan Mei. Saat ini harga minyak ada di kisaran USD70-USD73 per barel. Kenaikan harga minyak mentah mempengaruhi inflasi dari sisi administered price, terutama harga BBM nonsubsidi," paparnya.

Sementara terkait faktor internal, Bhima mengatakan inflasi volatile food, terutama jelang Ramadan, perlu mendapat perhatian utama BI.

"Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, beberapa komoditas seperti bawang merah mengalami kenaikan harga 32,6% (mtm), daging ayam naik 4,8%, bawang putih naik 1,19%, dan daging sapi tercatat naik 0,04%," katanya.

Kemudian, intermediasi perbankan per data Februari 2018 yang berjalan lambat terbukti dari penurunan bunga kredit perbankan hanya 5 bps menjadi 11,27% sementara untuk bunga KMK hanya turun 3 bps jadi 11,78%. Kredit Konsumsi turun 8 bps jadi 14,5%.

"BI diperkirakan tidak akan utak-atik bunga acuan sepanjang tahun 2018 ini. BI akan gunakan cara lain untuk pacu intermediasi perbankan, khususnya dengan pengendalian inflasi dan koordinasi dgn OJK untuk efisiensi operasional perbankan agar bunga kredit bisa turun," tandas Bhima.

Tag: Bank Indonesia (BI), Suku Bunga, Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,066.22 4,025.16
British Pound GBP 1.00 20,110.87 19,901.42
China Yuan CNY 1.00 2,207.43 2,185.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,254.00 15,102.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,883.73 10,773.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,946.31 1,926.89
Dolar Singapura SGD 1.00 11,097.05 10,982.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,644.30 17,466.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.78 3,634.66
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.59 13,434.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13